Inspiration

M. Affandi: Bos Kapal Andalan TNI AL yang Dulunya Teknisi Kapal

Program Poros Maritim Dunia (Global Maritime Fulcrum) ternyata memberikan angin segar bagi industri perkapalan di Indonesia. Di samping itu, pembangunan tol laut di berbagai titik nusantara pun memberikan dampak positif pada bisnis kapal dalam negeri. Hal ini dirasakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan, salah satunya PT Daya Radar Utama.

“Dengan pemerintahan yang sekarang ini cukup lumayan dengan dibuatnya tol laut. Pemerintah membangun beberapa kapal dan itu menjadi trigger. Jadi, market-nya cukup terbuka lebar,” ujar M. Affandi, Direktur PT Daya Radar Utama kepada indotrading.com (3/11/2016).

PT Daya Radar Utama merupakan salah satu perusahaan pembuatan kapal (ship building) dan perbaikan kapal (ship repairing) yang berdiri sejak sejak tahun 1972. Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Tanjung Priuk, Jakarta Utara ini juga melayani pembuatan desain kapal.

Baca juga: Rompi Anti Peluru Buatan PT Farin Industri Nusantara Laris Manis di Asia Hingga Amerika

“Kami adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang ship building dan ship repairing. Ada juga engineering design. Didirikannya pada tahun 1972,” ujar M. Affandi.

Foto: Produk-Produk PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Foto: Produk-Produk PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Awalnya, PT Daya Radar Utama hanya membangun kapal-kapal kecil. Namun seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan ini akhirnya mulai membuat kapal-kapal besar. Bahkan, Kapal LST (Landing Ship Tank) buatan perusahaan ini menjadi kapal andalan TNI AL.

Lalu, bagaimana  kisah perjalanan M. Affandi membangun perusahaan ini?

Meniti Karir dari Teknisi Kapal

Mendapatkan kepercayaan dari lembaga pemerintah sekelas TNI AL tentu bukan perkara yang mudah. Di Indonesia sendiri, tidak banyak perusahaan kapal yang bisa mendapatkan kepercayaan semacam ini. Kesuksesan PT Daya Radar Utama ini tentu tidak diraih dengan cara instan.

Semua pencapaian ini tidak terlepas dari tangan dingin M. Affandi, seorang Insinyur Teknik Perkapalan jebolan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Kepada redaksi indotrading.com, M. Affandi menuturkan bahwa ia mengawali karirnya dari bawah, yaitu sebagai teknisi kapal.

Baca juga: Hadi Santoso: Presdir BRI Syariah yang Pernah Jadi Penjaga Pintu Hotel

“Dulu awal saya kerja di perusahaan ini awalnya jadi tukang kapal atau pembuat kapal,” kenang Affandi.

Foto: Ir. M. Affandi, M.M, Direktur PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Foto: Ir. M. Affandi, M.M, Direktur PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Menjadi teknisi kapal tidak menjadikan Affandi pribadi yang rendah diri. Justru, ia selalu mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Jabatan direktur yang berhasil didapatkannya saat ini adalah bukti kerja keras dan keuletannya selama ini.

“Saya benar-benar dari bawah dulu. Karena kegigihan dan keuletan, saya bisa ada di posisi sekarang ini,” kata Affandi bangga.

Mengawali karir sejak tahun 1976, Affandi selalu berusaha fokus pada pekerjaannya. Ilmu yang didapatkan sejak kuliah dulu tak pernah disia-siakan, bahkan terus dikembangkan hingga mencapai posisi strategis seperti sekarang.

“Saya terjun ke pekerjaan ini dari tahun 1976. Saya kan punya keahlian dibidang arsitek khusus kapal. Jadi keahlian ini saya tuangkan di perusahaan kapal ini sehingga saya ingin betul-betul menerapkan apa yang saya miliki,” ujar Affandi.

Baca juga: 8 Pekerjaan yang Bisa Menempa Orang Biasa Jadi Kaya Raya

Jadi Kapal Andalan TNI AL, KKP, hingga Bea Cukai

Foto: Contph Produk Kapal PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Hingga saat ini, sudah ada berbagai jenis kapal yang berhasil diproduksi oleh PT Daya Radar Utama. Misalnya kapal kargo, kapal kontainer, kapal ferry, kapal boat, kapal coaster, kapal tanker, kapal patroli, hingga kapal untuk perlengkapan perang. Masing-masing kapal memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Bahkan, ada kapal yang kapasitasnya mencapai 17.500 ton.

Dari semua jenis kapal yang dibuat, ada beberapa kapal yang terkenal memiliki kualitas yang bagus. Misalnya Kapal Ferry 5000, Kapal Sabuk Nusantara, Kapal Perang LST (Landing Ship Tank) 520. Kapal Perang LST 520 ini merupakan salah satu jenis kapal perang yang menjadi andalan TNI AL.

Baca juga: 4 Pengusaha Ini Sulap Sampah Bekas Jadi Barang Berkelas dan Jadi Kaya Raya

“Kapal perang  LST (Landing Ship Tank) 520 itu juga buatan kita dan ini adalah kapal yang paling diandalkan oleh TNI angkatan laut untuk operasi mengangkut mobil tank dan berkapasitas 10 tank. Satu tank itu beratnya 63,5 ton,” papar Affandi.

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Selain Kapal Perang LST 520, kapal yang menjadi andalan PT Daya Radar Utama ialah kapal patrol. Kapal patrol ini berfungsi untuk melakukan patroli di perairan-perairan Indonesia. Kapal jenis ini tak hanya digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Susi Pujiasturi, namun juga Dirjen Bea dan Cukai.

“Ini kapal patrol. Kapal ini yang kemarin berhasil menangkap pecuri ikan di lautan kita. Kapal ini digunakan Menteri Susi dan timnya untuk menangkap nelayan luar yang mencuri ikan. Ada juga kapal patrol yang digunakan oleh bea cukai untuk patroli penyelundupan,” kata Affandi.

banner-1-01

Baca juga: Hotel Ibis Budget Tanah Abang Akan Terus Gunakan Jasa Indotrading

Namun, bukan berarti perjalanan bisnis PT Daya Radar Utama tanpa kendala. Salah satu kendala yang paling terasa ialah tentang pengadaan mesin kapal. Meski material penyusun kapal seluruhnya bisa didapatkan di Indonesia, lain halnya dengan mesin kapal. Affandi mengaku harus menimpor mesin kapal dari Jerman dan Korea hingga saat ini.

“Bahan materialnya 100% dari Indonesia, kecuali untuk permesinan. Karena industri permesinan di Indonesia masih terbatas, kita msh harus impor dari luar negeri. Untuk mesin kita impor dari Jerman dan Korea,” ujar Affandi.

Hasilkan Omzet Hingga Ratusan Miliar

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Meski pesanan kapal tak selalu datang, omzet per bulan bisnis kapal pun cukup menggiurkan. Jika sedang banyak pesanan, omzetnya bisa mencapai ratusan miliar.

Harga setiap kapal pun bersifat relatif, tergantung pada pesanan. Semakin rumit desain dan spesifikasinya, semakin mahal pula harga kapal tersebut.

“Kalau harga ini relatif, sesuai dengan teknikal spesifikasi. Seperti orang membuat rumah. Makanya saya bilang relatif, bisa diprediksi bisa juga tidak. Tapi semua tergantung dari desain dan kebutuhannya,” ujar Affandi.

Baca juga: Thomas More Soeharto: Bos Proteam yang Sukses Ekspor Bola ke 20 Negara

Selain tergantung dari desainnya, harga jual kapal juga dipengaruhi oleh jenis kapal. Misalnya saja kapal penumpang yang berukuran sedang biasanya lebih murah daripada kapal tanker yang digunakan untuk mengangkut bahan bakar atau minyak.

“Harga kapal bisa ada yang 200 miliar, itu yang middle. Ada juga yang 60 miliar. Yang paling mahal yang kita jual sekitar 300 M.  Itu seperti kapal tanker,” ujar Affandi.

Gunakan Strategi Bisnis yang Jitu

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Proses pembuatan kapal PT Data Radar Utama memang tidak selalu dilakukan secara reguler karena menggunakan prinsip kerja made by order. Jadi, setelah ada pesanan, baru perusahaan tersebut akan membuatkan kapal sesuai pesanan.

Hal inilah yang membuat PT Data Radar Utama menerapkan pola bisnis yang lain agar bisa memperoleh pendapatan secara reguler. Caranya ialah dengan menawarkan jasa pembuatan desain kapal dan pemeliharaan kapal disamping jasa pembuatan kapal.

Baca juga: Rahasia Sukses Presdir BRI Syariah: Harus Disiplin

“Kita tahu sendiri Indonesia adalah negara kepulauan, jadi banyak kapal yang digunakan. Otomatis, kapal itu harus dipelihara secara berkala. Ada yang tahunan, ada yang per dua tahun sekali. Kesedian dock kapal ini harus ada. Kalau hanya menjual tapi dockingan tidak ada, kan susah juga kalau ada kerusakan kapal. Harus ke luar negeri dan itu memakan waktu dan biaya juga. Pemeliharaan kapal itu memang harus berkala,” papar Affandi.

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Foto: Contoh Produk Kapal Buatan PT Daya Radar Utama / Dok: indotrading.com

Dari segi pemasaran, Affandi mengatakan bahwa perusahaannya masih fokus menyasar pasar dalam negeri. Alasannya ialah karena pasar dalam negeri masih potensial. Selain itu, sasarannya pun cukup beragam, bisa dari perusahaan swasta, BUMN, bahkan lembaga pemerintah.

“Kita masih memasarkan produk kita di dalam negeri karena di dalam negeri sendiri cukup potensial.  Sedangkan untuk kapal-kapal konversi atau perubahan kapal, kita sudah pernah menyelesaikan untuk konversi kapal milik Singapura. Karena potensi pembangunan kapal semakin banyak, jadi kita masih menangani di dalam negeri,” papar Affandi.

Baca juga: Jadi Miliuner, 4 Pengusaha Ini Dulunya Pernah Hidup Susah

Untuk lebih memajukan perusahaannya, Affandi mengatakan bahwa inovasi harus terus dilakukan. Hal ini bertujuan agar perusahaannya semakin berkembang di masa depan.

“Kita selalu berinovasi. Kalau kita cuma begitu-begitu saja, ya akan termakan dengan perkembangan zaman. Jadi harus keluarkan ide-ide baru. Nah, kemudian ide-ide baru itu kita tawarkan kepada market. Untuk mengaplikasikan ide-ide itu, kita harus bisa beradaptasi dengan desainer-desainer dari luar negeri. Itu yang terus dipelajari,” pungkas Affandi.

 

Reporter: Kumi Laila          Penulis: Erlin Dyah Pratiwi

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 9 Type Rubber Fender untuk Dermaga dan Kapal di Indonesia - Inspirasi Bisnis Anda | Indotrading News

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top