Insight

Mengenal Tentang Alat Ukur Multimeter dan Cara Penggunaannya

Mengenal Tentang Alat Ukur Multimeter dan Cara Penggunaannya

Multimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk kelistrikan. Kegunaan lain dari alat ini juga untuk mengetahui tegangan listrik, resistansi, dan arus listrik. Adanya alat ini akan memudahkan kita untuk mengetahui aliran listrik yang diukur memiliki masalah atau tidak. Jika terdeteksi ada kesalahan, maka kita dapat segera memperbaikinya untuk mencegah terjadinya korsleting yang memantik kebakaran.

Pada kesempatan kali ini tim Indotrading News akan membahas lebih lanjut mengenai fungsi multimeter dan jenis-jenisnya. Anda juga bisa mendapatkan multimeter dengan harga dan kualitas terbaik di Indotrading.

Baca Juga: Hasil Lebih Presisi, Inilah 10 Rekomendasi Alat Ukur Ketebalan Terbaik!

Pengertian Multimeter

Multimeter adalah sebuah peralatan khusus yang digunakan untuk mengukur komponen kelistrikan. Mulai dari mengukur hubungan Arus litrik (Ampere), Tegangan listrik (Voltage), Hambatan listrik (Ohm), hingga Resistansi dari suatu rangkaian listrik.

Peran dari alat ini sendiri sangat penting karena dapat mengecek kondisi suatu rangkaian listrik. Kesalahan yang terjadi dalam rangkaian listrik juga dapat diketahui dengan tingkat akurasi yang tinggi. Oleh karena itu, keberadaan alat ini begitu berharga bagi para elektronika. Alat ini juga sangat ringan sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana.

Fungsi dan Kegunaan Multimeter

Seperti yang telah diketahui, kegunaan alat ini secara umum adalah untuk mengetahui apakah dalam aliran listrik mengalami masalah atau tidak. Namun, alat ini juga memiliki beberapa fungsi lain, berikut ini pembahasan lebih lanjut tentang fungsi-fungsinya:

  1. Mengukur arus listrik, tegangan listrik, dan hambatan listrik; Arus yang diukur multimeter harus diprediksikan dibawah batas ukur multimeter yang digunakan, tujuannya adalah untuk menghindari kerusakan.
  1. Fungsi Hfe; Fungsi ini digunakan untuk mengetahui penguatan transisitor.
  1. Mengukur nilai kapasitansi; multimeter juga berfungsi untuk mengukur kapasitansi dan ditunjukan oleh jarum meter.
  1. Mengukur frekuensi sinyal; multimeter juga mampu mengukur frekuensi sinyal atau isyarat yang ada pada rangkaian elektronika.

Jenis-Jenis Multimeter

Multimeter terdiri dari dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Keduanya  memiliki fungsi yang sama, walau ada juga beberapa perbedaan yang signifikan.

1. Analog

Jenis yang pertama adalah mutimeter analog. Ini merupakan jenis multimeter yang menggunakan display ukur dengan tipe jarum penunjuk. Biasanya, cara membaca hasil ukurnya dengan cara melihat jarum penunjuk dan posisi saklar selektor pada posisi batas ukurnya. Adapun perhitungannya dilakukan secara manual.

2. Digital

Kemudian jenis selanjutnya adalah multimeter digital atau disebut juga dengan digital multitester. Jenis ini termasuk ke dalam versi yang lebih modern, karena menggunakan display digital sebagai penampil hasil ukurannya. Kelebihan dari alat ini adalah hasil pengukuranya yang sangat akurat sehingga tidak perlu lagi menghitung antara hasil ukur dan batas ukur. Alat jenis ini juga termasuk yang paling sering digunakan karena penggunaannya lebih mudah.

Komponen-Komponen Multimeter

Setelah membahas tentang fungsi dan jenis dari alat tersebut, berikutnya adalah mengenal bagian atau komponen apa saja yang dalam alat tersebut. Komponen tersebut perlu dipahami agar nantinya memudahkan proses pengukuran.

  1. Sekrup: berfungsi untuk mengatur dudukan jarum jam atau dikenal juga dengan zero adjust screw.
  2. Tombol pengatur jarum penunjuk: untuk mengatur jarum ukur agar tetap pada posisi nol.
  3. Saklar selector: fungsinya adalah untuk memilih posisi pengukuran serta batas pengukurannya.
  4. Lubang kutub positif dan negative: lubang kutub ini fungsinya adalah sebagai tempat masuknya test lead positif dengan warna merah dan negatif dengan warna hitam.
  5. Skala selector prioritas. Saklar ini berfungsi untuk memilih polaritas atau AC atau DC.
  6. Jarum penunjuk: jarum ini biasanya digunakan untuk menunjukkan hasil pengukuran dan biasanya digunakan di multimeter analog.
  7. Skala: komponen yang terakhir ini befungsi untuk membaca hasil akhir dari komponen listrik yang diukur menggunakan multimeter analog.

Cara Penggunaan Mulitimeter

Hal yang harus diperhatikan dari alat ini selain fungsi, jenis, dan komponen apa saja adalah cara menggunakanya. Berikut ini adalah cara penggunaannya:

  1. Pertama, perhatikan jarum penunjuk yang memperlihatkan skala pengukuran. Sebelum melakukan pengukuran, pastikan jarum berada pada posisi nol atau zero.
  2. Perhatikan juga pengaturan knob atau saklar yang digunakan untuk mengatur pengukuran Ampere, Voltage, ataupun Ohm. Kemudian lakukan setting juga pada skala x1, x10 atau yang lainnya. Pastikan knob berada pada posisi off saat sudah tidak digunakan lagi.
  3. Tentukan lubang yang digunakan untuk memasukkan kabel jack sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Ada dua lubang yaitu (+) dan (–) yang akan menunjukkan polaritas dari tegangan atau probe.
  4. Periksa kembali apakah baterai telah terpasang dengan baik. Pastikan kondisi baterai tersebut masih bagus.

Adapun cara kerja dari alat ini sendiri cukup unik. Di dalam alat ini terdapat sebuah kumparan yang terbuat dari bahan tembaga. Kumparan tersebut diletakkan di antara dua kutub yaitu utara dan selatan. Pada kumparan tersebut terdapat sebuah jarum ukur atau jarum meter sebagai penunjuk skala. Apabila dua ujung kumparan tersebut dialiri oleh arus lisrik, maka jarum jam akan bergerak menuju skala tertentu.

Itulah pembahasan mendalam mengenai multimeter, Anda bisa menemukan multimeter atau alat ukur lain dengan kualitas terbaik di Indotrading, dengan supplier dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: Panduan Lengkap Instalasi Listrik Rumah yang Aman

To Top