GAPENSI akan Bahas Isu Penting di Mukernas Indobuildtech 2016 Mei Nanti

Direktur PT Debindo International Trade Exhibitions Budiarto Linggowiyono mengatakan bahwa GAPENSI (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) akan menyelenggarakan Mukernas dalam acara Indonesia Building Technology Expo (Indobuildtech) pada 24-26 Mei 2016 di ICE BSD Tangerang Selatan. Dalam pertemuan konferensi pers kemarin (23/3) di Hotel Shangri La Jakarta, Budiarto juga mengatakan bahwa Mukernas GAPENSI nanti akan membahas beberapa isu strategis tentang infrastruktur nasional.

Isu-isu strategis yang akan dibahas nanti senada dengan kebijakan Presiden Jokowi dalam mendukung pembangunan nasional dengan cara memperbesar dana APBN, khususnya untuk pembangunan infrastruktur nasional. “Besaran anggaran yang disediakan oleh Pemerintahan Jokowi sangat besar sehingga Mukernas ini menjadi begitu critical,” ungkap Budiarto.

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung perkantoran di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (27/11). Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama sektor infrastruktur, pemerintah menyediakan 27 proyek prioritas melalui 'public private partnership' (PPP) dengan nilai 47,5 miliar dolar AS, berasal dari APBN-P 2013 sebesar Rp201,3 triliun, atau 11,9 persen dari total belanja negara Rp1.683 triliun. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/mes/13

Acara ini tentunya akan disambut baik oleh para pengusaha infrastruktur lokal maupun internasional. Pada kesempatan tersebut, Erikka Ferdinanta selaku Wasekjen GAPENSI juga membeberkan sebuah isu penting yang akan dibahas yaitu tentang adanya rencana perubahan UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi yang sedang digodok oleh Komisi V DPR RI.

Menurut Erikka Ferdinanta, jika perubahan UU Jasa Konstruksi terealisasi, peranan asosiasi jasa konstruksi akan melemah. Tentunya hal ini akan berlawanan dengan semangat pembangunan nasional. “Kita tentunya tidak menginginkan kekuatan asing yang justru terlalu mendominasi pembangunan di negara kita,” ujar Erikka.

Isu lain yang menjadi perhatian Mukernas nantinya adalah cara meningkatkan daya saing usaha kontraktor kecil dan menengah yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 95.000 kontraktor. Sampai saat ini, kontraktor kecil dan menengah masih terkendala dengan masalah klasik seperti dominasi perusahaan kontraktor besar dalam pembangunan nasional. “Kita ingin pemerintah lewat Presiden Jokowi mampu mengajak kontraktor kecil dan menengah untuk ikut dalam proyek-proyek pembangunan nasional, seperti halnya kegiatan pembangunan menjelang ASEAN GAMES 2018 nanti,” pungkas Erikka.

Kedepan, kontraktor kecil dan menengah diharapkan bisa mensinergikan kegiatan usahanya dengan kegiatan pembangunan nasional. Untuk membantu usaha kontraktor lokal menjelang pergelaran ASEAN GAMES 2018 nanti, Erikka mengaku bahwa arsitek-arsitek asing akan didatangkan guna membantu pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Indobuildtech yang biasanya diselenggarakan di Jakarta ini dipindahkan ke Tangerang karena potensi pembangunan di Tangerang yang sedang berkembang. Tahun depan, diperkirakan ada sekitar 2000 hektar tanah di Tangerang akan dijual untuk pembangunan infrastruktur. Pemindahan lokasi ini tentunya diharapkan dapat memberikan efek yang positif dalam pembangunan di kawasan tersebut. (leo/editor: erlin)

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *