Bisnis

Menyimak Teori Big x Slow = Death dari CEO GE

big and slow

Gambar 340

Di dalam hidup ini, tidak ada seorang pun yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Prinsip ini juga berlaku dalam dunia bisnis. Apa yang akan anda lakukan jika anda mengalami stagnansi dalam bisnis? Tentu anda membutuhkan seseorang untuk memberi masukan kepada bisnis anda. Ya, belajar dan bertukar pikiran dengan orang-orang yang lebih ahli atau lebih sukses dari kita selalu memberikan manfaat tersendiri.

Tempo hari saya beruntung diundang oleh guru, mentor, dan sahabat keren @HandryGE untuk menghadiri perhelatan istimewa yang menampilkan orang istimewa Jeff R. Immelt, CEO dan Chairman General Electric (GE) Global. Istimewa karena GE sebagai organisasi multinasional sudah beroperasi dua kali lebih lama dibandingkan Indonesia merdeka.

Apakah ada hal-hal keren lain dari perusahaan yang dirintis oleh Thomas Edison ini? Banyak. Dua karyawan mereka pernah tercatat sebagai penerima penghargaan nobel. Mereka juga termasuk dalam segelintir dari 12% perusahaan yang secara konsisten terus tercatat dalam daftar Fortune500 sejak 1955. Kehadiran GE di seluruh dunia yang melayani beragam industri menjadikan mereka salah satu usaha konglomerat terbesar di dunia. Ini pencapaian dahsyat yang patut menjadi pelajaran bagi semua organisasi. Bagaimana mereka bisa tetap relevan dan berjaya sepanjang masa? Bagaimana GE mengambil keputusan-keputusan bisnis? Bagaimana mereka menata organisasi dan menumbuhkembangkan setiap orang yang tergabung di dalamnya? Paling tidak itu pertanyaan-pertanyaan yang terlintas dalam benak saya.

Baca juga : 3 Dasar Strategi Manajemen ala CEO GE Indonesia

Jeff Immelt figur istimewa karena menggantikan CEO legendaris GE sebelumnya, Jack Welch. Lebih menarik lagi, Jeff melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan GE tepat empat hari sebelum peristiwa 911 menimpa Amerika Serikat yang gemanya masih terasa hingga sekarang. Perawakannya yang tinggi besar tidak tampak mengintimidasi, justru sebaliknya, Jeff tampak rileks, informal, dan bersahabat.

Semua perkataannya malam itu sangat layak menjadi pertimbangan dan bahan pembahasan, namum pesan terpenting yang saya tangkap yaitu “perubahan itu nyata, semakin cepat dan tidak terduga”. Jika ada satu hal yang bisa memastikan organisasi tetap relavan dan bertumbuh kembang, hal tersebut yakni orang-orang yang relevan yang terus bertumbuh kembang (relevant people) dan interaksi di antara mereka (culture).

Jeff Immelt mengatakan bahwa no organization can stay contemporary for long. Sebut 10 hal yang telah mengubah dunia? Apapun jawaban anda, tidak satupun dari hal tersebut pernah diprediksi sebelumnya. @HandryGE mengungkap kalimat ini saat memperkenalkan Jeff Immelt tempo hari. Prediksi tentang masa depan yang masih berjejak pada masa kini atau masa lampau hampir selalu salah besar. Terhitung sejak penemuan listrik, internet, telepon hingga the internet of things, digital industrial, hingga teknologi nano. Tidak ada pakar masa depan karena tidak satupun manusia pernah hidup di masa depan.

Baca juga : Ingin Memulai Bisnis? Pahami Dulu 4 Key Resources Ini

Big x slow = death. Semakin besar organisasi, lazimnya ditandai dengan interaksi yang semakin formal serta tata kerja yang semakin birokratis dan lamban. Jeff menyampaikan bahwa tantangan terbesar adalah bagaimana menjadikan besaran dan keberagaman organisasi sebagai keunggulan. Selain itu, bagaimana memastikan kelaziman pembesaran yang senantiasa diikuti dengan perlambatan tidak terjadi pada GE. Hampir semua organisasi yang terlempar dari Fortune500–ataupun perusahaan besar yang mendadak jadi tidak relevan mengikuti perubahan zaman–gagal menyiasati hal ini.

Build ecosystem and the numbers shall follow. Jeff Immelt menyebut beberapa hal fundamental yang harus diterima oleh para pemimpin organisasi masa depan sebagai berikut:

  1. No control & empowerment. Kontrol sepenuhnya adalah ilusi. Hal terbaik adalah memperdayakan setiap orang dalam organisasi untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik untuk organisasi.
  2. Leaner management. Struktur organisasi raksasa sudah tidak lagi relevan. Semakin tipis lapisan dalam organisasi, semakin baik. Berdaya team untuk mengambil peran penuh dalam project-project yang dijalankan organisasi.
  3. Speed & pivoting. Kecepatan merespon dinamika pasar dan kompetisi menjadi ujung tombak pergerakan organisasi. Pivot atas keputusan terdahulu sangat lazim bahkan dianjurkan untuk kebaikan organisasi.
  4. Democratizing information. Arus informasi didalam organisasi tidak boleh terhambat dan harus mengalir dengan deras. Keputusan terbaik butuh kelengkapan informasi.
  5. Do fewer things with greater intensity. Pada level individu, hal terpenting saat ini bukan untuk mengerjakan segala hal. Sebaliknya, setiap individu sedapat mungkin mengerjakan lebih sedikit namun dengan intensitas lebih dalam.

Tulisan ini saya tutup dengan menyitir kalimat dari Jack Welch: If the rate of change on the outside exceeds the rate of change on the inside, the end is near. (erlin)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top