Sosok Inspiratif

Yadi Aryadi: Si Miliarder Pet Shop yang Hanya Lulusan SMP

Yadi Aryadi Amazon Pet Shop

“Jangan takut untuk bermimpi dan buat mimpi itu menjadi motivasi Anda yang harus  diwujudkan. Bakar semangat diri Anda agar Anda bersemangat untuk mencapai mimpi tersebut. Selalu belajar dan berusaha untuk tidak menyerah. Lalu jangan pernah membatasi apa yang kita cita-citakan, jalan itu pasti ada. Saya tidak pernah membatasi diri saya untuk bermimpi,” tulis Yadi Aryadi, pemilik usaha Amazon Pet Group.

Menjadi seorang pengusaha yang bisa menghasilkan omzet miliaran rupiah tidak melulu harus memiliki jenjang pendidikan yang tinggi. Yadi Aryadi (32) contohnya. Pria asal Tasikmalaya kelahiran 23 Maret 1984 tersebut mampu membuktikan keterbatasan pendidikan bukan penghalang dirinya menjadi seorang pengusaha sukses berpendapatan miliaran rupiah.

Kepada indotrading, Yadi menceritakan bila ia hanyalah seorang pria lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Tasikmalaya. Di tahun 2005, ia kemudian memilih hijrah ke Jakarta dengan tujuan untuk mengubah nasibnya jauh lebih baik.

“Saya memilih hijrah ke Jakarta dengan alasan ingin mencari kehidupan lebih baik. Dimana saya lihat kalau di kampung itu ke depan tidak mempunyai rencana yang bagus, lalu saya putuskan untuk ke kota di tahun 2005,” ungkap Yadi, Jumat (19/8/2016).

Datang ke Jakarta, Yadi sama sekali tidak memiliki skill (kemampuan) dan pengalaman bekerja. Namun niat untuk mengubah kehidupannya lebih baik menguatkan tekatnya untuk hidup dan tinggal di Jakarta.

“Saya datang ke Jakarta dengan tidak mempunyai skill sama sekali tetapi saya mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan kehidupan jauh lebih baik. Jadi apapun ada pekerjaan, saya kerjakan,” jelasnya.

Dari kampungnya di Tasikmalaya, Yadi berangkat ke Jakarta dengan berbekal ijazah SMP. Di Jakarta, ia bertemu teman kakaknya yang bekerja di sebuah pet shop (kios pemeliharaan hewan) kenamaan di Bilangan Blok M, Jakarta Selatan. Ia pun melamar dan diterima sebagai staf di bagian grooming hewan.

“Saya terjun langsung dan bekerja di sebuah pet shop di kawasan Jakarta Selatan sebagai karyawan bagian cuci hewan. Bekal dari situ saya punya keahlian memadikan hewan,” tambahnya.

Setelah setia bekerja sebagai grooming hewan di pet shop tersebut, Yadi kemudian diberikan kepercayaan oleh pimpinan perusahaan untuk menghandle seluruh kegiatan pameran. Sang bos menugasinya ikut pameran hewan peliharaan di berbagai kota di kawasan Jabodetabek.

“Kebetulan saya dipercaya oleh pihak manajemen saat itu sebagai (orang yang menghandle) pameran di berbagai kota seperti Tangerang, Bandung dan Bekasi,” sebutnya.

Tugas Yadi cukup sederhana seperti menjual hewan peliharaan berikut perlengkapannya seperti kandang, tempat minum, serta asesoris lainnya. Dari sini, Yadi mampu menjual cukup banyak hewan peliharaan seperti kucing dan anjing.

“Di Bekasi ini untuk pemilik yang gemar hewan peliharaan peminatnya tinggi. Pet shop di sana tidak banyak hanya ada 1 pet shop dan 1 klinik hewan,” katanya.

Pilih Resign dan Buka Usaha Sendiri

Hanya butuh waktu sekitar 2 tahun bagi Yadi bekerja di pet shop. Berbekal kemampuan grooming hewan peliharaan, Yadi memilih mengundurkan diri (resign) dan membuka sendiri usaha jasa membersihkan hewan peliharaan.

“Saya lihat peluang dan saya memilih keluar bekerja dari pameran yang saya pegang, itu di akhir tahun 2016,” sebutnya.

Menjalani usaha baru, Yadi tetap menawarkan jasa membersihkan hewan seperti memandikan, memotong kuku, hingga mencukur rambut kucing dan anjing peliharaan. Ia tidak ragu untuk menawarkan jasanya dari satu rumah ke rumah. Terkadang ia juga menelepon orang-orang yang pernah membeli hewan peliharaan dari perusahaan tempatnya dulu bekerja. Ternyata usaha kerja kerasnya disambut positif masyarakat terutama yang berada di sekitar daerah Bekasi.

“Akhirnya saya door to door ke rumah untuk menawarkan jasa saya kepada mereka,” ucapnya.

Yadi mengaku banyak duka yang dirasakan dirinya saat menekuni usaha tersebut. Ia sering merasakan kelelahan karena harus pindah dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk menawarkan jasa pelayanan membersihkan hewan.

“Dukanya sangat banyak karena door to door tergantung cuaca dan panas. Saya jalanin (usaha ini) sampai makan itu sehari hanya sekali. Sebabnya karena padat dan mengejar waktunya untuk melayanikan customer. Saya harus on time karena saya mengutamakan pelayanan kepada customer,” tuturnya.

Duka lain yang dirasakan Yadi adalah tidur dengan kucing di sebuah kamar kosan berukuran cukup kecil. Selain menawarkan jasa membersihkan hewan, Yadi memang menjual beberapa anak kucing jenis tertentu kepada konsumen.

“Operasional saya itu di daerah Bekasi dan saya ngekos juga. Lalu saya mulai menjual anak-anak kucing dan saya tidur di kosan berukuran kecil dengan kucing,” keluhnya.

Bagi pelanggan yang mau menggunakan jasanya, Yadi mematok tarif standar . Setiap ekor kucing, Yadi mematok harga Rp 50.000/ekor. Sementara untuk jasa membersihkan anjing tergantung ukuran anjing tersebut mulai dari Rp 50.000-80.000/ekor. Dalam menjalani usahanya ini, Yadi mengaku mendapatkan omzet yang cukup lumayan.

“Kalau rata-rata per hari saya bisa tangani 5-7 ekor hewan, jadi omzetnya rata-rata Rp 500.000/hari,” sebutnya.

Mulai Bangun Satu Pet Shop Dari Bantuan Modal

Kerja keras dan tidak gampang menyerah yang dilakukan Yadi Aryadi dalam menekuni usaha grooming hewan mulai memberikan hasil positif. Yadi dilirik dan diajak bekerjasama oleh salah satu pemilik modal.

“Ini awalnya saya bisa membuka sebuah toko kecil atas kerjasama dengan investor saya,” ucapnya.

Menurut Yadi, memiliki sebuah pet shop adalah keinginan dan cita-citanya sejak ia mulai merintis usaha ini secara mandiri. Namun apa mau dikata, Yadi tidak memiliki modal besar. Alhasil ia mau tidak mau merayu investor dan meyakinkan bila bisnis ini punya potensi yang cukup besar.

“Jujur saya tidak punya modal tetapi semangat saya sangat kuat untuk membuat usaha ini lebih baik. Saya ingin memiliki toko dan saya lobi investor untuk membuka satu pet shop di Jalan Kalimalang, Bekasi. Itu tahun 2007 awal,” paparnya.

Yadi mencoba meyakinkan pemodal tersebut dengan memberikan semacam proposal sebagai gambaran rencana bisnis yang bakal dia jalani. Yadi mengungkapkan butuh waktu sekitar satu bulan agar pemodal itu luluh dan mau bekerjasama.

Akhirnya dengan skema bagi hasil yang telah disepakati, dana Rp 100 juta kemudian digelontorkan oleh pemodal. Dengan dana tersebut, Yadi mampu menyewa satu kios di Jalan Kalimalang, Bekasi hingga membeli segala jenis makanan, perlengkapan asesoris dan kandang hewan. Usahanya diberi nama Amazon Pet Group.

“Bisnis utamanya tetap yaitu perawatan dari mandiin, memotong kuku, hingga mencukur rambut kucing dan anjing dan menerima penitipan hewan,” tukasnya.

Yadi semakin bersemangat setelah memiliki satu outlet pet shop. Ia kemudian berinovasi dengan memberikan pelayanan tambahan, salah satunya adalah klinik kesehatan hewan.

“Kemudian membuka kerjasama dengan dokter hewan unuk melayani hewan yang sakit,” sebutnya.

Bisnis Menggurita Hingga Memiliki 15 Cabang

Amazon Pet Group rintisan Yadi Aryadi ternyata berkembang dengan cepat. Pelayanan yang maksimal, tepat waktu hingga menjual pernah-pernik hewan peliharaan berkualitas memberikan kepuasan dari para pelanggan setia.

Setelah mendirikan usaha di Kalimalang, Bekasi, pada tahun 2009 Yadi memperluas lokasi dengan menambah satu cabang lainnya di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Kemudian setiap tahun Yadi rutin berekspansi dengan mendirikan outlet baru. Hingga saat ini total ada 15 cabang outlet dengan nama Garden Pet Shop.

“Benar sekali. Kalau rencana kami di sini tentunya setiap tahun ada target pengembangan cabang, tetapi saat ini lokasi masih terbatas hanya di areal Jabodetabek,” katanya.

Dengan visi mengutamakan kepuasan pelanggan, toko miliknya tak pernah sepi pengunjung. Aktivitas grooming dan penitipan hewan bahkan semakin ramai pada hari libur dan liburan panjang hari raya Lebaran dan Tahun Baru.

“Oleh karena itu nantinya kita berencana untuk membangun pet shop di seluruh wilayah Indonesia,” lugasnya.

Namun sebelum membuka cabang, ia terlebih dahulu melakukan surveyyang digunakan untuk melihat peluang. Menurut hasil survey yang dilakukan Yadi, setidaknya outlet yang berdiri harus dekat dengan perumahan kelas menengah ke atas. Yadi menilai biasanya warga perumahan mayoritas memiliki hewan peliharaan.

“Tentunya seperti itu, kita memastikan tempatnya jelas dengan memiliki target market yang jelas juga. Kita biasa membangun di dekat perumahan kelas atas,” ucapnya.

Yadi juga kerap membangun relasi bisnis baru dengan promosi dan aktif di media sosial. Cara ini cukup efektif menambah jumlah pelanggan dan meningkatkan pendapatan Garden Pet Shop.

“Kita tentu tetap menawarkan services yang bagus dengan kualitas yang bagus juga. Bila ini dilakukan maka customer akan puas dan akan membawa customer lain. Kalau untuk promosi media online kita gunakan Facebook. Kita mewajibkan masing-masing cabang aktif di Facebook. Istilahnya hal ini dilakukan untuk memasarkan dan memperkenalkan outlet kita,” paparnya.

Raup Omzet Miliaran Per Bulan

Yadi Aryadi tidak menyangka bila bisnis hewan peliharaan Amazon Pet Shop dan Garden Pet Shop rintisannya berkembang cukup pesat. Bisnis yang digerakkan lewat 15 cabang pet shop dengan keterlibatan 100 orang karyawan ini, Yadi mampu meraup omzet hingga Rp 2 miliar/bulan.

“Per bulannya omzet gabungan semua (semua cabang yang berjumlah 15) itu Rp 1-2 miliar,” sebutnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Amazon Pet Shop dan Garden Pet Shop menjual berbagai makanan, asesoris, hingga obat-obatan hewan terutama untuk kucing dan anjing. Selain itu, outlet juga menawarkan berbagai jasa membersihkan hewan seperti memandikan, memotong kuku, hingga mencukur rambut. Layanan lain yang ditawarkan adalah berupa jasa penitipan hewan hingga klinik untuk memeriksa kesehatan hewan.

“Sekarang ini kita bekerjasama dengan dokter hewan. Di Amazon Pet Shop dilengkapi dengan klinik tentunya menjadi andalan bagi kita untuk menangani kesehatan hewan. Setiap outlet kita lengkapi dengan klinik, tentunya ini menjadi nilai tambah,” katanya.

Meski memiliki omzet yang lumayan besar, menurut Yadi membangun bisnis Amazon Pet Group tidaklah mudah. Ada berbagai tantangan dalam menjalani bisnis ini terutama yang menyangkut sumber daya manusia (SDM). Ia menilai tak banyak orang bersedia menjadi tenaga perawat hewan. Untuk memandikan hewan-hewan peliharaan dibutuhkan keterampilan khusus serta kesabaran dan ketekunan yang harus dikuasai.

“Yang paling dirasa kesulitan adalah di internal maksudnya bagaimana saya membangun bisnis ini dengan membentuk sebuah tim yang solid dan bagus,” ujarnya.

Untuk menangani kendala di sektor SDM, Yadi sering memberikan pelatihan kepada para karyawannya. Selain itu ia juga menjaga harmonisasi karyawan agar bisnis ini bisa terus berjalan.

Langkah ini dilakukan agar Amazon Pet Group bisa terus berekspansi dengan membuka cabang baru. Walaupun telah memiliki 15 cabang pet shop, di tahun 2016 ini, ia berencana membuka 3 sampai 5 cabang baru seperti di Depok dan Bintaro.

“Di tahun 2016 ini ada rencana penambahan 3 sampai 5 outlet. Dimana tempatnya? masih di wilayah Jabodetabek,” katanya.

Di samping itu, Yadi memiliki mimpi besar yaitu bisa melihat Garden Pet Shop miliknya tersebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ada di luar negeri. Ia optimis bisa mengejar mimpi itu hingga mimpinya bisa direalisasikan.

“Jangan takut untuk bermimpi dan buat mimpi itu menjadi motivasi Anda yang harus diwujudkan. Bakar semangat diri Anda agar Anda bersemangat untuk mencapai mimpi tersebut. Selalu belajar dan berusaha untuk tidak menyerah. Lalu jangan pernah membatasi apa yang kita cita-citakan, jalan itu pasti ada. Saya tidak pernah membatasi diri saya untuk bermimpi,” tutup Yadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
WordPress Image Lightbox Plugin