Inspiration

Menangkap Peluang Berbisnis Kopi Spesial Dari Bos Maharaja Coffee

Bagi Anda yang belum memiliki usaha atau bisnis, mungkin bisa simak hal ini. Salah satu bisnis yang sedang berkembang karena tingginya jumlah permintaan adalah penjualan kopi.

Indonesia adalah salah satu negara dengan produksi kopi terbesar di dunia. Setiap tahun, Indonesia mampu memproduksi kopi rata-rata 0,60 juta ton atau berada di peringkat ketiga di bawah Brazil dengan produksi 3 juta ton dan Vietnam dengan 1,32 juta ton.

Baca juga: Home Decor: Peluang Usaha Baru yang Mesti Anda Coba

Faktanya, meski memiliki produksi kopi lebih kecil dibandingkan Brazil dan Vietnam, kopi asal Indonesia mampu menarik pembeli dari negara lain. Salah satu alasannya adalah karena Indonesia memiliki jenis kopi spesial yang beragam atau biasanya disebut specialty coffee.

Foto: Pemilik Usaha Maharaja Coffee Kasmito T/Dok: indotrading.com

Foto: Pemilik Usaha Maharaja Coffee Kasmito T/Dok: indotrading.com

Hal ini diungkapkan oleh pemilik usaha Maharaja Coffee, Kasmito T kepada indotrading.com, Jumat (26/8/2016).

“Kalau soal kapasitas (produksi) kita bisa masuk nomor 3 dan 4 terbesar di dunia. Kita berimbang dengan negara Kolumbia. Kalau berbicara kualitas memang kualitas kopi kita banyak dicari karena aroma kopi kita dengan negara lain itu sangat berbeda. Aroma kopi Indonesia itu membuat penikmatnya menjadi ketagihan karena wanginya
mengenang dan menjadikan kita mau lagi minum kopi,” tutur Kasmito.

Kasmito menceritakan, ia membangun usaha Maharaja Coffee dengan fokus menjual produk kopi Indonesia dengan mutu kopi spesial atau specialty coffee. Menurut Kasmito, istilah specialti coffee adalah istilah baru dalam perkopian modern. Specialty coffee memiliki cita rasa yang memenuhi nilai minimal 80 oleh Q-Grader dan R-Grader, serta adanya indikasi geografis (IG). Hal ini yang membuat specialty coffee memiliki harga lebih mahal.

“Pokoknya kualitas kopi specialty itu di atas premium,” tambahnya.

Baca juga: ‘Kemilau’ Bisnis Mutiara Tawarkan Omzet Hingga Ratusan Juta Rupiah

Untuk mendapatkan jenis kopi spesial ini juga tidak mudah. Kopi Special diolah dengan cara khusus, mulai dari pengolahan perkebunan hingga menjadi biji mentah. Salah satu cara yang paling dikenal dari proses pembuatan specialty coffee adalah ‘Petik Merah’ atau metode pencabutan buah kopi dari pohon dengan cara dipetik satu persatu, yang hanya dipilih dari buah kopi yang sudah matang

“Kopi specialty itu dari petiknya dan kebunnya pun sudah beda. Jadi dari mulai penananaman, pemetikan, pengolahan, sampai sangrai hingga melahirkan cita rasa itu benar-benar dipantau, diperlakukan dengan sangat telaten,” tuturnya.

Kebanyakan dari jenis kopi spesial yang dijual Maharaja Coffee adalah jenis Arabika. Di Indonesia, kapasitas produksi kopi jenis ini justru lebih rendah dibandingkan jenis Robusta. Alasannya kopi Arabika hanya dapat ditanam di wilayah dataran yang cukup tinggi, berbeda dengan kopi Robusta.

“Jadi 24% kopi Indonesia itu Arabika sisanya Robusta,” sebutnya.

Saat ini, mayoritas kopi spesial yang dijual Maharaja Coffee didapat dari para petani kopi yang berasal dari berbagai wilayah perbukitan tinggi di Indonesia. Sebut saja Gayo (Aceh), Mandailing (Sumatra Utara), Ijen (Jawa Timur), Kintamani (Bali) dan Toraja (Sulawesi Selatan). Penamaan kopi spesial disesuaikan dengan IG atau identitas daerah asal kopi tersebut.

“Rata-rata cita rasa yang baik itu kopi Gayo dan Mandailing, itu yang banyak diminati,” sebutnya.

Laku Di Pasar Amerika Hingga Coffee Shop Ternama

Kopi spesial atau specialty coffee tidak hanya laku di pasar dalam negeri. Kasmito mengungkapkan salah satu jenis specialty coffee yaitu Gayo sangat laku di pasaran Amerika Serikat (AS).

“Itu sebagian besar diekspor ke Amerika,” ucapnya.

Selain di pasar Amerika, secara umum specialty coffee jenis Gayo sangat laku di pasar Eropa seperti Swedia dan Belanda hingga Asia seperti China dan Jepang. Keberadaannya juga dapat ditemukan di coffee shop ternama.

Foto: Pemilik Usaha Maharaja Coffee Kasmito T/Dok: indotrading.com

Foto: Pemilik Usaha Maharaja Coffee Kasmito T/Dok: indotrading.com

“Untuk perusahaan besar semacam Starbucks,” imbuhnya.

Rata-rata harga kopi spesial di Coffee Shop juga cukup mahal. Per porsi dipatok Rp 50 ribu atau lebih mahal dari rata-rata harga kopi jenis standar Rp 20 ribu/porsi.

“Mungkin bisa saja harganya seporsi Rp 50 ribu dan biasanya coffee shop itu kan menawarkan single original. Misalnya ini kopi dari Papua, dari Jawa dan Bali,” tambahnya.

Baca juga: Dari Coba-coba. Jatmiko Raup Untung Jualan Sepatu 100% Buatan Tangan

Kasmito menilai saat diminum, kopi spesial memiliki rasa yang cukup sempurna. Misalnya tidak asam, tidak berbau tanah, tidak terlalu pahit dan memiliki citra rasa yang khas.

“Jadi setelah kita minum masih terkenang dan membuat kita ingin meminum kopi itu lagi,” ujarnya.

Kopi Luwak yang Spesial dan Ekstra Premium

Salah satu jenis kopi spesial (specialty coffee) yang paling terkenal adalah kopi luwak. Kopi yang terkenal unik ini didapat dari hasil ekstrak setelah biji kopi dimakan oleh hewan semacam musang.

“Boleh dikatakan saya ahli dalam kopi luwak dan banyak rahasia kopi luwak yang tidak banyak diketahui oleh orang lain. Kalau kopi luwak itu pertama kita harus berbicara sustainable atau kelestarian lingkungan dulu,” kata Kasmito.

Mendapatkan jenis kopi luwak yang berkualitas tidaklah mudah. Petani kopi luwak tidak harus memaksa musang untuk memakan biji kopi. Musang sejatinya adalah hewan pemakan buah-buahan, tidak hanya biji kopi.

“Kopi luwak yang benar-benar masuk dalam kategori bisnis itu adalah kopi luwak yang kita pungut langsung dari hutan. Karena itu alami ya. Hewan luwak yang tinggal di gunung atau hutan dengan alami mengkonsumsi biji kopi yang paling manis dan matang,” tekannya.

Foto: Pemilik Usaha Maharaja Coffee Kasmito T/Dok: indotrading.com

Foto: Pemilik Usaha Maharaja Coffee Kasmito T/Dok: indotrading.com

Setelah itu proses selanjutnya adalah memisahkan biji kopi dengan kotoran musang. Biji kemudian diolah secara higienis agar aman dikonsumsi manusia.

“Pengolahannya harus benar dan proses pemungutannya juga harus diperhatikan. Setelah itu diolah dengan higienis, itulah benar-benar kopi luwak yang excelent (sempurna),” jelasnya.

Baca juga: Rajin Ikut Pameran, Pengusaha Perhiasan Ini Bisa Hasilkan Omzet Rp 150 Juta 

Kopi luwak yang memiliki rasa unik dipatok dengan harga yang cukup mahal. Setiap kilogram (Kg) kopi luwak yang dijual Maharaja Coffee dipatok dengan harga Rp 2-3 juta.

“Jadi harus diingat, mahal itu karena sustainable atau animal friendly, itu unsur yang lebih penting dari sebuah produk. Kopi luwak yang benar-benar mahal itu bisa dijual Rp 2-3/Kg. Tapi ada juga yang di kemas kecil-kecil harganya sekitar Rp 300-400 ribu,” tutupnya.

Jadi bagaimana, apakah Anda tertarik membuka usaha specialty coffee?

Reporter: Kumi Laila     Penulis: Wiji Nurhayat

1 Comment

1 Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    To Top