Inspiration

CEO John Fresh Berbagi Resep Kesuksesan Berbisnis Franchise

Tidak mudah bagi seorang pemimpin usaha dalam menjalankan bisnis. Apalagi bisnis tersebut dikelola dengan prinsip kemitraan atau franchise.

Franchise dapat diartikan sebagai salah satu bentuk model kerjasama bisnis dimana terdapat dua pihak yang terlibat langsung yakni franchisor (pemberi waralaba, pewaralaba) dan franchisee (penerima waralaba atau terwaralaba). Sistem bisnis yang ditawarkan tentu saja harus telah terbukti sukses dijalankan oleh franchisor.

Baca juga: Hafizh Suradiharja ‘Permak’ Bisnis Jajanan Roti Singapura Ala Indonesia 

CEO John Fresh Hafizh Suradiharja (28) mengatakan calon franchisor harus mempersiapkan dengan matang sebelum bisnisnya benar-benar dikelola dengan sistem franchise. Bila ini tidak dilakukan, maka bisnis franchise bakal berantakan dan tentu saja merugikan franchisee atau penerima waralaba/terwaralaba.

John Fresh adalah bisnis franchise yang sukses menawarkan Roti John asal Singapura bercita rasa Indonesia. Didirikan sejak tahun 2009, bisnis John Fresh kemudian dikelola dengan model franchise di tahun 2010. Hingga saat ini, John Fresh telah memiliki 25 outlet yang tersebar di seluruh kota di Indonesia.

Foto Hafizh Suradiharja pendiri usaha John Fresh

Foto Hafizh Suradiharja pendiri usaha John Fresh

“Menurut saya banyak pelaku bisnis yang mengatasnamakan bisnis franchise padahal sistem dan support yang mereka gunakan bukan standar bisnis franchise. Oleh sebab itu banyak mitra yang kecewa padahal itu adalah sebagian oknum saja yang mengatasnamakan franchise alhasil citra bisnis franchise secara keselurahan jadi negatif,” kata Hafizh saat bercerita kepada indotrading.com, Rabu (29/6/2016).

Membeli produk franchise memang memiliki keuntungan bila dibandingkan membuka usaha secara mandiri. Misalnya dapat memulai bisnis dengan cepat, mendapatkan pelatihan hingga kemudahan berekspansi.

Selain mendapatkan keuntungan, potensi timbulnya konflik juga kerap terjadi. Konflik biasanya dapat terjadi bila ada salah satu pihak yang merasa dirugikan. Franchisee bisa saja tidak menerima paket bisnis seperti yang dijanjikan. Di sisi yang lain franchisor mungkin dirugikan karena penyimpangan gerai sehingga mempengaruhi reputasi merek.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda yang ingin menjadi franchisee memperhatikan hal-hal berikut. Pertama adalah tentukan terlebih dahulu jenis franchise apa yang Anda akan ambil. Bila itu sudah dilakukan, maka Anda bisa telebih dahulu mengenali reputasi franchisor. Lalu pada akhirnya, Anda juga harus cermat mempelajari ilustrasi bisnis yang ditawarkan seperti royalty atau Franchise Fee, dukungan franchisor hingga isi kontrak.

“Ikuti dan lakukan SOP (Standard Operating Procedure) yang sudah dibuat oleh franchisor dengan benar dan terus memberikan inputan kepada franchisor tentang kinerja usahanya,” tuturnya.

Baca juga: Belajar Menjadi Pengusaha Sukses Ala Bos Rendang Nenek

Terakhir, dukungan pemerintah juga penting agar bisnis franchise di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang. Selain mempermudah izin usaha, menurut Hafizh pemerintah juga wajib memberikan kemudahan permodalan bagi para pelaku franchise di dalam negeri.

“Pinjaman untuk permodalan usaha dipermudah dan diringankan serta birokrasi yang dibuat simpel,” tegasnya.

 

Penulis   : Wiji Nurhayat

Editor     : Wiji Nurhayat

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top