Ekonomi & Bisnis

Ini Dia 7 Daerah dengan Produk Khas yang Sudah Go Internasional

Apakah Rekan Indopreneurs tahu bahwa beberapa produk lokal kita sudah berhasil go internasional? Di tengah maraknya produk luar negeri yang terus membanjiri pasar dalam negeri, ternyata ada beberapa produk lokal yang berhasil menembus pasar internasional. Prestasi ini layak diapresiasi sekaligus diteladani, mengingat stigma bahwa kualitas produk lokal masih kalah dibandingkan dengan produk luar ternyata tidak selalu benar.

Mungkin saja belum banyak orang yang mengetahui bahwa ada produk-produk Indonesia telah meraih sukses dalam persaingan pasar internasional. Dengan menonjolkan keunikan dan kualitas yang tak diragukan lagi, produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia ini membuat nama Indonesia diperhitungkan di kancah dunia. Ingin tahu daerah mana saja yang telah sukses go internasional dengan produk khas andalannya? Simak ulasan berikut ini:

  1. Majalengka-Produsen Bola Piala Dunia

Sebagai sebuah kota, Majalengka mungkin tidak begitu populer di telinga masyarakat Indonesia. Namun siapa yang sangka bahwa dari sinilah asal peralatan olaraga Indonesia pertama yang mendapatkan lisensi langsung dari FIFA (Federation Internationale de Football Association). Dengan mendapatkan reputasi bertaraf internasional sekelas FIFA tersebut, bisa dipastikan bahwa bola dari Majalengka memiliki kualitas yang tinggi. Tingginya kualitas prduk yang senantiasa terjaga akhirnya membuat industri bola yang dimulai pada tahun 1994 ini berhasil masuk menjadi supplier utama bola untuk Piala Dunia tahun 1998.

  1. Garut-Penghasil Kulit Berkualitas Tinggi

Masih dari kota di Jawa Barat, selain dikenal sebagai kota penghasil dodol, Garut juga punya reputasi tinggi sebagai kota penghasil kulit dengan kualitas terbaik. Meskipun masih banyak produsen kulit yang berskala industri rumahan, kualitas produknya tak diragukan lagi oleh para pelaku bisnis maupun konsumen pakaian berbahan dasar kulit, baik dari Indonesia atau dunia. Hal ini bisa dilihat dari salah satu pusat perdagangan kulit, yaitu Sentra Industri Kulit di daerah Sukaregang. Di sana ada banyak toko yang menawarkan berbagai produk dari kulit asli Garut.

Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor utama atas keberhasilan Garut menjadi kota penghasil kulit. Dengan indutri penyamakan kulit yang cukup maju dan didukung oleh peminat yang tak pernah surut, proses produksi kulit di Garut tak pernah sepi dari pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri. Hingga saat ini kulit produksi Garut telah merambah pasar Singapura, Malaysia, Taiwan, Jepang dan Australia.  Volume ekspornya pun tak sedikit, yakni mencapai 9.488 potong dengan nilai US$448.464.

  1. Pekalongan-Pusat Batik yang Diakui Dunia

Siapa yang tak mengenal batik Indonesia? Apalagi setelah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan Non Bendawi oleh Unesco pada 2 Oktober 2009, batik kian diminati dalam dunia seni dan pakaian. Pekalongan sebagai kota yang telah lama memproduksi berbagai produk bermotif batik menjadi salah satu yang diuntungkan dengan pemberian predikat tersebut. Pasalnya, semakin luas dikenal, maka akan semakin banyak yang mencari dan membeli produk-produk bermotif  khas ini.

Di tahun 2014 kemarin, nilai ekspor batik Pekalongan mengalami peningkatan sebanyak 2,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai ekspor batik Kabupaten Pekalongan mencapai Rp769.368,31 sehingga merupakan yang paling tinggi dibandingkan dengan kota penghasil batik lainnya seperti Solo. Selain ditunjang oleh inovasi dalam desain, motif, dan warna batik, keberhasilan ini juga didorong dengan tumbuhnya gerakan-gerakan masyarakat Pekalongan dalam menambah fasilitas bagi para pengrajin batik agar lebih akrab dengan teknologi dan internet.

  1. Purbalingga-Produsen Knalpot Bertaraf Internasional

Tak banyak yang tahu bahwa sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah ini ternyata merupakan salah satu produsen utama knalpot berkualitas tinggi untuk perusahaan otomotif internasional. Sejak tahun 2008, selain memasok untuk pasar dalam negeri, hasil karya para pengrajin knalpot Purbalingga sudah merambah ke pasar otomotif Jepang, Jerman, dan Timur Tengah. Bahkan beberapa waktu yang lalu, mereka terpaksa menolak pesanan untuk jenis mobil Mercedes Benz karena alat produksi yang masih terbatas. Di tahun 2015, omzet knalpot Purbalingga yang hingga kini masih dikerjakan secara hand-made ini bisa mencapai 3 miliar rupiah dalam sebulan.

  1. Kopi Gayo-Penghasil Kopi Bercita Rasa Tinggi

Soal kopi, Indonesia patut berbangga karena memiliki biji kopi bercita rasa tinggi yang telah diakui oleh mancanegara, yaitu Kopi Gayo. Dari beberapa biji kopi Indonesia berkualitas premium, salah satu yang paling menonjol ialah biji kopi yang dipanen di dataran tinggi Gayo, Aceh. Aroma yang khas dan rasa yang unik ditambah dengan minimnya rasa pahit, menjadikan Kopi Gayo sebagai komoditas ekspor berkualitas tinggi.

Di dunia internasional, Kopi Gayo terkenal dengan istilah green beans karena prose penanaman hingga pascapanennya dilakukan secara tradisional. Hingga kini, sekitar 80% petani Kopi Gayo bahkan menerapkan sistem organik dengan tidak menambahkan sama sekali bahan kimia dalam pemupukan atau pengolahannya. Sebelum Indonesia merdeka, Kopi Gayo bahkan sudah mulai diekspor, yakni sejak tahun 1933. Hingga saat ini, kualitas Kapi Gayo dari Aceh masih merupakan yang tertinggi di kelasnya dan selalu dicari para penggemarnya di berbaga belahan dunia seperti Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Asia TImur.

  1. Sulawesi Utara-Produsen Ikan Kaleng yang Mendunia

Tingginya permintaan akan kebutuhan ikan segar di pasaran membuat para nelayan Provinsi Sulawesi Utara berpikir untuk memanfaatkan kekayaan hasil laut tersebut secara optimal. Dengan kualitas standar internasional dan proses pengolahan yang higienis, ikan yang diekspor oleh para nelayan Sulut ini juga terkenal dengan rasanya yang khas. Hingga kini sudah ada 28 negera yang menjadi tujuan ekspor ikan segar dan ikan kaleng produksi Provinsi Sulut, diantaranya adalah Jerman, Amerika Srikat, Mesir Inggris, Kanada, Australia, dan Jepang. Pada tahun 2014, jumlah ekspor ikan bahkan mencapai 18.865 ton dan menghasilkan devisa senilai US$77,42juta.

  1. Tasikmalaya-Kerajinan Tangan yang Dikenal Dunia

Berbagai daerah yang ada di Indonesia memiliki kerajinan tangan khasnya masing-masing, sesuai dengan kekhasan dalam cita rasa corak budaya lokal, salah satunya Tasikmalaya. Lebih dari sekadar kota, kerajian Tasikmalaya yang sudah menembus pasar dunia juga sarat dengan nilai budaya. Tak hanya karena keunikan produk yang ditawarkan, para pembeli dari berbagai mancanegara juga mengagumi kreativitas yang tak biasa. Terlebih lagi, Beberapa bahan yang digunakan oleh para pengrajin merupakan bahan-bahan sederhana seperti mending, pandan, bambu, dan lidi. Walaupun semua pekerjaan dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin, kerajinan tangan Tasikmalaya tak hanya berjaya di negeri sendiri, namun juga berhasil merambah pasar Malaysia, Jepang, Singapura, dan Dubai.

Itulah tujuh daerah penghasil produk khas yang telah sukses dalam dunia internasional. Hal ini menunjukkan betapa potensialnya produk buatan Indonesia dalam kancah ekonomi dan bisnis dunia. Coba Rekan Indopreneurs perhatikan, bahkan ada komoditas-komoditas yang belum tersentuh oleh kekuatan teknologi, namun memiliki nilai jual yang tinggi. Lalu, akankah produk Anda yang akan diekspor ke berbagai belahan dunia selanjutnya?

 

 

 

To Top
WordPress Image Lightbox Plugin