3 Bisnis Ini Laku Keras dan Diekspor hingga Mancanegara Berkat Kreativitas

Kreativitas seringkali dipandang sebagai hal yang tidak terlalu penting dalam sebuah bisnis. Padahal, justru kreativitaslah yang menjadi pembeda antara satu produk dengan produk lainnya. Dengan sentuhan kreativitas, sebuah produk sederhana dapat diubah menjadi produk dengan nilai jual yang tinggi.

Produk-produk hasil industri kreatif lokal sudah lama mencuri perhatian dunia. Apalagi jika produk itu unik dan jarang ditemukan di tempat lain. Ada begitu banyak produk kreatif lokal yang tak hanya laris manis di dalam negeri, namun juga di luar negeri. Berikut produk lokal asli Indonesia yang telah diekspor hingga mancanegara yang telah dihimpun oleh redaksi indotrading.com (Selasa, 17/1/2017):

  1. Ivan Bestari Sulap Limbah Kaca Jadi Barang Bernilai Jutaan Rupiah

Sebagian orang menganggap bahwa limbah kaca merupakan sampah yang tak berguna. Namun berbeda halnya dengan Ivan Bestari Minar Pradipta. Dengan kreativitas yang dimilikinya, pemuda asli Yogyakarta ini mampu mengubah limbah kaca menjadi benda kerajinan tangan bernilai ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah.

Sejak tahun 2011, Ivan menggeluti bisnis daur ulang limbah kaca yang diberi nama Otakatik Creative Workshop. Awalnya, hal ini dilatarbelakangi karena banyaknya sampah botol serta limbah kaca yang berada di sekitar rumahnya. Limbah kaca itu kemudian diolah menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Foto: Ivan Bestari Minar Pradipta, CEO Otakatik Creative Workshop/ Dok: Otakatik Creative Workshop
Foto: Ivan Bestari Minar Pradipta, CEO Otakatik Creative Workshop/ Dok: Otakatik Creative Workshop

“Bagian utama produk terbuat dari 100% limbah kaca, baik itu kaca yang dilelehkan lalu dibentuk ulang, ataupun limbah botol kaca yang kami potong lalu kami beri sentuhan artistik dan desain,” kata Ivan.

Produk buatan Ivan dikenal memiliki nilai artistik yang tinggi serta sangat memperhatikan detail. Hingga saat ini, sudah ada puluhan jenis barang yang berhasil dibuat, misalnya karya seni, hiasan dinding, perhiasan, liontin, anting, gelas, vas, dan lain sebagainya.

Tak hanya diminati pembeli dalam negeri, turis-turis asing pun banyak yang tertarik pada produk-produk Ivan. Produk kerajinan buatan Ivan ini dijual dengan harga yang cukup bervarisi antara Rp30 ribu hingga jutaan rupiah. Salah satu kunci sukses bisnis ialah dengan tidak berhenti berkarya dan menyerah pada hambatan yang ada.

“Terus berkarya dan tidak menyerah pada hambatan,” pungkas Ivan.

Baca selengkapnya: Ivan Bestari Sulap Limbah Kaca Jadi Barang Bernilai Jutaan Rupiah

  1. Fourspeed Metalwerks: Bisnis Aksesoris Beromzet Ratusan Juta yang Laris di Eropa hingga Amerika

Bisnis aksesoris mungkin terdengar tidak menjanjikan. Namun jangan salah, desain aksesoris yang kreatif dapat membuat sebuah produk banyak dicari orang, bahkan diekspor hingga mancanegara.

Salah satu produk aksesoris yang dibuat dengan sentuhan kreativitas ialah produk Fourspeed Metalwerks. Fourspeed Metalwerks merupakan salah satu industri kreatif asal Bandung yang didirikan sekitar tahun 2005 oleh 4 orang, yaitu Fajar, Hilton, Yudi, dan Mulyana.

Foto: Proses Produksi Fourspeed Metalwerks/ Dok: Fourspeed Metalwerks
Foto: Proses Produksi Fourspeed Metalwerks/ Dok: Fourspeed Metalwerks

“Tahun 2005 menjadi awal perjalanan para pendiri Fourspeed Metalwerks dari sebuah garasi kecil di Bandung. Dilatarbelakangi 4 sekawan yaitu Hilton, Fajar, Yudi dan Mulyana,” kata Fajar.

Fourspeed Metalwerks membuat berbagai macam aksesoris khusus laki-laki seperti cincin, kalung, dan ikat pinggang. Aksesoris buatan mereka memiliki keunikan karena terbuat dari material tembaga, kuningan, perak, dan material lannya serta mayoritas memiliki motif tengkorak.

Tak tanggung-tanggung, pembelinya pun berasal dari kalangan band metal papan atas seperti Sepultura, Madball, dan Metalica. Bahkan, aksesoris buatan Fourspeed Metalwerks sudah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika, Inggris, Eropa, Jepang, dan China. Omzet per bulannya pun sudah mencapai ratusan juta.

“Kami sudah ekspor ke Amerika, Inggris, Eropa, Jepang, dan Cina,” pungkas Fajar.

Baca selengkapnya: Fourspeed Metalwerks: Bisnis Aksesoris Beromzet Ratusan Juta yang Laris di Eropa hingga Amerika 

  1. Pernah Jadi Kuli Pasir, Kini Danu Sofwan Sukses Jadi “Radja Cendol” Beromzet 1,5 Miliar

Siapa yang tidak kenal cendol? Cendol merupakan salah satu minuman khas Indonesia yang dapat dengan mudah kita temukan. Namun, beda halnya dengan cendol buatan Danu yang diberi merek Radja Cendol. Tak seperti cendol kebanyakan, cendol buatan Danu ini unik, bahkan bisa mendatangkan omzet hingga milyaran rupiah per bulannya.

Keputusan Danu untuk berbisnis cendol diawali karena tuntutan ekonomi keluarga. Setelah ayahnya meninggal, Danulah yang menjadi tulang punggung keluarga. Ia kemudian memutuskan untuk berjualan cendol karena cendol termasuk salah satu minuman asli Indonesia yang masuk kedalam daftar 50 minuman terlezat di dunia.

Foto: Syahputra Kamandanu Sofwan, CEO Radja Cendol/ Dok: indotrading.com
Foto: Syahputra Kamandanu Sofwan, CEO Radja Cendol/ Dok: indotrading.com

“Ternyata cendol mewakili Indonesia masuk dalam daftar 50 minuman terlezat di dunia via CNN yang mempoling bahwa rendang makanan terlezat di dunia. Jadi Indonesia mewakili dua minuman, es kelapa muda sama cendol. Kok sebegini hebatnya cendol, tapi orang kok malah berbondong-bondong menjual produk luar,” ucap Danu.

Sejak pertama kali diluncurkan sekitar 2,5 tahun yang lalu, Randol mendapatkan sambutan yang positif. Selain kelezatan dan keunikannya, Randol juga banyak diminati karena sehat untuk dikonsumsi.

Namun siapa sangka, untuk bisa menjalankan bisnsinya ini Danu Sofwan harus bekerja ekstra keras. Ia bahkan sempat jadi kuli pengangkut pasir demi bisa mendapatkan modal usahanya.

“Saya kan dulu sempet jadi kuli pasir untuk mengumpulkan modal membuka usaha cendol,” kata Danu.

Tak hanya menjadi kuli pengangkut pasir, pria kelahiran Tasikmalaya, 20 Agustus 1987 ini pun rela menjadi pengamen. Pekerjaan itu ia lakukan selama 8 bulan. Kini, Danu Sofwan pun bisa menikmati hasil jerih payahnya.

Baca juga: Pernah Jadi Kuli Pasir, Kini Danu Sofwan Sukses Jadi “Radja Cendol” Beromzet 1,5 Miliar

 

Penulis: Erlin Dyah Pratiwi       Editor: Erlin Dyah Pratiwi

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *