Berita

9 Tips Mengelola Keuangan Saat Bulan Ramadan

Memasuki Ramadan, tingkat kebutuhan manusia akan semakin bertambah. Mau tidak mau pengeluaran pendapatan Anda akan semakin membengkak. Hal ini diperparah dengan melambungnya harga bahan makanan dan belum lagi adanya kebutuhan tambahan seperti persiapan untuk lebaran atau mudik ke kampung halaman. Semakin dalam kocek Anda akan keluar, bukan?

Oleh karena itu, pengelolaan keuangan di bulan Ramadan wajib dilakukan. Jangan sampai ibadah di bulan Ramadan kali ini terganggu dengan banyaknya kendala finansial. Agar terhindar dari masalah finansial selama bulan Ramadan, simak 10 tips berikut ini:

  1. Buat Perencanaan Matang di Awal Bulan
Buat perencanaan dulu yuk! Foto: Wikipedia

Buat perencanaan dulu yuk! Foto: Wikipedia

Di awal bulan Ramadan, buatlah perencanaan matang untuk masing-masing pos pengeluaran sedetil mungkin. Tulislah daftar pos-pos pengeluaran rutin setiap bulan seperti kebutuhan makan dan minum, cicilan rumah atau kendaraan, biaya listrik dan air, pulsa, zakat, asuransi, tabungan, dan investasi. Tambahkan juga pos-pos pengeluaran khusus bulan Ramadan seperti alokasi dana untuk buka bersama (bukber), sedekah, zakat, dan mudik. Jangan lupa sisihkan pula sebagian anggaran untuk biaya tak terduga.

  1. Susun Skala Prioritas
Salah satu contoh prioritas. Foto: wikipedia

Salah satu contoh prioritas. Foto: wikipedia

Susunlah skala prioritas dalam pos-pos pengeluaran yang telah dibuat daftarnya. Utamakan beberapa pos pengeluaran seperti cicilan rumah atau kendaraan, asuransi, dan tabungan. Hematlah dalam menggunakan listrik dan air agar tagihan bulanan tidak membengkak. Pakailah pulsa telepon dengan bijak. Dengan membuat skala prioritas, pengeluaran selama bulan Ramadan akan lebih terkontrol. Namun tentu saja, semua tergantung pada niat dan komitmen Anda.

  1. Atur Waktu Belanja
Lumayan kan kalau ada promo. Foto: wikipedia

Lumayan kan kalau ada promo. Foto: wikipedia

Luangkan waktu untuk berbelanja sekali atau dua kali saja selama sebulan. Hindari berbelanja setiap hari ke warung atau tukang sayur yang lewat di depan rumah karena biasanya hal itu justru akan membuat pengeluaran semakin banyak. Sebelum berbelanja, coba cek promo atau diskon kebutuhan pokok di setiap mall atau minimarket. Pantau penawaran-penawaran khusus tersebut lewat media sosial atau internet. Manfaatkan juga jika ada promo dengan kartu member atau kartu kredit.

  1. Buat Daftar Menu Selama Sebulan
Contoh menu bulanan. Foto: wikipedia

Contoh menu bulanan. Foto: wikipedia

Membuat daftar menu makanan buka dan sahur selama sebulan, mungkin bisa menjadi salah satu cara tepat untuk menghemat pengeluaran. Bulan Ramadan sejatinya bertujuan untuk melatih melawan hawa nafsu, bukan untuk makan dengan berlebihan. Buatlah menu variatif setiap harinya dengan kombinasi sayur, lauk-pauk, telur, ikan, dan daging. Selain sehat, memasak makanan sendiri juga akan lebih hemat. Jika harga daging atau ikan cenderung mahal, siasatilah dengan cara memakan dua hal itu saat akhir pekan.

Baca juga: Dongkrak Omzet Bisnis Bulan Ramadan Lewat Optimasi Pemasaran Digital

  1. Kurangi Jadwal Bukber di Luar
Bukbernya sekali-sekali aja. Foto: wikipedia

Bukbernya sekali-sekali aja. Foto: wikipedia

Kegiatan buka puasa bersama atau yang sering disebut bukber biasanya sering dilakukan selama bulan Ramadan. Bukber memang baik untuk menjalin kembali tali silaturahmi dengan kerabat atau teman lama. Namun, jangan sampai hanya karena terlalu sering menerima ajakan bukber, pengeluaran Anda dijamin semakin membengkak. Batasilah kegiatan bukber misalnya seminggu sekali.

  1. Tahan Diri untuk Membeli Barang-Barang yang Tidak Perlu
Jangan membeli barang yang tidsk penting ya. Foto: wikipedia

Jangan membeli barang yang tidsk penting ya. Foto: wikipedia

Saat pergi ke mall atau minimarket, biasanya kita ingin membeli semua barang yang diberi label diskon atau promo. Jika barang tersebut memang benar-benar dibutuhkan, tentu hal itu tidak akan mengganggu anggaran keuangan. Namun sebaliknya, jika barang-barang yang kita beli sebenarnya tidak penting, tentu hal ini akan membuat anggaran keuangan bermasalah. Hindari berbelanja barang kebutuhan yang tidak terlalu penting untuk menghindari over budget atau tagihan kartu kredit yang membengkak.

  1. Alokasikan THR untuk Mudik
Mudik butuh uang yang tidak sedikit. Foto: wikipedia

Mudik butuh uang yang tidak sedikit. Foto: wikipedia

Sebaiknya, beberapa bulan sebelum Ramadan sudah ada anggaran khusus untuk mudik atau pulang kampung. Namun jika belum, cobalah untuk mengalokasikan THR (Tunjangan Hari Raya) sebagai biaya pulang kampung. Meski begitu, jangan habiskan semua uang THR untuk pulang kampung. Jika memungkinkan, sisihkan sebagian dananya untuk dimasukkan ke dalam pos tabungan atau investasi.

  1. Tambah Penghasilan dengan Berjualan Makanan Takjil
Jenis takjil yang banyak diminati. Foto: wikipedia

Jenis takjil yang banyak diminati. Foto: wikipedia

Untuk menambah pundi-pundi penghasilan, tidak ada salahnya untuk mencoba berjualan makanan takjil selama bulan ramadhan. Cobalah untuk menjual minuman sederhana seperti kolak pisang, es campur, es jus, es pisang ijo, atau es kelapa muda. Jika ingin berjualan menu berbuka puasa yang relatif mudah dibuat, cobalah untuk menjual gado-gado, asinan, atau siomay. Hasil penjualan ini bisa dialokasikan untuk dana tambahan pulang kampung atau untuk membeli beberapa baju lebaran.

  1. Catat Cash Flow Keuangan dengan Jujur
Catat arus kas dengan jujur. Foto: wikipedia

Catat arus kas dengan jujur. Foto: wikipedia

Catatlah setiap pengeluaran dan pemasukan dengan jujur dan apa adanya. Jangan memanipulasi catatan kas keuangan diri sendiri dengan melakukan pembulatan nominal. Berusahalah untuk konsisten dan jujur pada diri sendiri. Dengan memiliki cash flow yang rapi dan jujur, kita dapat mengetahui secara pasti ke pos mana saja uang kita dihabiskan. Tentunya, hal ini sangat penting untuk evaluasi keuangan saat bulan Ramadan di masa mendatang. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Begini Cara Mendapatkan Fasilitas Gratis Izin Bisnis UMKM

 

Penulis  : Erlin Dyah Pratiwi

Editor    : Wiji Nurhayat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top