Pernah Dijual dari Rumah ke Rumah, Kini Dulcet Patisserie Raih Omzet Ratusan Juta

Bisnis kue memang selalu tampak menggiurkan. Meski banyak saingan, bisnis di bidang bakery seakan tak pernah sepi peminat. Apalagi jika produk yang ditawarkan memiliki cita rasa yang lezat.

Salah satu bisnis di bidang bakery yang banyak mencuri perhatian publik ialah Dulcet Patisserie. Toko kue online yang mulai beroperasi sejak tahun 2011 ini didirikan oleh dua orang gadis cantik bernama Keshia Deisra dan Karina Mecca. Saat memulai bisnis ini, Keshia bahkan baru lulus SMA dan kakaknya, Karina baru saja masuk kuliah di Bina Nusantara University Jurusan Arsitektur.

Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

“Dulcet Patisserie ini kami dirikan pada tahun 2011. Waktu itu saya baru lulus SMA, sementara kakak saya juga baru masuk kuliah jurusan arsitektur,” ujar Keshia Deisra kepada indotrading.com pada Senin (9/1/2017).

Baca juga: 7 Strageti Bisnis dari Bos Chevalier yang Sukses Ekspansi ke 4 Benua

Dalam bahasa Prancis Kuno dan bahasa Inggris, kata dulcet bermakna ‘manis’, sementara patisserie bermakna ‘toko kue’. Keshia dan Karina memilih nama ini karena kata tersebut melambangkan cita rasa kue yang manis.

Dulcet artinya ‘manis’, itu dari bahasa Inggris dan Prancis kuno. Kalau gak salah, se-simple itu dan Patisseri itu adalah ‘cake shop’ dari bahasa Prancis,” terang Karina Mecca.

Setelah lulus SMA, Keisha tidak melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah. Meskipun begitu, ia tetap ingin mengembangkan kemampuan yang ada di dalam dirinya. Di sela-sela waktu luangnya, Keshia menyibukkan dirinya dengan menulis novel dan membuat kue.

Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

“Di saat memiliki waktu yang kosong, saya berpikir harus memiliki kreativitas lainnya nih selain nulis. Saya kemudian nyoba-nyoba beberapa kegiatan di baking, dan waktu itu saya belum familiar dengan dunia baking,” ungkap Keshia.

Baca juga: Egar Putra: Bos Sepatu Chevalier yang Sukses “Jajah” 4 Benua

Berawal dari coba-coba, ternyata Keshia menemukan kenyamanan saat membuat kue bersama kakaknya, Karina. Saat itulah Keshia berpikir untuk mulai membuat bisnis kue bersama Karina. Apalagi, keluarganya memang sangat menyukai kegiatan masak-memasak sejak dulu.

“Ya memang di keluarga kami culture-nya seneng masak. Tapi kalau untuk khusus baking di keluarga belum ada, jadi murni baru saya dan kakak saya,” terang Keshia.

Dulu Keshia dan Karina sama sekali tidak mengetahui cara membuat kue. Mereka benar-benar membangun bisnis ini dari nol. Dengan memanfaatkan buku-buku resep masakan dan internet, mereka pun mulai membuat satu per satu jenis kue hingga pada akhirnya menemukan kue yang cocok dengan filosofi Dulcet Patisserie.

Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

“Jadi saya benar-benar belajar dunia baking ini dari nol. Dan semua baking yang saya pelajari itu secara otodidak. Jadi semua saya pelajari dari buku. Saya belajar dari yang mudah hingga akhirnya saya bisa menemukan style sendiri sekarang sampai akhirnya tercipta produk-produk Dulcet hasil inovasi saya sendiri,” kata Keshia.

Kerja keras Keshia dan Karina ternyata tak sia-sia. Berkat kerja keras dan semangat yang tinggi, kini kue-kue Dulcet Patisserie semakin laris-manis diserbu pembeli mulai dari artis hingga pejabat. Bahkan, omzet per bulan mereka kini mencapai Rp 300 juta. Bagaimana perjuangan adik-kakak ini dalam membangun Dulcet Patisserie?

Baca juga: Modal Satu Juta, Pringgondani Raup Ozet Puluhan Juta dari Bisnis Pomade

Buat Berbagai Varian Kue dan Cake

Awalnya, bisnis kue ini dijalankan oleh Keshia untuk mengisi waktu luangnya. Gadis kelahiran Jakarta, 30 Desember 1994 ini kemudian mencoba menjual kue buatannya kepada teman, keluarga, dan orang-orang terdekat. Tak disangka, ternyata banyak yang menyukai kue buatan Keshia. Berkat saran dan dukungan dari orangtua, Keshia dibantu dengan Karina pun menjalankan bisnis kue Dulcet Patisserie ini.

Foto: Keisha Deisra dan Karina mecca, CEO Dulcet Patisserie/ Dok: Indotrading.com
Foto: Keisha Deisra dan Karina mecca, CEO Dulcet Patisserie/ Dok: Indotrading.com

Selain memiliki cita rasa yang lezat, kue buatan Keshia ini juga terbilang unik. Tak seperti toko kue lainnya, produk yang ditawarkan Keshia ini memiliki kandungan lemak serta gula yang rendah. Hal ini membuat produk-produk Dulcet Patisserie sehat dan aman dikonsumsi bagi orang yang sedang diet.

“Kalau dari produk, kita memang menyebut produk kita ini low fat, less sugar, dan memang premium ingredients. Takaran kue itu beda banget sama takaran makanan. Jadi takaran kue benar-benar harus presisi banget,” ujar Keshia.

Untuk membuat kue yang rendah lemak dan tetap aman dikonsumsi oleh tubuh, Keshia menggunakan bahan yang spesial. Ia tidak menggunakan margarin saat membuat kue, tapi menggunakan butter vegan. Keshia harus mengimpor bahan satu ini dari luar negeri demi menciptakan kue dengan cita rasa terbaik.

“Sejujurnya kami pakai bahan butter vegan, bukan margarin. Ini yang membuat orang missed conception soal butter dan margarin. Ada butter vegan memang kami impor khusus dan harganya lebih mahal, tapi hasil kuenya lebih berasa,” tambah Keshia.

Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

Tak hanya itu, kue buatan Dulcet Patisserie juga memiliki tekstur yang ringan. Biasanya, orang akan merasa enek ketika makan kue atau cake dalam jumlah banyak. Namun tidak dengan kue-kue Dulcet Patisserie.

“Kue Dulcet tuh ringan dan nggak enek pas dimakan. Mau beberapa sliece pun akan terus nambah. Itu terbukti dari customer kami yang selalu kembali belanja di Dulcet karena rasanya,” terang Karina.

Baca juga: Ivan Bestari Sulap Limbah Kaca Jadi Barang Bernilai Jutaan Rupiah

Kerja keras Keshia dan Karina memang tak sia-sia. Awalnya Keshia hanya membuat kue-kue dan cup cake yang sederhana. Namun seiring berjalannya waktu, kue yang dibuat pun semakin variatif. Tak hanya itu, banyak pembeli yang melakukan repeat order karena menyukai kue buatan Dulcet Patisserie.

“Dulu Dulcet cuma jualan cup cake, jualan cake-cake yang simple,  hingga akhirnya sekarang bisa bikin kue sus yang nggak ada di tempat lain. Jadi kalau saya bilang sih di dunia baking ini adalah passion yang saya ciptakan dan saya belajar sendiri,” lanjut Keisha.

Foto: Kemasan Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Kemasan Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

Hingga kini, sudah banyak jenis kue yang mereka ciptakan. Misalnya ada cup cake, cake, french specialties, dan seasonal menu. Selain itu, mereka juga terus melakukan inovasi dengan membuat berbagai jenis kue yang khas untuk Dulcet Patisserie.

“Jadi kami punya beberapa varian. Ada cup cake, cake, pie, dan french specialties. Kenapa disebut french specialties itu adalah jenis-jenis kue tradisional khas Prancis. Tapi ada juga cake-cake hasil inovasi kita yang kita kasih nama sendiri,” terang Keshia.

Bagi Dulcet Patisserie, inovasi merupakan salah satu hal yang wajib dimiliki jika bisnis ingin terus berkembang. Untuk itu, setiap bulan mereka selalu mengeluarkan menu baru yang diracik khusus untuk para pelanggan setia Dulcet Patisserie. Hingga sekarang, sudah ada ratusan menu yang dengan berbagai varian rasa.

Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Indonesia Jadi Tuan Rumah GMASA 2017

“Setiap bulan kami memang mengeluarkan menu seasonal. Dan sejauh ini sudah ada ratusan menu yang pernah kita buat. Tapi tetap signature dan menu andalan yang best seller tetap stay di menu daily kami,” kata Karina.

Pernah Dijual dari Rumah ke Rumah

Untuk mengawali bisnis ini, Keshia dan Karina mendapatkan bantuan dana dari orangtua mereka. Modalnya memang tidak begitu besar. Uang modal itu kemudian digunakan untuk membeli mixer dan oven serta perlengkapan lainnya.

Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

“Modal yang dikumpulin waktu itu kita memang kayak pelan banget. Beberapa bulan pertama kita ngumpulin. Kita beli mixer sendiri, oven sendiri, mulai beli box yang tampilannya lebih bagus hingga akhirnya kita bikin sendiri, desain sendiri,” papar Karina.

Meski berasal dari keluarga yang berkecukupan, bukan berarti Keshia dan Karina membangun bisnis kuenya ini dengan mudah. Mereka berdua memulai bisnis ini dari nol, bahkan sejak mereka belum mahir membuat kue. Adik-kakak ini pun mengaku awalnya hanya menjual kue buatannya dari rumah ke rumah.

Baca juga: Hotel Amaris Pasar Baru: “Respon Indotrading Sangat Cepat!”

“Waktu itu kita dari tahun 2011 itu kita jualannya pun dari nol banget yang kita tawarin kue kita ke keluarga, saudara, teman, dari rumah ke rumah. Dan mulai meningkatnya itu pelan-pelan banget,” ucap Keshia.

Setelah berhasil memperoleh beberapa pelanggan tetap, Keshia dan Karina pun mencoba menawarkan kue mereka ke kafe-kafe yang ada di Jakarta. Namun, tidak ada satu kafe pun yang mau menerima produk mereka.

“Saat kami keliling ke semua kafe di Jakarta dan menawarkan produk kita, kami ditolak semua kafe yang kami datangi,” kenang Karina.

Foto: Kemasan Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Kemasan Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

Meski ditolak beberapa kafe di Jakarta, mereka berdua tidak putus asa. Justru hal tersebut dijadikan sebagai motivasi agar mereka terus semangat menjalankan bisnis kue ini. Keshia dan Karina pun memutuskan untuk menjual kue secara online melalui website dan media sosial.

“Tapi dari situ kami termotivasi kalau kami harus berdiri sendiri,” ujar Keshia.

Baca juga: Fourspeed Metalwerks: Bisnis Aksesoris Beromzet Ratusan Juta yang Laris di Eropa hingga Amerika

Setelah memasarkan secara online, semakin banyak pembeli yang mengetahui keberadaan Dulcet Patisserie. Apalagi, Karina mengaku memanfaatkan pemasaran lewat sosial media seperti Instagram. Kualitas foto yang bagus dan caption yang menarik di Instagram ternyata membuat Dulcet Patisserie digandrungi banyak orang. Dulcet Patisserie pun semakin terkenal hingga kafe-kafe yang dulu menolak Dulcet Patisserie justru malah berbalik menawarkan kerja sama.

“Setelah kami mulai terkenal, justru kafe-kafe yang menolak kami malah kini yang meminta kami untuk menjual kuenya. Mungkin dulu mereka pertimbangannya karena harga Dulcet diatas harga rata-rata. Jadi untuk dijual kembali mungkin agak berat bagi mereka,” papar Karina.

Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

Kue-kue yang dibuat oleh Dulcet Patisserie memang tidak dijual dengan harga murah. Namun harga ini sebanding dengan kualitas serta lezatnya rasa kue yang didapatkan.

“Harga paling murah kue Dulcet itu Rp220 ribu sampai yang paling mahal Rp475 ribu,” kata Karina.

Raup Omzet Hingga Rp 300 Juta/Bulan

Selama 5 tahun berbisnis, KeshIa dan Karina kini bisa mencicipi manisnya bisnis kue Dulcet Patisserie. Meski awalnya hanya laku beberapa kue dalam satu hari, kini dalam sehari ratusan kue bisa habis terjual. Tak ayal, kini dua gadis cantik yang belum genap berusia 24 tahun ini sudah berhasil meraup omzet hingga Rp300 juta setiap bulannya.

Foto: Keisha Deisra dan Karina mecca, CEO Dulcet Patisserie/ Dok: Indotrading.com
Foto: Keisha Deisra dan Karina mecca, CEO Dulcet Patisserie/ Dok: Indotrading.com

“Omzet ya sampai lah Rp200-300 juta. Tapi itu juga tergantung momen ya, kalau mau hari raya beda lagi. Kan Indonesia itu banyak banget celebration day-nya,” ujar Karina.

Semua ini tentu tidak diraih dengan mudah. Perlu waktu yang panjang serta perjuangan yang tidak sepele untuk dapat meraihnya. Salah satu kunci kesuksesan Dulcet Patisserie ialah menggunakan media sosial sebagai sarana promosi.

Baca juga: Ingin Majukan UKM Indonesia, Bank BTPN Kolaborasi dengan Google dan Indotrading

“Kita juga menggunakan sosial media terus gencar ya terutama Instagram. Karena followers kami paling banyak itu ya di Instagram. Jadi, di Instagram itu kita sering post dengan konten-konten yang menarik,” ujar Karina.

Karina mengaku memanfaatkan Instagram secara maksimal. Caranya dengan menampilkan foto dengan kualitas tinggi yang unik dan kreatif. Jauh sebelum ada fenomenda endorse, Karina juga menawarkan kue-kue Dulcet Patisserie ke beberapa artis dengan gratis. Beberapa dari mereka memberikan feedback dengan membuat konten di Instagram sebagai bentuk rasa terima kasih. Dari sinilah Dulcet Patisserie semakin banyak dikenal.

Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie
Foto: Contoh Produk Dulcet Patisserie/ Dok: Dulcet Patisserie

Tak hanya itu, Keshia dan Karina juga tidak pelit memberikan promo kepada pelanggan setia mereka. Di beberapa momen tertentu, mereka memberikan promo potongan harga khusus. Mereka juga beberapa kali memberikan promo give away dengan memberikan produk secara gratis kepada para pelanggan setia Dulcet Patisserie.

“Kita juga suka ada promo give away ke customer. Di beberapa moment juga kita bikin promo,” lanjut Karina.

Meski telah sukses di usia muda, Keisha dan Karina tak lantas merasa puas. Mereka terus melakukan inovasi untuk mengembangkan Dulcet Patisserie hingga semakin besar. Hingga kini, mereka bahkan telah memiliki 15 karyawan untuk membantu kegiatan operasional sehari-hari.

“Sekarang kita ada 15 karyawan. Untuk online bisnis saya pikir 15 orang itu sudah sangat efektif,” pungkas Keisha.

 

Reporter: Kumi Laila      Penulis: Erlin Dyah Pratiwi

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *