Sosok Inspiratif

Sejarah Dibalik Kesuksesan Sambal Bu Rudy yang Fenomenal

sambal bu rudy yang fenomenal

Menyantap setiap makanan rasanya akan terasa kurang bila tidak dilengkapi dengan sambal. Ya, keberadaan sambal sudah begitu melekat di hampir setiap lidah masyarakat kita. Selezat apapun makanannya, tidak akan terasa nikmat jika tidak diberi sambal. Apalagi saat ini kita tidak perlu lagi repot-repot untuk membuat sambal sendiri. Sudah banyak jejeran merk sambal siap jadi yang dikemas dalam botol plastik atau botol kaca bening sehingga akan sangat mudah untuk dibawa kemanapun saat bepergian. Biasanya sambal kemasan ini juga memiliki jangka konsumsi lebih lama dan bisa disimpan untuk beberapa hari. Salah satu merk sambal kemasan yang sudah fenomenal adalah sambal Bu Rudy, milik ibu Lanny Siswadi yang kini telah tergolong sebagai salah satu jenis oleh-oleh terfavorit di kota Surabaya.

Baca juga: Egar Putra: Bos Sepatu Chevalier yang Sukses “Jajah” 4 Benua

Sambal Bu Rudy memiliki beberapa varian yang diracik dengan resep khusus dan menjadikannya berbeda dari sambal pada umumnya. Bahkan saking larisnya, tak sedikit orang yang menominasikan sambal milik Lanny Siswadi ini sebagai ikon sambal legendaris di Surabaya. Lalu, bagaimana sih awal mula munculnya sambal ini hingga begitu terkenal? Yuk, simak historis terlengkapnya berikut ini!

  • Bermula dari Berdagang Sepatu Sekaligus Makanan Siap Saji

Tidak langsung bertumpu pada penjualan sambal, mulanya ibu yang akrab dipanggil Lanny ini merupakan seorang pedagang sepatu di pasar Turi Surabaya. Ia menjalankannya dari nol dan bisa dikatakan berhasil untuk menghidupi kebutuhannya sehari-hari bersama sang suami, Rudy Siswadi. Selain berjualan sepatu, rupanya Lanny juga berdagang makanan siap santap ke rekan-rekan pedagang terdekat lainnya. Itu pun karena hasil rayuan teman-temannya yang sering mencicipi masakan buatan Lanny yang diakui lezat. 

sambal bu rudy

Lanny Siswadi, pendiri sambal Bu Rudy yang mulanya pedagang sepatu. Dok: surabayapagi.com

Awalnya, Lanny sudah sering memasak ikan hasil tangkapan mancing suaminya yang Ia tambahi dengan sambal racikan sendiri. Tak jarang Ia pun mengajak teman-temannya untuk mencicipi bersama dan memperoleh banyak pujian. Itulah awal mula Lanny menjual makanan siap santap buatannya. Hingga di tahun 1978, tak disangka terjadilah sebuah tragedi haru dimana pasar Turi tempatnya Ia dan suami berjualan sepatu, habis dilahap oleh kobaran api. Sejak tragedi kebakaran itulah, Lanny dan suami tak bisa lagi berdagang sepatu. Dan kemudian membuatnya fokus beralih untuk menjual  makanan siap saji. 

  • Berjualan di Kaki Lima

Di tahun 2000, Lanny dan suaminya pun memberanikan diri untuk berjualan di kaki lima. Berbeda dengan kaki lima kebanyakan yang menggunakan etalase, Lanny justru hanya menggunakan mobil Suzuki Carry yang dijadikan fasilitas untuknya berjualan makanan. Ia melabeli dengan sebutan Nasi Udang bu Rudy, sengaja mengambil inspirasi dari panggilan suaminya tercinta. Hidangan yang dijual Lanny begitu sederhana, hanya sepiring nasi yang terdiri dari lauk pauk termasuk udang yang menjadi menu utama dan tidak ketinggalan sambal buatan tangannya yang sudah dikenal nikmat. 

Terlihat sederhana memang, tapi nyatanya penjualan Lanny selalu laris manis. Berbagai pengunjung pun terus berdatangan tanpa henti, hingga dari hasil usahanya tersebut Lanny berhasil membangun sebuah rumah makan bernama ‘Depot Bu Rudy’ yang menjual aneka macam makanan. Hampir setiap opsi makanan yang dihidangkan menjadi kesukaan banyak pelanggan, mulai dari nasi udang empal, nasi pecel, nasi campur, pepes dan lain-lain. Dalam kesempatan yang sama, Ia pun juga menjual aneka makanan untuk oleh-oleh seperti sukun goreng, pisang madu, nangka goreng dan masih banyak snack lainnya. 

  • Penikmat Sambal Lanny Semakin Bertambah

toko oleh-oleh bu rudy

Toko oleh-oleh depot Bu Rudy. Dok: ayorek.org

Melihat penikmat sambalnya yang semakin meningkat, Lanny pun memutuskan untuk menjual sambal buatannya secara terpisah. Sejak saat itulah menu udang andalan rumah makan yang Ia dirikan sejak di kaki lima, mulai terkalahkan dengan produk sambalnya. Di awal waktu, Lanny merasa kesulitan untuk memenuhi permintaan pengunjung yang datang tidak hanya untuk makan di tempat, tapi juga ingin membeli sambalnya untuk dibawa pulang. Terlahir dari melihatnya banyak penggemar sambal, dalam waktu cepat Ia pun segera menyiapkan kemasan khusus untuk dijual terpisah dan melabeli produk sambalnya dengan nama “Sambal Bu Rudy” yang hingga kini menjadi produk oleh-oleh fenomenal di Surabaya. 

  • Rahasia Kesuksesan Sambal Bu Rudy

Dalam menjalani proses bisnis, satu prinsip yang selalu ditanamkan oleh Lanny adalah kepuasan pelanggan adalah kunci terpenting. Walau telah diakui jika keuntungan bisnisnya sudah cukup tinggi, Lanny selalu memposisikan dirinya di bawah para pelanggan. Segala komplain dari konsumen merupakan pelajaran baru untuknya agar berkembang. Tak cukup hanya disitu, Lanny selalu berupaya menghadirkan berbagai inovasi pada produk sambalnya melalui varian rasa terbaru seperti sambal bawang, sambal teri, sambal ijo, sambal bajak dan sambal petis. 

Walau telah memiliki banyak pesaing yang menjiplak produk buatannya, Lanny tetap tidak menganggapnya suatu masalah, melainkan motivasinya untuk selalu berjuang menjalankan bisnis. Ia percaya jika profesionalitas yang dilakukannya akan selalu membuahkan hasil yang baik. Kini, Lanny telah mempekerjakan banyak karyawan dengan penjualan produknya yang kian menjamur di berbagai kota. Bahkan, sambal legendarisnya tersebut telah tersebar di berbagai supermarket ternama di Indonesia dengan penjualan yang mencapai omzet ratusan juta Rupiah per harinya. 

Baca juga: Beromzet Puluhan Juta, Tas dan Sepatu Ular Ini Juga Laku Diekspor ke Amerika

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top