Insight

Ini Dia Bagian AVR yang Perlu Anda Ketahui untuk Menjaga Tegangan Listrik Genset Anda

Automatic Voltage Regulator

Ketika menggunakan mesin genset dalam memenuhi kebutuhan listrik. Maka penting juga untuk mengetahui Automatic Voltage Regulator. Keberadaan  Automatic Voltage Regulator sangat penting pada genset karena digunakan untuk menjaga kestabilan pasokan listrik, dan menjaga kinerja dari genset.

Memiliki peranan penting pada genset, membuat Automatic Voltage Regulator sangat dibutuhkan. Untuk memudahkan Anda mengetahui apa itu Automatic Voltage Regulator beserta pembahasan lainnya, pada kesempatan ini Tim Indotrading News akan membahas lebih lanjut hal-hal mengenai Automatic Voltage Regulator. Namun sebelum membaca lebih lanjut,  Anda dapat menemukan berbagai Automatic Voltage Regulator dari berbagai brand terpercaya di Indotrading.

Automatic Voltage Regulator

Automatic Voltage Regulator

Automatic Voltage Regulator atau yang sering disingkat AVG merupakan pengatur tegangan listrik. AVG sendiri memiliki fungsi untuk menjaga keseimbangan atau stabilitas voltase tegangan listrik dari sebuah genset ketika berhadapan dengan beban listrik yang kerap berubah-ubah saat menyuplai listrik ke seluruh peralatan-peralatan elektronik seperti ke kulkas, komputer, televisi ataupun berbagai macam peralatan lainnya.

Selain digunakan untuk keseimbangan tegangan listrik dari genset, AVG juga digunakan untuk pengatur tegangan untuk peralatan listrik lainnya yang dirancang untuk secara otomatis menjaga tegangan konstan. Pengatur tegangan dapat menggunakan desain umpan maju sederhana atau mungkin menyertakan umpan balik negatif. Ini mungkin menggunakan mekanisme elektromekanis, atau komponen elektronik.

Baca Juga:  Pentingnya Kegunaan UPS Sebagai Antisipasi Ketika Listrik Padam

Bagian–Bagian Automatic Voltage Regulator

Automatic Voltage Regulator yang digunakan umumnya memiliki beberapa bagian atau komponen, diantaranya sebagai berikut :

1. Sensing Circuit

Pada Sensing Circuit terdapat tiga phasa generator, ketegangan tiga phasa ini dikeluarkan 90R kemudian diarahkan searah dengan rangkaian diode dan diratakan oleh rangkaian kapasitor serta resistor. Tegangan pada bagian ini dapat diatur dengan Variable Resistant (VR). Dengan adanya sensing circuit pada AVR dapat membuat respon terhadap tegangan yang keluar dari generator akan berjalan lebih cepat.

2. Comparative Amplifier

Bagian AVR yang satu ini digunakan untuk membandingkan antara sensing circuit dengan set voltage. Besar sensing voltage umumnya  tidak memiliki nilai yang sama dengan set voltage sehingga terjadi selisih atau rentang pada tegangan tersebut. Selisih tegangan tersebut dinamakan error voltage. Error voltage dapat dihilangkan dengan cara memasang variable resistance (VR) pada set voltage dan sensing voltage.

3. Limited Circuit

Limited circuit merupakan bagian dari AVR yang berfungsi untuk menentukan pembatasan lebih atau kurangnya penguatan (excitation), serta mengatur  tegangan output pada sistem excitacy, VR125 untuk pembatas lebih dari keluaran terminal C6 dan VR126 yang berfungsi untuk membatasi minimal dari keluaran terminal C6.

4. Phase synchronizing circuit

Unit tyristor ini digunakan untuk mengontrol tegangan output thyristor AVR  dengan menggunakan sinyal kontrol yang diberikan pada gerbang thyristor dengan cara mengubah ukuran sudut sinyal pada gerbang thyristor AVR.

5. Thyristor Firing Circuit

Bagian AVR yang satu ini berfungsi untuk melengkapi thyristor untuk memberikan sinyal kontrol pada gerbang thyristor.

6. Dumping Circuit

Dumping circuit pada AVR, merupakan bagian AVR yang berfungsi untuk memberikan sensor ukuran penguatan tegangan dari AC exciter dan diberikan kepada amplifier circuit dengan dijadikan feedback masukan terminal OP301.

7. Unit thyristor

Bagian yang satu ini adalah susunan dari thyristor dan dioda. Unit ini berfungsi untuk sekring yang digunakan sebagai pengaman lebur, dan juga dilengkapi dengan indikator. Hal tersebut untuk memantau kerja dari thyristor yang dipasang pada bagian depan thyristor untuk tiap phase yang disusun paralel. Sehingga ketika terjadi kesalahan atau putus, salah satunya masih dapat beroperasi.

8. Minimum Excitation Limiter

Minimum Excitation limiter (MEL) adalah bagian dari AVR yang berfungsi untuk mencegah terjadinya output yang berlebihan pada generator. MEL juga berfungsi untuk menghambat adanya penambahan penguatan (excitacy) untuk meningkatkan tegangan terminal generator pada level konstan.

Saat ini, hampir semua genset memiliki komponen AVR, terutama bagi genset keluaran terbaru yang memiliki kapasitas 10 KVA ke atas. Jika Anda memiliki genset yang mengalami kerusakan pada AVR, pastikan terlebih dahulu apa merk genset yang Anda pakai, karena setiap merk memiliki AVR yang berbeda-beda dengan kualitas yang berbeda-beda pula.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Genset Portable Terbaik dan Berkualitas

Prinsip Kerja Automatic Voltage Regulator

Automatic Voltage Regulator

Prinsip kerja dari Automatic Voltage Regulator yaitu mengatur bagian arus penguatan atau sering disebut bagian excitacy pada bagian exciter.  Jika kondisi tegangan keluaran dari genset berada pada bagian bawah tegangan minimal, maka bagian AVR pada genset otomatis  dapat menaikkan besaran tegangan output dari genset sesuai kebutuhan. Begitu pula jika output tegangan dari genset terlalu tinggi, maka bagian sel volta akan menurunkannya. 

Cara Memasang Automatic Voltage Regulator Pada Genset

Setelah mengetahui bagian dan prinsip kerja dari AVR, berikut tips cara memasang AVG pada Genset:

  1. Pastikan berada ditempat yang kering ,dan terang untuk memasang AVR sekaligus menyalakan genset. Pemilihan tempat yang kering dilakukan untuk menghindari konsleting listrik.
  2. Buatlah 6 jalur kabel baru dengan serat halus dengan lebar 2,5 mm yang akan dipasang dari dinamo genset ke AVR.
  3. Patikan menggunakan kabel jalur terminal dinamo tipe N, R, S, dan T serta 2 kabel lainnya dengan tanda positif dan negatif di exciter.
  4. Setelah semua siap, pasang 4 kabel N, R, S, dan T ke terminal dinamo menggunakan kabel baru yang dibuat pada point pertama
  5. Jika sudah, sambungkan 2 kabel lainnya ke exciter sesuai dengan tanda positif dan negatif yang diberikan.
  6. Setelah semua kabel terpasang, Anda dapat menyalakan mesin genset dan mengatur voltage yang dibutuhkan pada AVR.

Penyebab Umum Kerusakan Automatic Voltage Regulator

1. Sekring Fuse AVR

Mengingat AVR merupakan alat yang digunakan untuk kestabilan tegangan listrik pada genset, umumnya bagian yang sering mengalami kerusakan adalah bagian sekring Fuse. Jika bagian ini putus, maka dapat membuat output tegangan, dan arus dari genset tidak bisa keluar. kerusakan tersebut dapat terjadi karena terjadi overload dari berbagai macam beban yang terpasang pada genset yang digunakan.

2. Arus Pendek 

Kerusakan AVR juga dapat terjadi karena terjadinya korsleting atau hubungan arus pendek pada peralatan listrik yang dipasang pada genset. Apabila hal tersebut tersebut terjadi, dapat memicu kebakaran pada AVR maupun genset itu sendiri.

Untuk mengatasi beberapa penyebab kerusakan tersebut Anda perlu melakukan pengecekan secara berkala dan membersihan bagian kumparan trafo AVR, dan bagian kawat pada AVR. Pastikan untuk membersihkan dengan kuas bersih, jika sudah dibersihkan Anda dapat melonggarkan bagian baut pengunci lengan yang digunakan untuk mengatur tegangan lalu tekan ke arah kumparan trafo dan kencangkan.

Itulah pembahasan mendalam mengenai Automatic Voltage Regulator. Anda dapat menemukan Automatic Voltage Regulator terbaik dari Supplier terpercaya dan berkualitas di Indotrading.

IndoTrading.com adalah Direktori Supplier No 1 Terbesar di Indonesia.

B2B Marketplace, B2B E-commerce, B2B, Pusat Distributor, Trading, Supplier, Agen, Grosir, Importir, Exportir dan Penyedia Jasa terlengkap di Indonesia.

© 2021 Indotrading.com. All Right Reserved.

To Top