Insight

Mengenal 15 Jenis dan Fungsi Gelas Kimia Secara Lengkap

Kali ini Tim News Indotrading akan membahas mengenai fungsi gelas kimia berdasarkan jenis nya. Anda dapat menemukan berbagai macam gelas kimia dengan harga dan kualitas terbaik di Indotrading!

Pada proses penelitian laboratorium, penggunaan gelas kimia tidak dapat dipisahkan atau dihilangkan. Keberadaannya menjadi sangat penting mengingat berbagai proses pembuatan larutan zat kimia dilakukan di dalam gelas kimia.

Dalam kata lain, gelas kimia merupakan salah satu jenis alat laboratorium yang digunakan sebagai wadah berbagai fungsi pada proses penelitian laboratorium kimia.

Umumnya gelas kimia terbuat dari kaca tahan panas yang memiliki kemampuan untuk menahan panasnya reaksi dari pencampuran larutan zat kimia pada proses penelitian.

Baca Juga : Cara Menggunakan PH Meter Digital yang Benar dan Jenisnya

Jenis dan Fungsi Gelas Kimia

1. Labu Ukur

Labu ukur merupakan jenis kimia yang memiliki bentuk memanjang dengan bagian bawah lebar seperti labu sebagai tatakan, dan dilengkapi penutup untuk bagian leher panjangnya.

Labu ukur berfungsi sebagai wadah untuk membuat larutan kimia pada volume yang telah ditentukan.

Selain dilengkapi penutup leher gelas untuk menjaga keamanan proses pembuatan larutan kimia, labu ukur juga memiliki variasi ukuran dalam gelasnya. Umumnya labu variasi ukuran labu ukur diantaranya, 25 ml, 50 ml, dan 100 ml.

2. Corong Kaca

Pada umumnya dalam dunia penelitian laboratorium, corong berdasarkan materialnya terbagi menjadi dua yaitu corong yang terbuat dari plastic atau mika, dan corong yang terbuat dari gelas kaca.

Corong yang terbuat dari gelas kaca memiliki bentuk kerucut memanjang yang biasanya digunakan sebagai pemindah zat kimia dari satu wadah ke yang lainnya.

Jenis corong kaca memiliki ukuran khusus. Ukuran umum untuk corong kaca diantaranya berkelipatan 5 dimulai dari 25 ml, 50 ml, 75 ml, 100 ml, 120 ml, 150 ml.

3. Pipet ukur

Pipet termasuk kedalam jenis gelas kimia, hanya saja ukuran nya memanjang ramping dan lebih kecil.

Digunakan sebagai alat ukur untuk memindahkan larutan yang volumenya sudah disesuaikan, pipet juga memiliki tingkatan ukuran dalam gelasnya.

Umumnya, variasi ukuran pada pipet yang mudah ditemukan biasanya mulai dari ukuran 1 ml hingga 10 ml. Meskipun begitu, pipet juga memiliki kapasitas besar. Ukuran paling besar gelas pipet adalah 50 ml.

4. Tabung Reaksi

Meskipun memiliki nama pasar tabung, Tabung Reaksi juga masuk ke dalam jenis gelas kimia yang keberadaannya penting dalam dunia penelitian laboratorium.

Tabung reaksi merupakan kaca bening tahan panas yang memiliki bentuk silinder dengan bagian bawah setengah bulat yang biasanya diletakan di rak tabung berbentuk U.

Tabung reaksi digunakan sebagai wadah uji kualitatif suatu sampel larutan kimia, dan juga wadah pemanasan zat kimia dalam jumlah kecil.

Ukuran tabung reaktif pada umumnya sebesar jari tangan orang dewasa. Dalam cm ukuran panjang tabung reaktif biasanya 11, 12, 14,15, 16, 23 dengan diameter yang beragam juga diantaranya 1, 1.2, 1.6, 1.9, 2.2.

5. Buret

Buret merupakan jenis gelas kimia yang berbentuk tabung dari kaca tahan panas yang lurus dan panjang dan bagian bawah yang runcing serta dilengkapi fitur garis ukur dan kran pengatur intensitas tetesan cairan.

Dalam keperluan laboratorium kimia, penggunaan buret mirip dengan pipet, yaitu digunakan untuk memindahkan cairan kimia. Hanya saja, lebih spesifik, buret digunakan ketika hendak memindahkan cairan atau larutan kimia dengan menggunakan teknik titrasi.

Biasanya, ukuran buret diklasifikasikan menjadi tiga yaitu; makro (0.1 – 50 ml), semi mikro ( 0.05 – 25 ml) dan juga ukuran mikro (0.02 – 10 ml, dan 0.01 – 5 ml).

6. Gelas Beaker

Gelas beaker merupakan jenis gelas kimia yang juga dikenal dengan sebutan lain gelas piala. Gelas ini berbentuk silinder dengan bentuk permukaan atau bentuk dasar yang rata, juga beberapa dari gelas beaker memiliki leher atau paruh kecil pada ujung kepalanya untuk memudahkan pemindahan cairan.

Gelas kimia beaker berfungsi sebagai wadah penampung pada proses pembuatan, pengadukan, atau pencampuran larutan kimia.

Ukuran Gelas beaker bervariasi mulai dari ukuran ml, hingga ukuran liter. Namun gelas beaker yang banyak digunakan diantaranya berukuran 50 ml, 100 ml, 150 ml, dan 250 ml.

7. Erlenmeyer

Gelas kimia selanjutnya adalah Erlenmeyer. Erlenmeyer merupakan gelas kimia yang memiliki bentuk kerucut dengan dasar datar dan lebar serta sisi yang melengkung ke atas.

Fungsi gelas kimia Erlenmeyer diantaranya sebagai wadah pengaduk dan pencampur bahan analisa kimia dan tempat melakukan proses titrasi kimia.

Erlenmeyer memiliki variasi ukuran yang juga beragam, diantaranya berukuran 25 ml, 50 ml, 125 ml, 250 ml, 500 ml, hingga 1000 ml. Namun ukuran yang paling banyak digunakan pada proses penelitian laboratorium adalah Erlenmeyer berukuran 250 ml dan 500 ml.

Baca Juga : Mengenal Centrifuge, Peranti Fungsional yang Biasa Digunakan di Laboratorium

8. Gelas Ukur

Gelas ukur, merupakan jenis gelas kimia yang paling banyak diketahui karena paling banyak digunakan dan ditemukan di laboratorium.

Umumnya, gelas ukur yang sering ditemukan di laboratorium adalah jenis gelas ukur yang berbentuk silinder dengan bahan polycarbonate.

Fungsi gelas kimia yang satu ini mirip dengan gelas kimia lainnya, yaitu sebagai wadah pencampuran larutan kimia.

Hanya saja, bahannya yang terbuat dari polycarbonate yang tidak tahan panas, gelas ukur ini lebih digunakan untuk larutan yang memiliki akurasi rendah.

9. Corong Pisah

Corong pisah merupakan salah satu jenis gelas kimia yang memiliki bentuk seperti tabung dengan bagian atas besar dan bagian dasar kecil serta dilengkapi dengan penutup untuk bagian kepalanya.

Fungsi gelas kimia corong pisah lebih kompleks dibandingkan gelas kimia lainnya. Fungsi gelas kimia satu ini adalah sebagai wadah untuk mengekstraksi zat kimia yang hendak dipisahkan dari larutan yang memiliki zat kelarutan yang berbeda.

Dengan kata lain, corong pisah digunakan untuk memindahkan dua massa jenis larutan zat yang berbeda.

Ukuran gelas kimia yang memiliki fungsi kompleks ini sama seperti gelas kimia tipe corong pada umumnya yaitu, 25 ml, 50 ml, 75 ml, 100 ml, 120 ml, 150 ml.

10. Desikator

Desikator merupakan gelas kimia yang terbuat dari kaca transparan tahan panas yang didalamnya berisikan gel silika.

Fungsi gelas kimia desikator adalah sebagai wadah menyimpan bahan kimia sebelum ditimbang dan disesuaikan volumenya.

Gelas kimia ini diklasifikan ke dalam dua tipe; desikator biasa, desikator yang tidak memiliki fitur tambahan dan desikator vakum, desikator yang memiliki tambahan fitur katup pada bagian tutupnya.

11. Piknometer

Piknometer merupakan gelas kimia yang memiliki bentuk kecil dengan ukuran volume yang sudah ditentukan yaitu 25 ml.

Fungsi gelas kimia ini sebagai wadah untuk mengukur berat jenis zat cair yang penggunaannya tidak dapat dipisahkan dari neraca analitik atau timbangan lain sejenisnya.

12. Gelas Arloji

Gelas yang satu ini juga sangat banyak ditemukan di laboratorium dalam proses penelitian. Gelas kimia arloji memiliki bentuk bulat yang terbuat dari kaca transparan tahan panas.

Fungsi gelas kimia arloji tidak lain sebagai wadah untuk memanaskan zat kimia dengan suhu tinggi.

Gelas kimia yang juga memiliki variasi bentuk seperti piring ini memiliki ukuran kapasitas mulai dari 50 ml – 2000 ml.

13. Corong Buchner

Corong Buchner disebut juga sebagai gelas borosilikat. Gelas ini memiliki bentuk lingkaran dengan ujung kerucut yang penggunaannya berdampingan dengan labu hisap atau labu ukur.

Fungsi gelas kimia tipe corong buchner ini adalah sebagai alat cepat penyaringan larutan. Corong buchner akan bekerja lebih optimal pada larutan yang memiliki sifat mudah menguap.

Corong Buchner umumnya memiliki diameter antara 26-388 mm dan memiliki pori kasar yang berfungsi sebagai saringan.

14. Krus (Crucible)

Gelas kimia Krus merupakan jenis gelas yang memiliki bentuk hampir mirip dengan gelas kimia tipe arloji yaitu bentuk lingkaran dengan variasi tinggi yang berbeda.

Fungsi gelas kimia krus (Crucible) adalah sebagai wadah untuk membakar atau menggabungkan zat pada analisis gravimetri.

Umumnya, krus (Crucible) memiliki ukuran kapasitas mulai dari 2 ml – 250 ml yang mudah ditemukan di pasaran sebagai alat laboratorium.

15. Cawan Porselin

Cawan Porselin memiliki bentuk mirip dengan krus dan gelas arloji, hanya saja ukurannya lebih lebar dan lebih pendek. Bentuk cawan porselin lebih mirip dengan bentuk sebuah mangkuk kecil.

Seperti namanya cawan porselin, fungsi gelas kimia ini adalah sebagai wadah untuk menguapkan cairan pada suhu yang tidak terlalu tinggi.

Variasi ukuran kapasitas dari cawan porselin beragam mulai dari 4 ml hingga kapasitas yang paling besar yaitu 2900 ml.

Demikianlah pembahasan mengenai fungsi gelas kimia berdasarkan jenisnya. Perlu diketahui bahwa walaupun banyak memiliki kesamaan pada fungsinya, namun berbagai jenis gelas kimia tersebut memiliki fungsi dan spesialisasi khusus dalam penggunaannya.

Baca Juga: Lindungi Wajah Maksimal, Berikut 5 Rekomendasi Supplier Face Shield Terpercaya di Indonesia

Anda dapat menemukan berbagai produk gelas kimia terbaik dari Supplier terpercaya di Indotrading!

To Top