Economy and Business

5 Kesalahan Pemasaran Terburuk yang Tidak Boleh Dilakukan

Meskipun melakukan kesalahan bisa dibilang suatu kewajaran. Namun, Anda tetap perlu menghindari beberapa kesalahan dalam bisnis, khususnya di bidang pemasaran agar bisnis tak lantas berakhir dengan kebangkrutan.

Sebelum berhasil meraih kesuksesan, banyak entrepreneur yang telah melakukan berbagai kesalahan dalam perjalanan bisnisnya. Mereka berproses dan belajar dari pengalaman atas kesalahan yang telah dilakukan agar bisnis lebih berkembang di masa mendatang. Faktanya, banyak entrepreneur yang justru mendapatkan feedback positif dari kesalahan yang pernah dilakukan. Agar bisnis Anda tak berakhir dengan kebangkrutan, 5 kesalahan pemasaran terburuk ini tidak boleh dilakukan:

  1. Mengabaikan Brand Saat Memasarkan Produk

Man with a Notepaper with Brand Concept

Memasarkan bisnis tanpa brand bisa diibaratkan seperti mengundang orang untuk datang ke pesta, namun Anda tak menyertakan alamatnya. Sebuah hal yang sia-sia belaka bukan? Brand Anda merupakan identitas untuk menarik konsumen, baik konsumen baru maupun konsumen lama. Oleh karenanya, jangan lupa untuk selalu menyertakan brand  dalam produk yang Anda jual.

Ketika seseorang melihat brand Anda dengan memperhatikan logo perusahaan atau produk yang ditawarkan, pikiran mereka akan membentuk sebuah opini tentang karakteristik tertentu. Tanpa brand, bisnis Anda hanya akan lewat begitu saja dalam benak orang lain karena tidak memiliki kesan atau tidak ada hal yang membekas dalam pikiran mereka.

Kunci untuk menanamkan brand Anda di dalam alam bawah sadar orang lain ialah dengan membangun koneksi dengan banyak orang. Semakin banyak koneksi yang dibangun, semakin brand Anda dikenal lebih banyak orang. Tentu saja, kemungkinan mereka untuk membeli produk Anda juga akan jauh lebih besar. Jangan lupa juga untuk terus menggali dan menonjolkan keunikan produk yang Anda jual.

Meski demikian, penyebaran brand dari mulut ke mulut selalu lebih ampuh dibandingkan dengan iklan berbayar apapun. Namun tanpa adanya konsistensi, Anda tidak akan mampu membangun relasi.

Baca juga: 10 Taktik Pemasaran Tepat Sasaran yang Tak Menghabiskan Banyak Uang

 

  1. Menawarkan Produk Kepada Semua Orang

menawarkan produkPerlu dipahami bahwa tidak semua orang dapat membeli produk yang Anda jual. Setiap orang memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda. Daripada melakukan hal yang sia-sia dengan menawarkan produk kepada orang yang belum tentu membutuhkan atau menginginkannya, lebih baik Anda fokus kepada konsumen yang benar-benar menginginkan dan membutuhkan produk Anda.

Para pebisnis profesional selalu mengutamakan spesifikasi bisnis sehingga mereka memiliki target yang akurat terhadap pangsa pasar tertentu. Untuk mampu bertahan dalam sengitnya persaingan bisnis, produk Anda harus memiliki keunikan.

 

  1. Membuat Asumsi terhadap Konsumen

asumsi terhadap konsumen

Beberapa orang yang berkecimpung dalam dunia marketing sudah memahami bahwa mereka harus membuat segmentasi yang spesifik terhadap konsumen meskipun hal itu belum dilakukan secara efektif. Seorang marketer kadang memberikan asumsi yang terlalu luas tentang konsumennya dibandingkan dengan bergantung pada data atau riset yang valid.

Untuk menghindari atau mengurangi asumsi terhadap pekerjaan, biasakanlah untuk mempertanyakan setiap asumsi yang muncul dalam pikiran Anda. Lebih baik jika gunakan data sebagai dasar karena data merupakan satu-satunya jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai sebuah ketepatan.

Baca juga: 5 Cara agar Konsumen Tertarik Membeli Produk Anda

 

  1. Berinvestasi Tidak Sesuai Porsi

investasi tidak sesuai porsi

Agar berhasil dalam sebuah investasi iklan pemasaran, dibutuhkan keseimbangan sekaligus kehati-hatian. Berinvestasi terlalu banyak dalam sebuah program pemasaran tanpa memahami target konsumen akan membuat modal Anda terbuang percuma.

Tanpa melakukan uji coba sebelumnya, Anda tidak akan mengetahui platform mana yang bisa menghasilkan keuntungan terbaik. Hindari untuk melakukan investasi secara gambling yang Anda pikir akan berhasil, nemun tak juga menunjukkan tanda-tanda datangnya keuntungan yang nyata.

Sebaliknya jika terlalu sedikit berinvestasi, Anda tidak bisa meraih hasil atau keuntungan yang cukup banyak. Terlebih lagi, Anda tidak akan mendapatkan banyak data mengenai eksperimen yang dilakukan sehingga kesimpulan yang ditarik menjadi kurang valid.

 

  1. Gagal dalam Melakukan Eksperimen

Crazy scientist. Young boy performing experiments

Pemasaran layaknya permainan untuk melakukan pengaturan ulang terhadap ekspektasi yang sudah dibuat. Untuk mendekati strategi pemasaran yang sempurna, cara terbaik yang bisa dilakukan ialah dengan bereksperimen. Cobalah hal-hal baru tentang strategi yang telah dibuat sehingga Anda dapat melihat mana strategi yang berhasil dan mana yang gagal.

Jika Anda tidak aktif dalam melakukan eksperimen, Anda tidak akan bisa berimprovisasi sehingga bisnis Anda akan tetap stagnan dalam jangka waktu yang panjang. Jangan pernah menghentikan sebuah strategi kecuali jika Anda dapat membuktikan bahwa strategi tersebut tidak efektif. (leo/editor: erlin)

Baca juga: 7 Langkah Membangun Branding Bernilai Tinggi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top