Economy and Business

Tips Kelola Utang yang Tepat Agar Tak Jadi Petaka bagi Kelangsungan Perusahaan

Tidak bisa dipungkiri, utang kerap kali menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan operasional atau menambah modal suatu perusahaan. Utang dibutuhkan sebagai alat untuk membantu perusahaan agar tidak gulung tikar akibat kekurangan modal. Meskipun begitu, jangan pernah sekali-kali mengabaikan risiko utang piutang, lho! Sebab, jika utang tidak dikelola dengan baik, risiko yang akan ditimbulkan juga sangat besar bagi kelangsungan perusahaan. Berikut adalah beberapa tips kelola utang yang tepat.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tips kelola utang, Anda harus mengetahui jenis-jenis utang perusahaan terlebih dahulu. Utang perusahaan dibagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya;

Jenis-jenis Utang

utang

Utang Jangka Pendek

Biasanya jenis utang ini adalah jenis utang yang memiliki tanggal jatuh tempo kurang dari satu tahun. Pada umumnya, kedua belah pihak, baik perusahaan dan pemodal akan membuat kesepakatan utang jangka pendek agar tidak menimbulkan kerugian.

Utang Jangka Menengah

Jika utang jangka pendek memiliki batas jatuh tempo kurang dari satu tahun, utang jangka menengah harus dilunasi dalam kurun waktu 1-10 tahun.

Utang Jangka Panjang

Sama seperti namanya, utang jangka panjang biasanya memiliki jangka waktu lebih dari 10 tahun untuk dilunasi. Utang ini biasanya harus dibayarkan secara periodik yang dilengkapi dengan bunga pinjaman serta sebuah kesepakatan dari kedua belah pihak.

Setelah mengetahui jenis-jenis utang, saatnya kita melangkah pada tips-tips kelola utang perusahaan agar kucuran dana tersebut tidak menjadi bumerang bagi perusahaan. 

Tips Kelola Utang yang Tepat

1. Tentukan Prioritas Utang

Jika Anda memiliki utang lebih dari satu sumber, maka saatnya Anda untuk menentukan skala prioritas utang yang Anda miliki. Jenis utang yang memiliki prioritas paling penting bukanlah didasarkan pada jumlah utang yang harus dibayar semata, namun juga dilihat dari dampak yang ditimbulkan jika Anda tidak membayarnya. Jadi, langkah pertama adalah membuat daftar prioritas dan urgensi utang.

2. Membuat Anggaran

utang

Inilah yang menjadi alasan kenapa banyak perusahaan yang pailit. Kebanyakan perusahaan terus menerus melakukan pinjaman tanpa mengetahui skala anggaran perusahaan. Sehingga, yang terjadi justru banyak perusahaan yang akhirnya ‘kecolongan’ terlalu banyak melakukan pinjaman, namun tidak kuat untuk membayar bunga dan lain sebagainya.

Periksalah pendapatan, biaya bulanan, dan aset perusahaan yang Anda miliki. Tuliskan secara rinci dan analisis keadaan bisnis yang sedang terjadi. Jika Anda memiliki kemungkinan telah menghabiskan lebih dari yang dapat dihasilkan dan disimpan, maka mulai sekarang siapkan rencana pengeluaran yang lebih kecil dan gunakan sebagian kelebihan dana untuk mulai mengurangi utang usaha. Jangan coba-coba melakukan pinjaman yang baru jika pendapatan belum stabil. 

3. Negosiasi

utang

Skill negosiasi memang sangat bermanfaat di segala situasi, termasuk saat berutang. Cobalah untuk menghubungi pemodal Anda untuk melakukan negosiasi agar mereka mau menurunkan suku bunga pinjaman Anda. Jelaskan kesulitan keuangan yang sedang Anda alami saat tak mampu membayar utang dan tanyakan apakah mereka apakah mereka memiliki solusi yang lebih baik.

4. Menyiapkan Rencana Cadangan (Plan-B)

Menyiapkan rencana cadangan atau biasa disebut plan-B akan membantu perusahaan menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada perusahaan setelah pengajuan utang. Dengan begini, perusahaan akan lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan dana pinjaman. Selain itu, Anda juga perlu memperkirakan kebutuhan jumlah dana yang akan dikeluarkan, apa yang dibutuhkan, dan kapan Anda membutuhkannya. Langkah ini ditujukan agar dana pinjaman yang Anda dapatkan dapat digunakan semaksimal mungkin.

5. Menggabungkan Utang

Tips ini berguna jika Anda memiliki pinjaman yang harus dibayar setiap bulannya kepada banyak sumber. Menurut para pengamat ekonomi, langkah meminjam dari banyak sumber tidaklah efektif karena manajemen utang terhadap beberapa sumber sekaligus bisa sangat membingungkan. 

Oleh karena itu, Anda bisa memilih menggabungkan utang tersebut di satu tempat saja untuk memudahkan proses pembayaran dan monitoring utang. Penggabungan utang ini bisa dilakukan dengan cara mengambil pinjaman dari satu tempat untuk melunasi utang yang ada di beberapan sumber tadi. Dengan melakukan langkah ini, Anda hanya memiliki pinjaman pada satu kreditor saja, sehingga manajemen pembayaran akan lebih efisien.

6. Menggunakan Bantuan Tenaga Profesional dan Teknologi

utang

Tidak jarang, utang menjadi perkara yang sulit untuk diselesaikan sendirian, apalagi jika Anda merasa awam mengenai ekonomi. Jika salah langkah, risiko yang akan ditanggung oleh perusahaan bisa fatal, lho! Saat hal ini terjadi, maka alangkah lebih baik untuk Anda mencari bantuan tenaga profesional dari berbagai lembaga yang menawarkan jasa manajemen keuangan atau penggunaan teknologi pengelola keuangan yang lebih paham mengenai perkara utang piutang dan keuangan perusahaan.

Baca juga: 10 Situs Freelancer Paling Populer di Indonesia

Itulah beberapa tips kelola utang piutang yang dapat Anda praktekan agar tidak menjadi petaka bagi perusahaan. Ingat, kelangsungan perusahaan Anda, salah satunya ditentukan oleh manajemen utang yang baik!

 

To Top