Berita

Kerja Keras Cari Devisa, Pemerintah Genjot Ekspor ke Yordania

Pemerintah melalui Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya untuk meningkatkan kinerja ekspor. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membidik pasar ekspor baru terutama ke negara-negara non tradisional, salah satunya Yordania.

“Aktivasi kerja sama pengembangan ekspor ini digelar untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke Yordania dan salah satu upaya mengatasi defisit perdagangan,” ungkap Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Dody Edward dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/6/2016).

dody edward

Dokumen Kementerian Perdagangan

Dody mengungkapkan cara yang bakal dilakukan adalah dengan memfasilitasi para pelaku usaha di Indonesia. Nantinya para pelaku usaha Indonesia akan lebih memahami karakteristik potensi dan kendala di pasar Yordania. Selain itu, pelaku usaha juga dapat memperoleh informasi secara lebih detail tentang pasar Yordania. Cara ini yang dilakukan Kemendag kepada 60 pelaku usaha di Surabaya, Jawa Timur.

Konsep ini sendiri merupakan implementasi dari pernyataan bersama yang telah ditandatangani Dirjen PEN dengan Investment Commission the Hashemite Kingdom of Jordan pada 2 Juni 2014 di Amman, Yordania. Pernyataan bersama tersebut memuat keinginan kedua belah pihak untuk meningkatkan hubungan kerjasama antarkomunitas bisnis kedua negara, salah satunya melalui pertukaran informasi di bidang perdagangan.

Menurut Dody, neraca perdagangan Indonesia-Yordania masih mengalami defisit. Defisit perdagangan ini dipicu oleh besarnya impor non-migas Indonesia dari Yordania. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Yordania pada 2015 tercatat sebesar US$ 95,23 juta. Sementara itu, impor nonmigas Indonesia dari Yordania pada tahun yang sama tercatat sebesar US$ 160,78 juta. Artinya Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 65,54 juta.

Untuk periode Januari-Maret 2016, nilai total perdagangan Indonesia-Yordania tercatat sebesar US$ 57,51 juta. Ekspor Indonesia ke Yordania sebesar US$ 21,75 juta meliputi produk nonmigas, seperti kayu lapis, pasta, ikan olahan tuna, kertas, dan ban. Kemudian impor Indonesia dari Yordania sebesar US$ 35,76 juta yang meliputi produk nonmigas, produk nonmigas, produk senyawa kimia (seperti kalsium fosfat, asam fosfat, dan potasium klorida), limbah kertas dan limbah tembaga.

Sementara itu, Duta Besar Yordania untuk Indonesia Walid Al Hadid mengatakan produk Indonesia berpotensi besar mengisi pasar Yordania. Ada beberapa produk yang rutin diimpor Yordania dari negara lain seperti mobil, produk otomotif dan suku cadangnya, furnitur, makanan olahan (biskuit, wafer, dan roti), serta kopi. Produk-produk tersebut juga diekspor Indonesia ke berbagai negara lainnya. Dengan demikian, diharapkan Indonesia juga mampu memenuhi kebutuhan pasar Yordania tersebut.

“Untuk memperkuat kemitraan kedua negara, perlu ditingkatkan hubungan kerja sama di bidang perdagangan dengan Yordania secara lebih luas dan komprehensif. Ada banyak sektor yang masih perlu digarap Indonesia melalui kerangka kerja sama ini,” papar Walid. (wiji/editor: erlin)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top