Berita

Produk Furnitur RI Ludes Dijual di Dubai

Produk furniture Indonesia sangat diminati oleh masyarakat di luar negeri. Buktinya, Indonesia berhasil meraup transaksi perdagangan hingga US$ 9,95 juta saat pameran Beautyworld Middle East 2016 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) 23-26 Mei 2016.

“Di tengah lesunya ekonomi dunia saat ini, booth Indonesia tetap diserbu dan diminati para buyer. Indonesia memperoleh potensi total transaksi mengejutkan, yaitu US$ 9,95 juta,” tutur Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, Gusmalinda Sari, Senin (6/6/2016).

Ia menambahkan pembeli furnitur asal Indonesia tidak hanya didominasi oleh masyarakat Dubai. Tetapi juga datang dari negara Arab Saudi, Qatar, Lebanon, Kuwait, dan beberapa negara dari kawasan Afrika.

Gusmalinda mengatakan hampir semua transaksi diperoleh dari pembelian langsung selama pameran hingga produk-produk furnitur Indonesia nyaris ludes diborong oleh para buyer. Selain itu, banyak juga permintaan untuk mengisi hotel dan membangun vila, restoran, serta apartemen.

foto: Kementerian Perdagangan

Foto: Kementerian Perdagangan

“Sekarang ini, Dubai sedang dalam masa persiapan pembangunan hotel-hotel dan apartemen secara besar-besaran untuk Expo 2020 nanti. Pameran ini dapat dimanfaatkan oleh Indonesia sebagai pintu gerbang untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia ke UAE, serta menjadi bagian dari supplier Dubai,” tuturnya.

Terdapat 15 perusahaan furnitur dan kerajinan tangan asal Indonesia yang ikut serta dalam pameran ini. Ada 2 perusahaan yang difasilitasi oleh ITPC dan KJRI Dubai yaitu Mbiyen yang menampilkan furnitur dari bahan kayu daur ulang, dan Tiga Satria Perkasa yang menampilkan furnitur berbahan rotan sintetis.

Sedangkan 10 perusahaan lainnya difasilitasi oleh Kementerian Koperasi & UKM yaitu Casafa Community, PT Armindo Intercorp, Yuka Stone Art; Versaguna, PT Nuansa Porselen Indonesia, Bunga’s Bed Sheets; Jayakawentar, Home Décor dan Deboug. Selain itu, 2 perusahaan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung yaitu CV Viku Furniture dan Leatique. Sementara itu, 1 perusahaan yang berpartisipasi secara mandiri yaitu Integra Group.

Pameran ini merupakan pameran yang sangat potensial dan relevan untuk diikuti oleh pengusaha furnitur dan kerajinan tangan Indonesia. Diikuti oleh 726 peserta dari 50 negara di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan asal Indonesia dikunjungi 500 pengunjung. Selama empat hari pameran berlangsung, ada sekitar 50 inquiry yang diterima ITPC Dubai, diantaranya adalah permintaan untuk produk furnitur, desain ruangan, dan flooring.

 

Penulis   : Wiji Nurhayat

Editor     : Wiji Nurhayat

3 Comments

3 Comments

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    To Top