Insight

Simak Cara Setting Mesin Las MIG Bagi Pemula

cara setting mesin las mig

Cara setting mesin las mig bagi pemula tentu gampang-gampang susah. Apalagi bagi pemula yang sama sekali belum pernah melihat mesin las MIG, apalagi menggunakannya. Salah menggunakan tanpa memperhatikan cara yang benar, tentu akan berpengaruh pada hasil las yang ingin dicapai.

Tutorial Awal

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengelas, yaitu memperhatikan kebersihan objek yang akan di las. Bersihkan objek yang hendak di las, baik dari karat, oli, atau bahkan debu. Hal ini penting karena akan berpengaruh pada kualitas pengelasan yang anda lakukan.

Cara setting mesin las MIG  adalah dengan menyesuaikan tekanan gas CO2 yang dikeluarkan. Tekanan gas ini harus berkisar antara 20 sampai 30 kubik. Jangan terlalu rendah apalagi terlalu tinggi ya. Tekanan ini bisa dilihat di alat pengukurnya.

Setelah mengatur tekanan gas CO2 yang dikeluarkan, selanjutnya atur kecepatan kawat lasnya. Seluruh mesin las MIG memiliki pengaturan untuk mengatur kecepatan putaran kawat lasnya.

Biasanya tertulis dari angka 1 sampai 10. Semakin tipis besi yang hendak di las, maka semakin kecil juga setting kecepatan yang harus dipilih.

Baca juga : Rekomendasi 7 Mesin Las Terbaik untuk Bisnis

Posisi Saat Mengelas

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah posisi obor las yang digunakan untuk mengelas saat menempel di objek las.

Mempelajari posisi ini penting karena setiap sudut obor yang diterapkan saat mengelas akan mempengaruhi tingkat kedalaman kawat las sehingga kawat las dapat masuk dan bersatu dengan objek las.

Sehingga, semakin dalam kawat las bersatu dengan objek yang di las, maka akan tersambung dengan kuat. Begitupun sebaliknya, ketika kawat las bersatu kurang dalam, maka sambungan las akan lemah dan mudah patah.

Posisi mengelas ini juga perlu memperhatikan dua hal, yaitu ketebalan besi yang dilas dan jenis sudut yang akan di las.

Pertama adalah ketebalan besi yang dilas. Besi yang tipis akan mudah berlubang, jadi anda perlu menjaga jarak dengan baik saat mengelas.

Jangan terlalu mendekatkan ujung kawat las dengan objek benda, cukup sekitar 3 – 4 mm saja, dan buat sudut sekitar 10 – 15 derajat saat mengelas. Sedangkan untuk besi yang tebal, anda bisa mengelasnya lebih dalam dan lebih menempel sekitar 1 – 3 mm.

Kedua, sudut besi yang akan dilas. Maksud sudut disini adalah objek seperti apa yang hendak digabungkan, apakah sambungan tipe butt, T, LAP, edge, atau corner.

Untuk mengelas tipe T dan LAP, maka sudut pengelasan harus disesuaikan lebih miring sekitar 50 derajat. Sedangkan mengelas tipe Edge, Butt, dan Corner, bisa anda tegakkan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Baca juga : Begini Cara Memilih Mesin Las Tig

Teknik Menggunakan Las MIG

Terdapat 3 teknik umum yang dilakukan orang-orang untuk mengelas suatu objek, yaitu:

1. Teknik Las Spiral

Pertama, teknik pengelasan spiral dilakukan dengan membuat alur seperti bentuk spiral, yaitu membuat alur putaran dengan waktu yang konsisten.

Tingkat kesulitan teknik ini adalah sedang atau menengah, karena harus menyesuaikan waktu jeda yang konsisten saat memutar obor las untuk mendapatkan hasil las yang maksimal.

2. Teknik Las Zig – zag

Kedua, teknik pengelasan zig-zag. Ini adalah teknik paling umum yang digunakan. Apalagi bagi pengelas pemula, karena tingkat kesulitannya tidak begitu tinggi. Kemudahan ini karena dalam mengatur jeda waktu pindah pengelasan lebih mudah sehingga lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara penghitungan yang digunakan adalah dengan menghitung satu-dua secara konsisten. Hal ini lebih sederhana dibanding menghitung melalui pernafasan.

3. Teknik Las Segitiga

Ketiga, adalah teknik paling sulit, yaitu teknik segitiga. Teknik segitiga adalah teknik mengelas dengan menggunakan sudut segitiga. Karena menggunakan sudut, maka inilah yang membuat teknik ini lebih sulit dibanding teknik yang lain.

Apalagi, segitiga memiliki 3 titik, yang berarti anda perlu menghitung 3 kali secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Resiko yang akan terjadi ketika mengelas terlalu lama, maka objek las justru akan luber.

Jadi gunakan waktu tidak lebih dari satu detik dalam memindahkan tiap-tiap titiknya. Setidaknya 0,5 atau 0,8 detik.

Baca juga : Jenis – jenis Mesin Las Listrik dan Penjelasannya

Tipe Mesin Las MIG

Terdapat berbagai macam mesin las MIG dari berbagai tipe bahkan merk. Bagi anda yang ingin membeli mesin las MIG, anda bisa melakukan survey awal di internet. Anda bisa langsung mengunjungi indotrading.com untuk mendapatkannya.

Anda cukup memasukkan keyword berupa ‘mesin las MIG’ di bagian kolom pencarian, lalu akan muncul berbagai jenis mesin las MIG yang dapat anda pilih sesuai kebutuhan.

Terdapat berbagai tipe mesin las MIG dengan berbagai bentuk. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki tiap-tiap mesin, bisa anda jadikan sebagai pertimbangan sebelum membeli.

Beberapa mesin las MIG yang ditawarkan di Indotrading adalah Mesin Las MIG HEI VI SILVERMIG 419, Mesin Las MIG MAG Series, Mesin Las Dual MIG, Mesin Las MIG MAG 500N, Mesin Las MIG 160A Redbo, Mesin Las MIG Cigweld, Mesin Las MIG MAG Thyristor, dan berbagai jenis mesin las MIG lain.

Cara setting mesin las MIG yang telah dipaparkan semoga dapat membantu anda yang masih pemula dalam hal pengelasan ya. Agar mendapatkan hasil las yang maksimal, anda cukup dengan mempraktekkannya dengan baik, termasuk hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengelas objek yang akan di las.

Dalam memilih teknik pengelasan, anda dapat memilih teknik paling mudah sebagai permulaan, yaitu teknik pengelasan zig-zag. Setelah itu, anda dapat beralih ke teknik yang lebih sulit tahap demi tahap.

To Top