Isi Pembahasan Artikel
Air sumur yang keruh, berbau, atau meninggalkan noda kuning di bak mandi adalah keluhan yang cukup umum, terutama di daerah dengan kandungan besi tinggi. Salah satu solusi yang banyak dipakai adalah membuat atau memasang tabung filter air sendiri.
Namun, filter air tidak akan bekerja maksimal kalau media di dalamnya disusun asal-asalan. Urutan yang salah bisa membuat media cepat buntu, air tetap keruh, atau butiran media ikut terbawa keluar. Yuk, kenali dulu fungsi masing-masing media dan bagaimana menyusunnya.
Mengenal Media Filter Air
Kerikil atau batu koral biasanya diletakkan paling bawah. Fungsinya sebagai penyangga agar media yang lebih halus tidak masuk ke saluran keluar, sekaligus membantu aliran air merata.
Pasir silika bertugas menyaring partikel padat seperti lumpur, pasir halus, dan kotoran yang membuat air keruh. Media ini paling banyak dipakai karena harganya terjangkau dan mudah didapat.

Pasir mangan (manganese greensand) membantu mengikat besi dan mangan terlarut, penyebab air berwarna kuning dan berbau karat. Zeolit membantu menyerap amonia dan sebagian logam, sekaligus ikut menyaring kotoran.
Karbon aktif berfungsi menyerap bau, rasa tidak sedap, dan warna pada air, termasuk sisa kaporit. Karena sifatnya menyerap, karbon aktif perlu diganti secara berkala agar tetap efektif.
Urutan Media di Tabung Filter
Prinsip dasarnya, media yang lebih kasar dan berat diletakkan di bawah, sementara media yang lebih ringan berada di atas. Susunan yang umum dipakai pada tabung filter adalah sebagai berikut, dihitung dari bawah ke atas: kerikil atau batu koral, pasir silika, pasir mangan atau zeolit, lalu karbon aktif.
Pada sistem yang lebih baik, pasir silika dan pasir mangan sering dipisahkan dari karbon aktif dalam tabung yang berbeda. Air disaring dulu di tabung pertama untuk menghilangkan kotoran dan besi, baru kemudian masuk ke tabung karbon aktif. Dengan cara ini, karbon aktif tidak cepat jenuh oleh kotoran kasar.
Setiap media juga sebaiknya diberi ruang kosong di bagian atas tabung, sekitar seperempat tinggi tabung, agar media bisa mengembang saat proses pencucian balik (backwash).
Tips Perawatan Filter Air
Lakukan backwash secara rutin untuk membuang kotoran yang menumpuk di permukaan media. Frekuensinya tergantung kondisi air, bisa beberapa hari sekali hingga seminggu sekali. Bila air mulai berbau atau keruh lagi meski sudah di-backwash, itu tanda media perlu diganti atau diregenerasi.
Baca Juga: Mengungkap Jenis-jenis Filter Air yang Efektif untuk Air Minum
Media filter seperti pasir silika, pasir mangan, zeolit, dan karbon aktif bisa Anda dapatkan dari berbagai pemasok di halaman jual pasir silika di Indotrading. Semoga air di rumah atau tempat usaha Anda kembali jernih!





