Ekonomi & Bisnis

Pesatnya E-Commerce di Indonesia, Berikut 3 Dampak yang Mempengaruhinya

Akhir tahun merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, entah untuk pergi liburan atau menunggu waktu  dibukanya festival belanja akhir tahun. Berbagai store baik off line maupun online akan berlomba – lomba membuka festival belanja dengan diskon serendah – rendahnya. Bahkan kegiatan tahunan ini terus berlangsung hingga saat ini seiring dengan banyaknya e-commerce yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kesuksesan harbolnas atau hari belanja online nasional yang diselenggarakan pada tanggal 11 November dan 12 Desember bukti konkrit betapa besarnya animo masyarakat terhadap kehadiran e commerce, hal ini tentu saja mencerminkan potensi e-commerce di Indonesia. Namun apakah e commerce di Indonesia sudah menjamur? Dan seberapa besarkah potensi e commerce di Indonesia?

Dilansir dari Moneysmart.id berikut 3 dampak psaeatnya e-commerce di Indonesia.

1. Terus Bertumbuh Pesat

Pesatnya E-Commerce di Indonesia, Berikut 3 Dampak yang Mempengaruhinya

Pesatnya E-Commerce di Indonesia, Berikut 3 Dampak yang Mempengaruhinya

Perusahaan konsultan terkemuka, McKinsey & Company menyebut pasar e-commerce di Indonesia berkembang pesat dan akan terus bertumbuh. Hal ini berdasarkan hasil riset yang dilakukan menunjukkan bahwa sekitar 30 persen dari online commerce setara dengan penjualan senilai US$ 2,5 miliar pada 2017. Itu adalah pembelanjaan tambahan yang tidak akan ada tanpa online commerce.

McKinsey memprediksi bahwa penjualan online shopping di Indonesia akan mencapai US$ 65 miliar per tahun pada 2022. Angka ini delapan kali lebih dari US$ 8 miliar yang dicetak di 2017.

Dengan adanya e-commerce yang mendorong konsumsi, penjualan offline tidak saja berpindah ke platform online, namun mendorong penjualan secara keseluruhan.

2. Buka Akses Pasar Produk Lokal  

Pesatnya E-Commerce di Indonesia, Berikut 3 Dampak yang Mempengaruhinya

Pesatnya E-Commerce di Indonesia, Berikut 3 Dampak yang Mempengaruhinya

Kehadiran e-commerce yang ada di Indonesia, memberikan peluang besar bagi produk lokal sebagai pengembangan akses untuk memperkenalkan produknya ke kancah global.

Dikutip dari smartmoney.id Phillia Wibowo, Managing Partner, Indonesia, McKinsey & Company, mengatakan ketertarikan konsumen-konsumen pada tingkat global mencerminkan tumbuhnya permintaan pasar-pasar internasional atas produk-produk dari Indonesia. Sektor-sektor lain harus belajar dari sektor perhiasan. Karena secara keseluruhan, ekspor Indonesia melalui online commerce masih rendah. Sebab banyaknya penjual-penjual lokal yang belum menjangkau pasar internasional. McKinsey juga mengestimasi bahwa online commerce dapat memfasilitasi ekspor baru senilai hingga US$ 65 miliar, atau setara dengan 40 persen dari ekspor manufaktur saat ini.

Adapun sektor usaha di Indonesia yang sudah merasakan manfaat dari ekspor melalui online commerce adalah sektor perhiasan.

Ekspor perhiasan telah bertumbuh dari tingkat yang rendah hingga menyentuh US$ 4 miliar pada 2016, atau setara dengan nilai ekspor tembaga dan batu bara Indonesia.

Bali, adalah salah satu daerah yang menjadi contoh baik, dengan pertumbuhan ekspor perhiasan sebanyak 20 persen dari Oktober hingga November 2017. Ekspor bertumbuh karena para pengrajin dan penjual lokal menggunakan platform online untuk menjangkau konsumen internasional.

Selain itu perhiasan, volume pencarian di Google untuk produk-produk otomotif, hobi, fashion, kesehatan, dan kecantikan dari Indonesia juga memiliki tingkat impression yang besar. Itu menandakan bahwa kesempatan ekspor melalui online commerce tidak saja terletak pada perhiasan.

3. Dorong Peningkatan Sosial Ekonomi

Pesatnya E-Commerce di Indonesia, Berikut 3 Dampak yang Mempengaruhinya

Pesatnya E-Commerce di Indonesia, Berikut 3 Dampak yang Mempengaruhinya

Adanya e commerce dengan berbagai produk lokal yang kompetitif dan kualitas yang variatif, memberikan pilihan bagi para konsumen dan menjadi nilai plus untuk menarik minat para konsumen. Tentu saja minat tinggi dari konsumen menjadi penopang produktivitas para pelaku usaha itu sendiri.  karena melalui e commerce para pelaku bisnis lokal dapat menjangkau konsumen lebih luas.

E-commerce juga mendukung inklusi finansial. Hingga saat ini, online commerce telah menyediakan akses ke layanan finansial dengan adanya sistem pembayaran online bagi sekitar 300.000 pengusaha mikro.

Online commerce juga mendukung kesetaraan gender karena memudahkan perempuan untuk bekerja baik paruh waktu dan secara jarak jauh. Usaha kecil atau menengah milik pengusaha perempuan menyumbang 35 persen ke penjualan online. Sebuah angka yang sebesar dua kali lipat dibanding penjualan offline.

Untuk mencapai potensi tersebut, salah satu upaya yang Indonesia bisa lakukan adalah mendukung perusahaan menengah dan besar untuk meningkatkan penjualan melalui online commerce.

Hal ini bisa mendorong pertumbuhan PDB sebesar US$ 150 miliar, setara dengan 1,2 poin persentase tambahan bagi pertumbuhan tahunan di tujuh tahun mendatang. Ini akan membantu mencapai 60 persen pertambahan yang diperlukan. Utamanya untuk mencapai pertumbuhan PDB sebesar 7 persen per tahun pada 2025.

Melalui program-program tersebut, perusahaan menengah bisa mendapatkan akses ke bimbingan, informasi tentang cara mengakses pasar-pasar baru. Juga mendapatkan dukungan finansial, menerima infrastruktur pendukung seperti gudang, dan alat-alat digital untuk menjalankan bisnis mereka dengan baik.

Itulah 3 faktor yang turut mempengaruhi besarnya tingkat e commerce di Indonesia. Bagi para pelaku usaha khususnya mikro dan menengah kini tidak perlu takut lagi mencari target pasar, karena semua dengan mudah didapatkan melalui pasar online atau e commerce

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
WordPress Image Lightbox Plugin