Stefanus Iman Mido: Mantan Karyawan yang Sukses Jadi Pengusaha Tiang PJU

“Setiap pengusaha pasti dihadapkan dengan masalah, tapi kalau saya peribadi tidak pernah mengeluh atau menyalahkan masalah yang datang, tapi saya bersyukur, saya hadapi dan saya selesaikan, karena masalah mampu membuat kita tumbuh.” Stefanus Iman Mido, pemilik PT.Mido Jaya Bersama.

Sesungguhnya setiap manusia dikaruniai kemampuan untuk berdagang atau bisnis lainnya. Akan tetapi sayang, tidak semua manusia menyadari akan hal itu. Tidak heran jika hampir separuh manusia memilih bekerja sebagai karyawan, dibandingkan dengan menekuni kemampuan berbisnis.

Tidak salah juga ketika memilih bekerja sebagai karyawan dan memberikan dedikasi yang besar bagi perusahaan tempat kita bekerja, nyatanya banyak karyawan yang memiliki gaji jauh lebih besar dibandingkan dengan pemilik usaha.

Doc: News.indotrading.com

Menjadi pelaku bisnis memanglah tidak mudah, dibutuhkan mental baja untuk mendirikannya, mungkin alasan inilah yang membuat seseorang ciut untuk memulainya. Akan tetapi berbeda dengan Stefanus Iman Mido, ia menjadi salah satu yang berani menerobos rasa takut, menerobos zona nyaman, menanggalkan setatus karyawan dan memilih untuk menjadi pengusaha.

Baca juga: Si Cantik Yeusy Manayse, Supplier Oli Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Kepada Indotrading.com, Stefanus pun kemudian menceritakan perjalanan panjangnya, dimulai dari seorang karyawan kini sukses menjadi pengusaha produk untuk kebutuhan penerangan jalan umum (PJU)

Mengawali Karir Sebagai Karyawan Swasta

Stefanus Iman Mido atau biasa disapa Dado ini, adalah salah satu manusia yang berani menerobos zona nyamannya sebagai karyawan. Selepas lulus dari bangku kuliah dengan background pendidikan bisnis, Dado beruntung langsung medapatkan pekerjaan sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta.

“Lulus sekolah saya kerja jadi karyawan dulu selama 3 tahun,” ujar dado kepada news.indotrading.com

Doc: News.indotrading.com

Mulanya Dado menjalani pekerjaanya sama seperti karyawan pada umumnya. Namun setelah menekuni karirnya selama 3 tahun, ia merasa tidak puas, merasa bosan dan tidak memiliki tantangan.

Disaat ia tengah lesu dengan jatidirinya dalam berkarir, perusahaan tempat ia bekerja justru tengah mengalami pertumbuhan yang sangat bagus, setiap tahun terus tumbuh dan berkembang, tdak hanya perusahaannya saja, sang pemiliknya pun semakin terlihat sukses, berpenghasilan banyak, memiliki rumah dan kendaraan yang bagus. Hal itulah kemudian menjadi titik balik Dado.

Baca juga: Naked Press Juice : Jus Sehat ala Dewi Kusuma yang Mampu Keluarkan Detox

“Waktu itu saya mikir, kalau kita bekerja jadi karyawan kita cuma memperkaya bos saja, tapi ketika kita punya usaha sekecil apapun kita memperkaya diri sendiri. Jadi kalau kita bekerja makin giat ya makin memperkaya diri sendiri. Disitulah titik balik saya, kalau saya nggak mau jadi karyawan lagi,” ungkapnya

Doc: News.indotrading.com

Selepas menanggalkan zona nyamannya sebagai karyawan tetap yang menerima upah rutin setiap bulan, ia kemudian lekas memutar otak mencari peluang untuk membuka usaha. Ia yang memang memiliki jiwa bisnis dari keluarganya, kemudian mencoba peruntungan dengan membuka toko kelontong. Namun sayang, belum juga menikmati hasil usahanya sudah gulung tikar. Tapi Dado tidak gentar, ia terus bangkit lagi dan mencoba membuka usaha yang lain. Dado mencoba peruntungan dengan memproduksi kasur dan bantal namun naas baru seumur jagung usahanya sudah kembali bangkrut.

“Saya Jatuh bangun memulai bisnis, tapi saya tidak pernah gentar apalagi kapok, saya tetap bangkit lagi, dan lagi,” ujarnya semangat.

Baca juga: Anton Rasito Adi: Berawal Dari Penjual Telur di Pasar Kini Sukses Menjadi Bos Wallpaper

Hingga akhirnya jatuh bangun yang dialami Dado mampu mengubah pola pikirnya. Ternyata menjalankan sebuah bisnis harus sesuatu yang difahami. Meski demikian kegagalan demi kegagalan mampu menempa dan menguatkan mentalnya.

“Karena gini, dulu kan setiap kali kita mau bikin usaha atau menjalankan usha sepertinya baik, tapi kalau usahanya bukan sesuatu yang kita pahami akhirnya colapse juga,” urai Dado menekankan.

Meneruskan Usaha Keluarga

Setelah beberapa usahanya bangkrut, Dado sempat bingung bisnis apa lagi yang akan dibangunnya. Ia beruntung dikelilingi lngkungan yang positif, memiliki teman dan kerabat yang memotivasinya dan menyarankan Dado untuk membangun bisnis yang dulu pernah dijalankan oleh kakeknya, yaitu produksi tiang PJU.

Tanpa fikir panjang lagi Dado pun menjalankan saran dari teman dan kerabatnya. Ia kemudian menjatuhkan pilihan kepada usaha penjualan tiang penerangan jalan umum (PJU). Bukan tanpa alasan kenapa Dado memilih untuk menjalankan usaha tersebut. Ia merasa bisnis tiang PJU adalah usaha yang sudah tidak asing lagi dalam hidupnya.

Doc: News.indotrading.com

Dari sejak kecil Dado sudah terbiasa melihat kakek dan pamannya membuat dan menjual tiang PJU. Bahkan Dado pun diajarkan cara memproduksinya. Bahkan diusianya yang masih sangat belia Dado pernah menjual tiang PJU hasil produksi kakeknya.

Kenangan masa kecil dan ilmu yang didapat dari kakeknya itu lah akhirnya dijadikan pilihan untuk Dado sebagai ladang usahanya. Ia beserta istrinya kemudian sama-sama mengumpulkan modal untuk membangun usaha PJU, meneruskan usaha keluarganya. Dengan modal 20 juta hasil dari tabungan ia dan istrinya, pada tahun 2009 PT. Mido Jaya Bersama pun resmi didirikan.

“Tepat pada tahun 2009 Mido Jaya Bersama ini resmi berdiri,” Ujarnya.

Sebelumnya usaha keluarga ini diteruskan oleh pamannya, yang lalu kemudian dilanjutkan oleh Dado sebagai generasi ketiga yang melanjutan usaha keluarga itu.

“Saya adalah generasi yang ketiga,” imbuh Dado.

Doc: Google

Mido Jaya Bersama milik Dado ini menjual produk yang lebih beragam dibandingkan dengan usaha yang dijalankan oleh kakek dan pamannya. Produk-produk yang dijual Dado pun tidak hanya tiang untuk penerangan jalan umum saja, melainkan ada lampu dan penangkal petir. Selain itu Dado pun menyediakan bermacam model tiang PJU seperti tiang konvensional, oktagonal dan hexsagonal.

Baca juga: Worcas Kopi: Tawarkan Kopi Nusantara Berkelas Duni

“Usaha saya ini mungkin lebih beragam ya dibandingkan zaman kakek saya dulu. Kita tidak hanya jual berbagai macam tiang penerang jalan umum, kami juga jual lampu dan penangkal petir, karena pasti ada pemakaian tiangnya juga,” tutur Dado menjelaskan.

Sementara itu jenis tiang yang dijualnya adalah jenis tiang yang terbuat dari besi bukan dari semen. Menurut Dado hal itu sudah turun temurun dari sejak zaman kakeknya. Dan jika berbicara harga angka yang ditawarkan Dado cukup beragam, dari harga 1,5 juta rupiah hingga 20 juta rupiah.

“Harga itu tergantung ukuran, dari ukuran 6 hingga 20 meter,” ujar Dado menyebutkan

Bisnis Tiang PJU Miliki Peluang yang Mulus

Meski ia sudah dibekali ilmu bisnis penjualan tiang PJU oleh sang kakek, lantas tidak membuat usahanya lancar dan mulus. Dado harus kerja keras karena ia harus memulai usahanya kembali dari nol.

Pria yang merayakan hari lahirnya setiap tanggal 16 Maret ini memang bermental baja, meski sempat mengalami kerugian di awal karirnya karena tidak dibayar oleh customer, tidak membuat Dado menyerah, ia tetap mempertahankan bisnisnya.

Doc: Google

Sebelum memiliki toko pribadi seperti sekarang, Dado sempat menyewa ruko kecil di Pasar Kenari Jakarta Pusat. Bahkan untuk ruang produksi pun Dado pernah menyewa sebuah warteg untuk dijadikan bengkel pembuatan tiang PJU.

“Waktu itu saya nyewa warung warteg terus saya jadikan bengkel untuk produksi tiang-tiang PJU. Semuanya kami rintis dari nol pada tahun 2009,” ucap Dado mengenang.

Jika dilihat dari luar, bisnis tiang PJU ini seakan tidak memiliki peluang yang bagus. Bisnis yang tidak semua orang dapat menjalankannya. Karena pengetahuan mengenai tiang PJU ini tidak ditemukan di bangku sekolah ataupun tempat yang lainnya.

“Dari awal sampe sekarang perjalanan kami dalam membangun ini nggak mudah ya, karena tiang PJU juga tidak ada sekolahnya, hal ini  membuat kami learning by doing. Jadi ketika ada hal baru dalam project yang datang ke perusahaan kami, sambil dikerjain sambil belajar. Tapi karena hal itu juga kami punya banyak pengetahuan tentang pembuatan tiang PJU,” cerita laki-laki yang berusia 40 tahun ini.

Doc: News.indotrading.com

Meski menjalankan usaha ini tidak mudah, nyatanya bisnis tiang PJU memiliki peluang yang sangat bagus dengan target market yang beragam seperti BUMN, Kontraktor, Swasta yang bergerak dalam bisnis perumahan, maupun perorangan yang membutuhkan tiang penerangan jalan umum.

“Sekarang setiap bangunan minimal ruko, itu harus memiliki penerangan jalan umum sebagai persyaratan dalam IMB nya. Boleh dibilang bisnis ini cukup bagus untuk kedepannya. Apalagi kan presiden Jokowi lagi gencar-gencarnya membangun jalan. Yang penting kita harus pintar-pintar dalam ber-inovasi saja,” ungkap Dado optimis.

Sukses Dengan Digital Marketing

“Hasil tidak pernah mengkhianati proses”, rasanya ungkapan itu pantas disematkan pada diri Dado. Ia yang berkali-kali jatuh dalam membangun bisnis, kenyang melahap berbagai jenis usaha, hingga akhirnya melabuhkan diri pada usaha penjualan PJU. Berawal dari sebuah ruko kecil di pasar kenari hingga memiliki toko pribadi di LTC Glodok kemudian mampu membangun pabrik produksi.

Semua itu hasil dari kerja keras dan ketekunannya dalam membangun bisnis. Namun ternyata bukan dua alasan itu saja yang membuat Dado sukses menjadikan usahanya terus tumbuh dan berkembang, melainkan instingnya yang kuat terhadap perkembangan zaman.

Pada tahun 2012 disaat Dado tengah gencar memasarkan produknya ia kemudian dikenalkan dengan digital marketing cara memasarkan produk secara online atau digital oleh indotrading.com. Meski ia kurang memahamai dunia digital namun Dado lekas bergabung menggunakan digital marketing milik indotrading.com. Bukan tanpa alasan kenapa akhirnya Dado mau menggunakan digital marketing, namun ia berfikir jauh ke depan. Ia menyadari ditahun yang akan datang digital berperan aktif dalam memajukan pertumbuhan ekonomi dan bisnis.

“Tepatnya pada tahun 2012 kami ditawari untuk pasang iklan di indotrading. Jujur saja saya tidak merasa ragu, karena saya yakin pada waktu itu, bahwa digital akan sangat berpengaruh bagi pertumbuhan bisnis di masa yang akan datang,” ungkapnya antusis.

Baca juga: Memaksimalkan Promosi Online dengan Teknik SEM

Benar saja, setelah menggunakan Indotrading.com, usaha Dado pun semakin meningkat. Banyak permintaan dari customer sehingga melebihi kapasitas.

“Setelah saya gabung dengan Indotrading yang menawarkan marketing digital, disitu mulai datang orderan lebih banyak lagi, sampai-sampai kami tidak bisa menampung pembuatan di tempat sepetak,” cerita Dado sambil tertawa.

Hingga akhirnya Dado pun membeli satu bidang tanah di daerah Tangerang dan pelan-pelan kemudian membuat sebuah pabrik. Dan PT. Mido jaya Bersama menjadi salah satu perusahaan produk tiang listrik yang memiliki pabrik khusus untuk memprduksi penerangan jalan umum, di Indonesia.

Banyak impact positif dan keuntungan yang Dado dapatkan melalui digital marketing, selain efisien, tidak membuang waktu lebih banyak, Dado pun semkain mudah memasarkan produknya hingga menyeluruh ke peloksok Indonesia. Selain itu keuntungan yang di dapat adalah tentunya dengan meraup omzet yang terus meningkat seiring dengan banyaknya pembeli.

“Semenjak menggunakan digital marketing selain usaha saya semkain tumbuh, kita juga bisa memasarkan produk kita dari Sabang sampai Merauke, tanpa harus membuang waktu dan tenaga lebih besar,” pungkas Dado mengakhiri.

Penulis: Kumi Lailla

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *