Berita

Keuntungan Investasi Reksa Dana yang Belum Banyak Diketahui

investasi reksa dana

Investasi reksa dana secara online: bagaimana caranya? 

Banyak orang yang tertarik untuk menekuni investasi reksa dana namun tidak tahu bagaimana mereka harus memulainya. Padahal langkahnya sangat mudah dan bisa dilakukan secara online baik itu di rumah, di kantor dan dimana saja. Sadarnya akan berinvestasi pada generasi muda merupakan cara untuk mempertahankan atau meningkatkan nilai kekayaan mereka agar tidak terkuras oleh inflasi. 

Berinvestasi juga merupakan langkah fundamental yang bertujuan menjaga kondisi finansial kita tetap sehat. Lebih dari itu, melakukan investasi akan membuat individu bisa memperoleh dana surplus secara terus menerus guna memproteksi dari ancaman kondisi yang seketika bisa habis dalam waktu singkat. Situasi melek finansial mendorong masyarakat untuk menentukan instrumen investasi mana yang tepat dengan kebutuhan dan kemampuannya. Salah satu yang menjadi banyak pilihan adalah reksa dana. 

Apa itu investasi reksa dana?

Reksa dana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk mengumpulkan dana dari pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Portofolio efek itu sendiri adalah sekumpulan efek yang secara selektif dipilih oleh manajer investasi. Kumpulan efek tersebut bisa berupa surat berharga komersial, saham, obligasi, unit penyertaan kontrak, investasi kolektif hingga deposito. 

Nah, masing-masing manajer investasi akan bertindak secara berbeda dalam mengkomposisikan portofolio milik pemodal. Biasanya, pembentukan reksa dana tergantung dari jenis yang ditawarkan. 

Bagaimana cara sistem kerja investasi reksa dana?

cara investasi reksa dana

Terdapat beberapa pihak yang terlibat dalam proses investasi reksa dana, yaitu perusahaan manajer investasi, investor, bank kustodian, agen penjual reksa dana dan OJK. Seperti yang sudah dijelaskan, reksa dana dirancang sebagai wadah terkumpulnya dana pemodal. Agen penjual yang menawarkan reksa dana bisa datang dari bank atau platform online yang sudah banyak tersebar. Masing-masing agen wajib mengantongi izin resmi dari pihak OJK untuk menjual reksa dana, yang kemudian pihak pemodal akan menghubungi agen penjual dan melakukan transaksi reksa dana yang diinginkan.

Baca juga: Pilihan Investasi Minim Risiko di Hari Tua

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Setiap reksa dana yang dijual akan dihitung dalam bentuk satuan unit penyertaan. Untuk harga unit penyertaan investasi reksa dana disebut dengan istilah NAB (Nilai Aktiva Bersih). Contohnya, jika nilai NAB per unit reksa dana A dijual seharga Rp500, maka satu unit reksa dana A sama dengan Rp500. Gambaran ini persis dengan penyertaan yang terdapat pada per lembar saham. 

Kemudian setiap dana penyertaan milik pemodal tersebut dicatat pada rekening dana investor (RDI) yang dibuat oleh pihak bank kustodian. Yang kemudian akan kembali diteruskan oleh manajer investasi untuk dikelola. Setiap pemodal akan berhak memperoleh keuntungan dari investasi reksa dana yang diajukan, berdasarkan kesepakatan yang telah disetujui antara kedua pihak (pemodal and manajer investasi).

Bank Kustodian

Bank kustodian merupakan bank yang mewakili pemegang rekening investasi dan menyediakan jasa penitipan efek, penerimaan dividen, bunga dan setiap transaksi efek. Masing-masing transaksi akan dicatat oleh bank kustodian, sekaligus keuntungan yang dihasilkan untuk pemodal pada RDI. Tentu, keberadaan bank kustodian pun diawasi penuh oleh OJK. Umumnya, bank kustodian di Indonesia merupakan bank-bank umum seperti BCA, Mandiri, Permata, BRI dan lain-lain. 

Bagi para pemodal, mereka juga bisa memantau perkembangan NAB per unit penyertaan reksa dana melalui platform yang difasilitasi oleh agen penjualan. Sehingga para pemodal bisa mudah mengambil keputusan untuk menjual atau membeli unit penyertaan investasi reksa dana mereka.

Jenis-Jenis Reksa Dana

Sebelum Anda berniat terjun pada investasi reksa dana, pastikan Anda mengenal apa saja jenis-jenis reksa dana seperti berikut ini:

     1. Reksa dana pasar uang

Jenis ini terdiri dari efek jangka pendek yang minim resiko, dimana komposisinya berupa 100% deposito, obligasi negara dan obligasi swasta. Namun, dengan minimnya resiko maka total imbal (return) yang akan diperoleh pun cenderung kecil.

      2. Reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pendapatan tetap merupakan jenis yang 80% komposisinya berupa obligasi milik negara, sedangkan sisanya adalah obligasi perusahaan dan deposito.

      3. Reksa dana saham

Berbeda dari kedua jenis sebelumnya, reksa dana saham memiliki komposisi 80% berupa saham, dengan sisanya yang berupa obligasi dan pasar uang. Jenis reksa dana ini tentu akan memberikan timbal yang lebih besar, namun dengan resiko yang besar pula.

      4. Reksa dana campuran

Untuk reksa dana campuran merupakan jenis yang terdiri dari berbagai komposisi yakni saham, obligasi dan pasar uang. Presentasi komposisinya pun dapat berbeda tergantung penawaran dari manajer investasi.

      5. Reksa dana indeks dan ETF

Terakhir adalah reksa dana indeks dan ETF, yakni jenis yang mengacu pada indeks saham. Sehingga naik turunnya pergerakan indeks akan mempengaruhi naik turunnya pergerakan harga reksa dana dan ETF. 

Lalu, Apa Saja Keuntungan dan Kerugian Berinvestasi pada Reksa Dana?

keuntungan & kekurangan investasi reksa dana

Kelebihan

  • Resiko investasi lebih rendah dibanding instrumen investasi lainnya karena dipegang oleh para manajer yang profesional.
  • Tingkat likuiditas reksa dana tergolong tinggi yang berarti mudah untuk diperjual belikan.
  • Penempatan dana tidak hanya fokus di satu efek, melainkan di banyak efek sehingga resiko semakin minim.
  • Penyampaian informasi yang transparan, mudah dan dapat diakses pada fund fact sheet.
  • Biaya investasi yang rendah.

Kekurangan

  • Sama dengan saham, pembelian atau penjualan reksa dana akan dikenakan biaya tambahan (subscription fee dan redemption fee).
  • Pemerolehan return pada investasi reksa dana tidak akan sebesar investasi saham walaupun Anda menggunakan reksa dana saham.
  • Secara umum pergerakan harga reksa dana cenderung lambat atau turun.

Cara Berinvestasi Reksa Dana secara Online

Hadirnya platform online investasi reksa dana telah memberikan kemudahan bagi siapa pun untuk memulainya sekarang. Begini tahap-tahapnya:

  1. Pilih salah satu platform

Saat ini telah banyak sekali aneka macam platform jual beli reksa dana online yang telah tercatat resmi oleh OJK. Anda pun bisa melihat daftar lengkapnya pada laman resmi OJK. Telusuri satu per satu dan cari tahu informasi keseluruhan mengenai layanan apa saja yang ditawarkan oleh platform tersebut. Anda juga bisa bertanya dengan teman atau keluarga Anda yang berpengalaman pada investasi ini.

  1. Daftarkan diri Anda saat membuat akun, Single Investor Identification (SID) dan rekening dana investasi (RDI). 

Secara umum hampir masing-masing platform telah menyediakan sistem pendaftaran sekaligus, sehingga Anda sebagai investor sudah bisa memperoleh SID dan memperoleh RDI. Untuk nomor tunggal identitas pemodal (SID) merupakan kode tunggal yang diterbitkan secara khusus oleh pihak PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai identitas investor. Sedangkan RDI berfungsi sebagai rekening tempat Anda menempatkan dana untuk membeli dan menjual reksa dana, saham dan obligasi.

Dari setiap platform biasanya mencanangkan prosedur berbeda, ada yang secara total dilakukan online, ada pula yang perlu melakukan pengiriman formulir pembukaan rekening yang telah dilengkapi materi dan tanda tangan Anda.

  1. Lakukan deposit awal sebagai langkah pertama berinvestasi reksa dana

Setelah Anda telah mendaftarkan diri dan memperoleh SID dan RDI, berikutnya adalah Anda perlu mengkonfirmasi melalui email yang dikirimkan oleh pihak platform. Jika sudah terkonfirmasi, maka Anda akan diminta untuk melakukan deposit awal dan mengirimkan sejumlah dana ke RDI yang kemudian menjadi sumber untuk bisa berinvestasi reksa dana.

  1. Tentukan reksa dana yang ingin Anda beli

Platform online akan memfasilitasi Anda dengan jejeran daftar reksa dana yang diperjualbelikan. Mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, saham, campuran dan ETF. Dalam tahapan pembelian reksa dana biasanya dilakukan melalui beberapa kriteria seperti pergerakan NAB atau NAV selama 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun hingga lebih dari 10 tahun.

Terdapat pula penilaian yang disediakan oleh platform berdasarkan return dan risk. Unggulnya lagi, platform juga menyediakan screener untuk Anda bisa memilih reksa dana yang sekiranya sesuai. Setelah menemukan yang sesuai, Anda bisa segera melakukan pembelian dan menyertakan jumlah unit yang Anda inginkan.

  1. Pantau perkembangan NAB reksa dana Anda

Perkembangan reksa dana Anda perlu untuk dipantau secara berkala. Bisa per bulan, per 3 bulan atau jangka-jangka tertentu. Dengan memantau perkembangan setiap waktunya, maka Anda bisa mudah menentukan apakah perlu melakukan pembelian lagi atau justru menjualnya. Setiap hasil perkembangannya bisa Anda cek pada fund factsheet yang tersedia di platform online.

Baca juga: Pahami Dulu 4 Risiko Ini Sebelum Berinvestasi Saham

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top