Hebat! Surya Agung Saputra Sukses Terbangkan Salak Pondoh Hingga ke China

Salak pondoh adalah salah satu jenis buah yang identik dengan Kota Yogyakarta. Buah ini tumbuh subur terutama di wilayah perkebunan dekat Gunung Merapi.

Rasanya yang manis dan tidak sepat membuat salak pondoh digandrungi oleh banyak orang. Maka tidak heran bila salak pondoh menjadi buah tangan khas Kota Yogyakarta. Rasanya rugi bila pergi ke Yogyakarta tapi tidak membeli oleh-oleh salak pondoh.

Makin melejitnya nama salak pondoh membuat orang beramai-ramai membuka perkebunan salak. Tidak sedikit dari mereka meraih kesuksesan dari berbisnis salak pondoh, salah satunya Surya Agung Saputra. Bahkan pria kelahiran 9 Januari 1976 asal Sleman ini berhasil memasarkan salak pondoh hingga ke negara China. Kok bisa?

Baca juga: Ivan Diryana: Mantan Teknisi ‘Peracik’ Bisnis Rendang Nenek

Kepada indotrading.com Surya bercerita bagaimana ia membangun bisnis salak pondoh hingga meraih kesuksesan saat ini. Ia mengaku salak pondoh sudah dikenalkan oleh orang tuanya yang memiliki latar belakang sebagai petani salak pondoh yang tinggal di dusun Ledoknangka, Sleman, Yogyakarta atau sekitar 14 km dari puncak Gunung Merapi.

“Latar belakang kami yang merupakan petani turun-temurun serta pengalaman setelah terjun langsung dalam usaha jualan salak pondoh. Saya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan tentunya mendatangkan keuntungan secara finansial,” ungkap Surya saat mulai bercerita, Senin (11/7/2016).

Foto; Surya Agung Saputro beserta istri/ Doc: pribadi
Foto; Surya Agung Saputro beserta istri/ Dok: pribadi

Anak ke-2 dari 4 bersaudara ini tidak malu untuk berjualan salak pondoh dari satu tempat ke tempat lainnya. Singkat cerita, kegiatan tersebut ia lakukan hingga masuk bangku perkuliahan di Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 1994, jurusan Teknik Industri.

“Selama kuliah di UII merupakan awal ide dan peluang usaha dimana saya bertemu dan berteman dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Peluang ini saya gunakan untuk menawarkan komoditas salak pondoh dari daerah asal saya untuk dijualkan ke teman-teman mahasiswa dari luar Jawa seperti (mahasiswa) Kalimantan dan Sumatra,” tuturnya.

Ternyata dari cara ini, Surya memperoleh keuntungan penjualan yang cukup lumayan. Namun karena asyik berjualan salak pondoh di kampus, Surya menelantarkan pendidikannya.

“Ternyata usaha pertama ini bisa dikatakan sukses hingga saya sedikit melalaikan bangku kuliah. Butuh 6 tahun untuk sadar meluluskan diri,” kata Surya sambil tertawa.

Tetapi ia tetap bangga karena dengan usahanya ini ia berhasil merangkul para petani dan pengepul salak pondoh di Kabupaten Sleman. Permintaan salak pondoh pun terus mengalami peningkatan.

“Hal ini membuat saya kecanduan untuk berbisnis dan tidak berminat untuk mencari lowongan pekerjaan seperti yang dilakukan teman-teman lain pada masa itu. Bahkan ijazah Sarjana Teknik dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3, dari sejak lulus sampai sekarang belum pernah saya pakai untuk melamar pekerjaan baik di perusahaan swasta maupun melamar pegawai negeri,” paparnya.

Akhirnya Surya memilih memberanikan diri terjun lebih dalam ke bisnis salak pondoh. Pada tahun 2002, Surya mulai melakukan promosi dan penetrasi pasar lebih luas salak pondoh di bawah perusahaannya CV Surya Alam Sejahtera IndoMerapi. Ia mengatakan saat itu modal yang dikeluarkan cukup terbatas, hanya keuntungan yang ia peroleh dari berjualan salak pondoh.

“Modal awal dapat dikatakan hanya bermodal niat dan tekad karena kalau secara finansial, memang belum mampu saat itu. Jadi hanya dengan menawarkan dan menjualkan produk Salak dari keluarga kepada teman-teman dari luar Jawa dan mendapatkan pembayaran dengan sistem ‘cash & carry’ maka saya akan mendapatkan selisih penjualan.
Untuk pengembangan bisnis selanjutnya saya hanya memutar dana dari selisih dari penjualan sebelumnya sehingga saya tidak tergantung pada modal dari orangtua ataupun dana pinjaman,” tukasnya.

Bangun Brand dan Mulai Pasarkan Salak di Ritel Modern

Nasib baik Surya Agung Saputra berjualan salak pondoh kembali berlanjut. Setelah memutuskan untuk memperluas pasar, Surya lantas membuat brand salak pondoh miliknya dengan merek Salak PSS atau Salak Pondoh Super Sleman. Dengan brand ini, salak Surya berhasil memasuki pasar ritel modern.

“Pasar Modern sudah masuk di Carrefour dari tahun 2005, Hypermart tahun 2006, All Fresh dan Toserba Jogja tahun 2007,” sebutnya.

Foto: Salak pondoh di pasar ritel modern/Dok: pribadi
Foto: Salak pondoh di pasar ritel modern/Dok: pribadi

Setelah itu permintaan salak pondoh semakin meningkat. Surya kemudian memutuskan untuk bekerjasama lebih banyak dengan pengepul dan petani salak pondoh di Kabupaten Sleman. “Awalnya kita bekerjasama dengan 1 kelompok petani, lalu tambah menjadi 40 kelompok tani dengan melibatkan 1.600 keluarga petani,” katanya.

Tidak hanya itu, untuk mensuplai salak pondoh ke berbagai pasar ritel modern Surya memilih bekerjasama dengan jasa ekspedisi. Ia optimis bisnis ini akan jauh lebih besar bila ditangani secara profesional dan tentu saja menguntungkan para petani salak pondoh.

“Kami selalu membeli salak ke petani dengan harga di atas harga pasar sebagai kompensasi mereka menjadi tenaga kerja secara tidak langsung dalam mensortir dan membersihkan salak langsung di kebun,” tambahnya.

Tembus Pasar China

Hanya butuh waktu kurang lebih 1 tahun bagi Surya Agung Saputra mengembangkan bisnis salak pondoh jauh lebih luas. Usai berhasil memasarkan salak pondoh di pasar ritel modern, Surya sukses memasarkan salak pondoh di negara China.

“Mulai akhir 2008 kita membuka kran pintu ekspor salak ke China,” kata Surya.

Untuk pasar China, Surya kemudian membuat brand khusus bernama Indosalaca yang berarti Buah Salak Segar dari Indonesia. Brand ini kemudian diikuti dengan pengemasan produk yang menarik dan pemilihan varietas buah salak terbaik. Sehingga produk Indosalaca berhasil diterima oleh masyarakat China.

Baca juga: Hafizh Suradiharja ‘Permak’ Bisnis Jajanan Roti Singapura Ala Indonesia

“Mengenai respon pasar sebenarnya sangat bagus karena selain keunikan rasa, kandungan nutrisi buah salak pun tidak kalah dengan buah lainnya,” sebutnya.

Foto: Salak pondoh siap diekspor ke China/Doc: pribadi
Foto: Salak pondoh siap diekspor ke China/Dok: pribadi

Selain di China, Surya memiliki target khusus salak pondoh miliknya bisa dipasarkan di berbagai negara. Oleh karena itu, ia meminta dukungan dari pemerintah agar salak pondoh miliknya bisa mendunia dan petani salak pondoh bisa jauh lebih sejahtera.

“Prospek peluang ekspor salak pondoh masih sangat terbuka karena tidak ada kompetitor dari negara lain. Tetapi yang menjadi kendala adalah birokrasi, administrasi, dan regulasi ketika kami ingin ekspor langsung ke negara tujuan,” cetusnya.

 

Penulis  : Wiji Nurhayat

Editor    : Wiji Nurhayat

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *