Digital Marketing

6 Rahasia Melakukan Promosi Email Marketing yang Efektif

Email marketing merupakan salah satu media promosi binis yang dapat menjangkau banyak orang. Namun, seiring dengan berlalunya waktu, semakin banyak orang yang meningkatkan filterisasi terhadap email yang dikirim.

Meskipun email marketing menjadi salah satu media promosi yang cukup efektif, penggunaan email marketing benar-benar harus diperhatikan. Hindari mengirimkankan email setiap hari agar konsumen Anda tak menggunakan spam filter dan gmail promotion folder.

Semakin sering Anda mengirimkan email marketing kepada konsumen, semakin mereka rentan akan rasa bosan, kecuali jika Anda jeli menggunakan diksi yang menarik sehingga tidak akan membosankan. Hanya email yang betul-betul menarik yang akan dibaca konsumen.

Jika tetap menjalankan strategi pemasaran melalui email secara massal tanpa memperhatikan strategi, kemungkinan besar Anda merugi. Agar tak terlanjur menyesal, kami sajikan 6 solusi agar promosi melalui email marketing Anda lebih efektif:

  1. Gunakan Aplikasi GetResponse

Gambar 638
Promosi melalui email memiliki kelemahan yang sangat mendasar yaitu kita tidak bisa berinteraksi dengan tatap muka layaknya video conference. Terlebih lagi, promosi melalui email terkesan unresponsive atau lambat. Jarang sekali ada konsumen yang langsung membalas email promosi kepada pengirimnya.

Kita sama sekali tak dapat mengetahui apakah email yang dikirim ke konsumen benar-benar dibaca atau tidak. Aplikasi GetResponse mungkin bisa menjadi salah satu tools yang berguna untuk memonitor interaksi dengan konsumen. Dengan adanya aplikasi ini, Anda bisa mendapatkan notifikasi ketika email promosi yang dikirim telah dibuka, di-klik, atau di-subscribe.

Baca juga: 7 Langkah Membangun Branding Bernilai Tinggi

 

  1. Personalisasikan Konten dengan Data Konsumen

Gambar 639Seseorang yang sukses memasarkan produknya secara online pasti telah melakukan segmentasi konsumen untuk mendapatkan informasi detail sebagai cara untuk mempersonalisasi promosi email-nya. Penggalian informasi lebih dalam mengenai konsumen, bisa dilakukan melalui riset data diri konsumen lewat online.

Pilihlah data konsumen yang bisa menjadi prospek utama bisnis Anda. Buatlah konten iklan email yang selaras dengan data yang telah didapatkan. Secara psikologis, seseorang akan senang apabila diri mereka diapreasiasi oleh orang lain.

 

  1. Buatlah Subyek Email Semenarik Mungkin

Gambar 640

Banyaknya email yang masuk ke dalam inbox konsumen Anda setiap harinya membuat mereka jarang sekali membaca semua email yang masuk dengan seksama. Mereka kemudian memilih email yang mereka baca berdasarkan kebutuhan dan keunikan dari subyek email.

Ibarat sebuah buku, sebuah kalimat di bagian subyek email merupakan sebuah judul. Jika judulnya saja sudah tidak menarik, mana mungkin orang lain mau membacanya? Anda boleh menambahkan kata-kata humor cerdas agar lebih menarik.

 

  1. Jangan Lupa untuk Memonitor Hasil

Gambar 641
Dalam setiap promosi yang dilakukan, usahakan untuk selalu memonitor jumlah email yang sudah dibaca, jumlah klik yang dihasilkan, serta konversi setelah email marketing tersebut dikirim. Lakukanlah eksperimen agar pemasaran Anda terarah dengan baik terkait kalimat subyek email atau waktu pengiriman email yang paling tepat.

Eksperimen dilakukan untuk mendapatkan pola. Jika pola sudah didapatkan maka akan lebih mudah untuk mengerjakan sebuah promosi.

Baca juga: 5 Trik Menjual Lebih Cerdas, Bukan Menjual Lebih Keras

 

  1. Selalu Perbaharui Kontak Database Email

Gambar 642
Jika tidak melakukan revisi berkala terhadap kontak database yang  dimiliki, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkan return on investment dari setiap email marketing yang dikirimkan. Investasikanlah sebagian uang Anda untuk membeli aplikasi khusus untuk melakukan pengecekan terhadap alamat-alamat email yang sudah tidak aktif.

 

  1. Jangan Terlalu Berlebihan
Young businesswoman at office desk with pile of spam envelopes

Young businesswoman at office desk with pile of spam envelopes


Salah satu hal terburuk dalam sebuah bisnis ialah ketika Anda mengumpulkan alamat email konsumen sebanyak-banyaknya kemudian mengirimkan promosi atau iklan dengan intensitas tinggi. Bukannya membuat bisnis berkembang, hal tersebut justru akan membuat Anda tidak mendapatkan subscribe ataupun respon sama sekali.

Dua kali dalam seminggu merupakan frekuensi paling ideal dalam mengirimkan email marketing. Jadi, pergunakanlah waktu dengan bijak. Ingatlah bahwa konsumen Anda adalah memiliki kesibukannya masing-masing. (leo/editor: erlin)

Baca juga: 5 Strategi Digital Marketing untuk Para Digital Marketer

           

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top