Mantan PNS Ini Sukses Jadi Pengusaha Art Interior Beromzet Puluhan Juta

“Ketika Anda pernah mengalami kerugian dalam berbisnis jangan berhenti. Kita jangan stag dan tetap harus berjalan,” tulis pemilik Datie Handicraft, Kirono Arundhatie.  

Hobi merupakan kegiatan yang umumnya dilakukan untuk mendapat kesenangan. Ternyata selain menyenangkan, hobi juga memiliki nilai komersial yang menguntungkan.

Baca juga: Sepatu Sandal Kayu Made in Nadya ‘Terbang’ Hingga ke Qatar

Hal ini dirasakan oleh Kirono Arundhatie alias Dhatie (64), seorang pebisnis sukses di bidang art interior. Dalam menjalankan usahanya, ia mampu menggabungkan 2 hal yang paling dia suka yaitu mendesain ruangan dan sebagai seniman.

Kepada indotrading.com, Dhatie bercerita bila awalnya ia berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Tata Ruang DKI Jakarta. Saat menjadi PNS, ia memiliki waktu luang cukup banyak untuk berkarya.

Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com
Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com

“Saya membangun bisnis ini dari tahun 1978. Saya mantan Pegawai Negeri Sipil Dinas Tata Ruang DKI Jakarta. Pada saat itu, saat saya masih menjadi pegawai negeri saya ingin mempunyai pekerjaan sampingan,” kata Dhatie, Kamis (22/9/2016).

Akhirnya dengan kemampuan seni yang dia miliki, Dhatie membangun usaha art interior dengan brand Datie Handicraft di tahun 1978. Sentuhan seni yang khas dari seorang Dhatie sudah terlihat dari berbagai desain art interior yang dia tawarkan. Ia berhasil menggabungkan antara material batik dengan bahan-bahan natural seperti rumput, alang-alang hingga batok kelapa.

“Karena saya suka, saya penyuka seni,” tambahnya.

Baca juga: 3 Pemuda Ini Raup Untung Jual Kacamata Dari Papan Skateboard Bekas

Berlatar belakang pendidikan teknik lanskap, Dhatie kemudian sering mengikuti kursus desain mode, mulai dari Susan Budihardjo hingga Bunka School of Fashion. Selain memahami teknik desain dan membuat pola, ia juga bisa menjahit sendiri. Kemampuannya ini sangat menunjang bisnis Dhati yang menuangkan cita rasa seninya ke dalam sebuah kreasi yaitu art interior.

Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com
Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dengan desain wayang dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com

Menawarkan Desain Art Interior yang Unik

Cita rasa terhadap seni membantu Dhatie menghasilkan kreasi kerajinan berupa art interior yang unik. Tidak hanya itu, Dhatie memiliki gaya khas yaitu banyak menggunakan material batik dan lurik, dibalut dengan hasil alam lain, seperti rotan, kerang, alang-alang, kayu, tanduk kerbau, biji-bijian, batok kelapa, dan logam.

“Menggabungkan art and fashion. Kalau art itu ya sesuai dengan bidang saya yang menyukai landscape untuk interior dan exterior. Nah kalau fashion itu ada tas, kalung dan semua masih dalam konsep etnik. Jadi semua produk saya ini berkonsep etnik,” jelas Dhatie.

Hasil kreasinya cukup beragam, mulai dari hiasan dinding (wall hanging), kalung, tas genggam (clutch), tas jinjing, karpet, topeng kayu pengantin betawi, gorden, bantal kursi, sampai baju-baju siap pakai. Ia juga memberi sentuhan berbeda misalnya, wall hanging-nya yang berbeda satu dengan yang lain pada desain dan detail aplikasi.

Hiasan dinding yang berbentuk miniatur pakaian menjadi ciri khas Dathie. Baju tradisional, seperti kebaya kutu baru, baju kurung, atau beskap menjadi ciri khasnya. Beberapa motif batik ia padukan dengan bantuan teknik quilting dan patchwork.

Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com
Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com

Sedangkan untuk hiasannya, ia menggunakan aplikasi logam yang dibentuk menjadi gunungan, wayang, atau bros. Bajunya dibentangkan pada bagian lengan sehingga terlihat bentuknya dan ketika dipajang dengan segera mencuri perhatian.

Selain berbentuk baju, ada pula hiasan dinding yang dibentuk menjadi semacam lukisan. Sama-sama terbuat dari patchwork batik, tetapi aplikasinya menggunakan wayang dan gunungan dari bahan alang-alang. Ini semacam model wayang suket karya mendiang dalang Ki Slamet Gundono, hanya saja dengan material berbeda.

Baca juga: Garap Busana Khusus Pria, Feby Haniv Justru Raih Sukses dan Terkenal 

“Yang sulitnya itu saya harus menciptakan gagasan, modelnya dan harus terjual. Itu sebuah pacuan dan tantangan. Jadi setiap bulan itu saya harus memikirkan bikin apa lagi nih yang baru, yang unik, yang beda dari yang lain, yang bisa dijual. Jujur saja itu cukup sulit,” terangnya.

Dipatok dengan harga Ratusan Ribu Hingga Puluhan Juta

Datie Handicraft menawarkan berbagai macam desain art interior bernilai etnik dan unik kepada para customer. Nah, bila Anda berminat untuk membeli produk yang ditawarkan Datie Handicraft, siap-siap mengeluarkan kocek hingga puluhan juta rupiah.

Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com
Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie bentuk dompet dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com

“Kalau harga art interior dari Rp 300 ribu hingga Rp 15 juta,” ujar sang pemilik, Kirono Arundhatie.    .

Dalam mendesain art interior, Dhatie bekerja sama dengan para pengrajin yang didatangkan dari sejumlah daerah. Misalnya ada pengrajin yang berasal dari Bali, Yogyakarta, hingga Jakarta..

“Semua karyawan ada 5 orang. Tapi saya juga mempekerjakan beberapa seniman untuk support desain saya,” tambahnya.

Salah satu desain unggulan yang ditawarkan Dhatie adalah model wayang. Selain itu ada juga kebaya kutu baru, baju kurung, atau beskap hingga topeng kayu pengantin Betawi.

Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com
Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie bermotif batik dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com

“Kalau kesulitan tidak begitu terlalu sih. karena meskipun produk saya bernuansa etnik tapi saya mengikuti perkembangan zaman. Jadi tidak norak atau kampungan,” tuturnya.

Karena harganya terbilang cukup mahal, para pembeli produk art interior buatan Dhatie didominasi dari kalangan menengah ke atas. Mulai dari kalangan pengusaha hingga tokoh pemerintahan.

Baca juga: Para Pengusaha Ini Akhirnya Sukses Dengan Modal Nekat dan Berani Ambil Resiko

“Tapi yang minat dengan produk saya juga segmented, orang-orang yang benar-benar suka dengan seni seperti direktur, presiden dan pejabat yang lain,” sebutnya.

Sukses Mengikuti Berbagai Pameran Internasional

Kirono Arundhatie atau Dhatie berhasil membangun bisnis Datie Handicraft dengan berbagai produk art interior yang kreatif, unik dan bernilai etnik. Dhatie merintis usahanya ini sejak tahun 1978.

Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com
Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com

Dhatie bercerita bila ia benar-benar bisa total dalam berkarya setelah pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Tata Ruang DKI Jakarta pada tahun 2008.

“Dulu memang full saya yang menjalankan bisnis ini. Tapi seiring berjalan waktu anak juga sudah dewasa dan lebih memahami zaman sekarang ya saya estafetkan ke anak saya. Tapi tetap tidak lepas dari pantaun saya,” kata Dhatie.

Produk art interior buatan Dhatie mulai dilirik oleh berbagai pihak exhibitor. Ia diundang ke berbagai pameran bertaraf internasional. Misalnya di Argentina, Spanyol, Turki, Korea, Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat. Berbagai penghargaan juga sudah ia raih, seperti Unesco ”Indonesian Unique Intangible Cultural Heritage” saat pameran di Istanbul, Inacraft Award 2012, dan unggulan terbaik dalam pameran ”The Indonesian Handicraft Showcase of Excellence” di Tokyo.

Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com
Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com

Tidak heran, banyak di antara pembeli tetap produk art interior buatannya berasal dari luar negeri. “Saya jualan hanya di Indonesia saja sih. Tapi ada juga kolega dari luar negeri untuk membeli produk saya, itu dari  New York, Amerika Serikat saat saya ikut pameran di sana,” ucapnya.

Berlatar belakang pendidikan teknik lanskap, Dhatie memang memahami teknik desain dan membuat pola yang sangat menunjang kreasi seninya. Itulah sebabnya, produk art interior buatannya sulit ditiru oleh pengrajin lain.

Baca juga: Kreatif! Bermodal Rp 2 Juta, Marsya Raup Omzet Rp 30 Juta Dari Jualan Granuluv

“Kita tidak statis ya dalam artian selalu memberikan produk yang berbeda. Mungkin kita selalu membuat produk yang cukup sulit untuk ditiru orang,” katanya.

Sempat Ditipu Hingga Pegawai Dibajak Para Kompetitor

Kesuksesan yang telah diraih Kirono Arundhatie atau Dhatie membangun Datie Handicraft patut diancungi jempol. Dhatie bercerita, saat ia memulai dan mengembangkan bisnisnya ini di tahun 1978, berbagai masalah menimpa dirinya, seperti ditipu.

Foto: Pemilik Datie Handicraft, Kirono Arundhatie/Dok: indotrading.com
Foto: Pemilik Datie Handicraft, Kirono Arundhatie/Dok: indotrading.com

“Ya membangun bisnis puluhan tahun memang ada kesulitan-kesulitan yang saya hadapi terutama dalam membina pegawai. Sudah dibina baik-baik tapi dibajak sama orang lain,” keluhnya.

Sempat pada saat itu, produksi art interior Datie Handicraft terganggu. Beberapa pesanan dari para customer tidak mampu dihandle oleh Dhatie.

“Dan hal itu otomatis mengganggu produksi. Itu menjadi pelajaran untuk saya yaiu kalau kita membina pegawai itu jangan keseluruhan ilmunya kita tuangkan ke mereka,” tambahnya.

Selain itu, Dhatie juga pernah tertipu oleh seorang pembeli. Ia mengatakan awalnya si pembeli telah deal untuk memesan dan membeli beberapa produk art interior Datie Handicraft. Sayangnya di tengah jalan, pembeli tersebut membatalkan seluruh pesanannya. Pada saat itu, Dhatie menderita kerugian cukup besar.

Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com
Foto: Salah satu karya Kirono Arundhatie dalam Datie Handicraft/Dok: indotrading.com

“Ada juga fase-fase down dalam membangun bisnis ini. Misalnya sudah ada pembeli yang deal tiba-tiba mogok.  Pernah juga mengalami kerugian yaitu nyetok barang tapi ternyata tidak laku,” ucapnya.

Meskipun mengalami berbagai kendala, Dhatie terus menjalankan bisnis art interior. Kini, Dhatie mampu meraup omzet hingga Rp 30 juta per bulan. Walaupun umurnya semakin tua, Dhatie bertekad untuk terus mengembangkan dan membesarkan bisnisnya ini dengan bantuan anak-anaknya.

Baca juga: Resign Dari Perusahaan IT Kini Peter Sukses Jadi Bos Donat di Thailand

“Tapi saya tidak berhenti sampai di situ. Kita jangan stag dan tetap harus berjalan. Sukanya karena ini job tambahan saya jadi income menjadi double,” tutupnya.

Reporter: Kumi Laila   Penulis: Wiji Nurhayat

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *