Bisnis

Your Socks: Brand Kaos Kaki Modal 30 Ribu tapi Omzetnya Mencapai Ratusan Juta Rupiah!

kaos kaki

Menggeluti dunia berbisnis, tak cuma butuh rencana dan strategi saja, tapi juga ketahanan mental dan kerja keras untuk bisa mencapai kesuksesan yang diinginkan. Seperti yang dilakoni oleh wanita muda kelahiran 1994 di Bandung, Rima Mega Dayanthi merupakan pemilik sebuah brand lokal yang menjual kaos kaki kekinian bernama Your Socks dan telah berhasil meraup omzet hingga ratusan juta Rupiah! 

Siapa sangka, jika rintisan bisnisnya yang dimulai sejak masa kuliah di tahun 2013 lalu bisa menjadi penghasilan utama yang begitu dominan untuk sebuah produk kaos kaki dibandingkan penghasilannya saat bekerja kantoran. Ketika diwawancarai oleh suatu awak media, Rima bercerita jika awalnya dia menjual kaos kaki hanya untuk menambah uang saku saja. Saat itu ia mengaku jika uang saku yang diberikan kedua orang tuanya tidak sebesar layaknya mahasiswa kuliah lain. Tentu hal ini didasari oleh sebuah tujuan, yaitu agar Rima tidak banyak bermain alias fokus kuliah saja.  

Baca juga: Woodka, Jam Tangan Ramah Lingkungan Unik Karya 11 Mahasiswa ITB

“Pertama kali aku jualan kaos kaki karena alasannya untuk nambah uang jajan kuliah aja. Karena waktu tahun 2013 itu, aku dapat uang bekal sedikit banget. Papaku sengaja mendidik aku supaya nggak banyak main karanya. Jadi habis kuliah, ya langsung pulang. Dari situlah aku kepikiran buat bisnis nambah uang jajan saku”, ujarnya saat diwawancarai oleh salah satu media.

bisnis kaos kaki your socks

Alasan memilih kaos kaki sebagai produk dagangan karena melihat banyaknya pemakai dari segala rentang usia mulai dari orang dewasa, remaja, anak-anak hingga orang tua. Apalagi pada tahun 2013 tersebut, masih banyak kesempatan untuk Rima merebut pasar secara luas karena kecilnya para pemain bisnis ini. Uniknya, saat itu Rima hanya bermodalkan 30 ribu Rupiah saja untuk bisa berjualan. 

“Waktu itu aku liat marketnya masih jarang banget orang yang jualan kaos kaki ini. Jadi bisa dibilang aku termasuk pionir, modalnya hanya 30 ribu aja”, kata Rima. Namun, seperti kebanyakan bisnis yang mengalami banyak rintangan di saat perintisan, Rima mengalami fase dimana ia harus bisa membagi waktu antara kuliah dan berbisnis yang tentunya memakan banyak waktu untuk beristirahat. 

Di saat awal 2 tahun implementasi, Rima mengaku jika setiap akhir pekan ia selalu pergi ke Pasar Gasibu Bandung sejak pukul 5 pagi untuk mencari produk kaos kaki. Bahkan, hampir setiap orang di pasar tersebut sudah mengenal baik Rima hingga banyak pula yang ikut andil dalam kemajuan bisnisnya. Biar begitu, Rima tetap menjalani semuanya dengan senang hati. Ia pun mengaku dengan bepergian ke pasar sendiri, hal tersebut bisa menciptakan kesenangan tersendiri yang membuatnya bersemangat. 

Mantap Berbisnis Usai Mengikut Job Fair

Ada kisah menarik yang dialami oleh Rima saat ia baru menyandang gelar sarjananya. Seperti mahasiswa fresh gradute lainnya, Rima pun memutuskan untuk mencari pekerjaan dengan mendatangi acara job fair yang berlangsung di tahun 2015. Akan tetapi, hal tersebut justru membuatnya terhenyak ketika melihat ribuan orang berada di lokasi yang sama, mencari peruntungan untuk bisa mendapat kesempatan bekerja. “Aku kaget banget negliat yang nyari kerja sebanyak itu. Faktanya di gedung itu aku justru lebih milih mencari udara segar, bukan kerja. Nah, saat itulah aku bertekad ke diriku untuk memulai bisnis saja, biar kelak bisa bantu mengurangi jumlah pengangguran”, ucap Rima. 

bisnis kaos kaki

Tapi sebagai seorang sarjana yang baru lulus, Rima tetap ingin merasakan pengalaman sebagai pekerja. Hingga akhirnya ketika ia mendapat kesempatan bekerja di sebuah perusahaan, Rima tetap menjalankan bisnis kaos kakinya. Setiap hari ia pergi ke kantor dari pukul 8 pagi hingga 5 sore, kemudian ketika sampai di rumah pukul 7 malam, Rima tetap mengurus bisnis kaos kakinya hingga pukul 1 dini hari. Hampir selama 1 tahun, Rima harus merelakan jam tidurnya yang hanya 3 jam untuk bisa menjalani bisnis dan pekerjaannya secara bersamaan. Namun, hal itu tetap membuatnya senang karena profit bisnisnya pun melebihi gaji yang diterima dari perusahaan tempat ia bekerja. Hingga kemudian Rima memutuskan untuk berhenti bekerja demi memfokuskan pada Your Socks, bisnis kaos kakinya. 

Kegigihan Rima juga dilandasi pada kondisi kedua orang tuanya yang telah bercerai dan harus menjadikannya sebagai tulang punggung keluarga untuk membantu biaya kuliah adiknya. Dan seiring berjalannya waktu, bisnis Your Socks Rina terus membuahkan hasil. Rima mengatakan jika penjualan kaos kakinya bisa mencapai 3.000 hingga 4.000 lusin kaus kaki setiap bulan! Dari yang mulanya ia membeli kaos kaki di Pasar Gasibu, kini Rima telah berhasil memproduksi sendiri dan telah tersebar ke beberapa kota di Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara. 

Untuk perihal desainnya, Rima lebih menyukai corak yang terlihat berbeda dan unik, dengan sentuhan warna-warna pastel yang lembut. “Aku lebih suka dengan motif unyu dengan warna pastel yang lebih terlihat cewek. Biarpun ada juga motif cowo yang aku bisa sesuaikan”, ungkap Rima. Sejak Rima mempunyai sarana produksi sendiri, hampir setiap bulannya jumlah pesanan semakin bertambah hingga mencapai omzet ratusan juta Rupiah. “Untuk omzet rata-rata sekitar 130 juta sampai 150 juta Rupiah. Tapi ada beberapa bulan penjualan bisa anjlok sampai setengahnya. Tapu untuk pendapatan tertinggi itu pernah sampai 200 juta”, papar Rima. 

Dengan perolehan omzet yang sangat menggiurkan, Rima berpesan bila ingin mencapai kesuksesan dalam berbisnis, kunci terpenting adalah dengan tidak menyerah dan percaya dengan kemampuan yang dimiliki. Sebab, jika ada kemauan maka semua pasti bisa terwujud. “Yang penting jangan menyerah dengan apa yang sudah kita lakuin selama kita masih punya kemauan. Aku percaya kalau rezeki itu sudah ada yang ngatur. Intinya, apa yang kita lakukan make sure it makes you happy dan bisa bermanfaat untuk yang lain”, begitu ucap gadis yang inspiratif ini. Keren, ya!

Baca juga: Asal Muasal Maraknya Bisnis Minuman Thai Tea di Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top