Isi Pembahasan Artikel
Hampir di setiap tempat, dari halaman rumah, sawah, kandang ternak, sampai gudang pabrik, kita bisa menemukan drum plastik berwarna biru. Wadah ini memang serbaguna. Kuat, tahan cuaca, dan bisa dipakai bertahun-tahun.
Meski terlihat sama, drum biru ternyata punya beberapa jenis dan ukuran. Salah pilih bisa membuat drum cepat bocor atau bahkan tidak aman untuk isinya. Berikut panduan singkat dari Tim News Indotrading sebelum Anda membeli drum biru.
Mengenal Drum Biru Plastik
Drum biru umumnya terbuat dari HDPE (High Density Polyethylene), jenis plastik yang tebal, tahan benturan, tidak berkarat, dan tahan terhadap banyak jenis bahan kimia. Itulah sebabnya drum ini banyak dipakai untuk menyimpan sekaligus mengirim cairan maupun bahan curah.
Warnanya pun bukan sekadar pilihan estetika. Pigmen biru yang pekat membantu mengurangi cahaya yang masuk ke dalam drum, sehingga lumut tidak cepat tumbuh, terutama bila drum dipakai untuk menampung air.
Tutup Rapat atau Tutup Terbuka?
Secara umum ada dua tipe drum biru. Yang pertama drum tutup rapat (closed top). Bagian atasnya tertutup permanen dan hanya memiliki dua lubang kecil berulir. Tipe ini cocok untuk cairan seperti air, minyak, atau bahan kimia cair karena lebih kedap saat diangkut.
Yang kedua drum tutup terbuka (open top). Tutupnya bisa dilepas penuh dan dikunci dengan ring atau klem besi. Tipe ini lebih praktis untuk bahan padat, pakan ternak, atau bahan yang sering diambil isinya.

Ukuran yang Umum Dijual
Kapasitas drum biru di pasaran cukup beragam, mulai dari 30 liter, 60 liter, 120 hingga 150 liter, sampai 200 dan 220 liter. Ukuran kecil biasanya dipakai untuk wadah cairan dalam jumlah sedikit, misalnya sabun atau bahan kimia UMKM. Sementara itu, ukuran 200 liter adalah yang paling populer untuk tandon air, rakit, maupun kebutuhan industri.
Sebagai gambaran, drum 200 liter umumnya berdiameter sekitar 58 cm dengan tinggi sekitar 90-an cm. Ukuran pastinya bisa sedikit berbeda antarprodusen, jadi tanyakan spesifikasinya ke penjual bila drum akan ditempatkan di ruang yang terbatas.
Dipakai untuk Apa Saja?
Di rumah, drum biru sering dijadikan tandon air cadangan atau penampung air hujan. Petani memakainya untuk membuat pupuk organik cair, fermentasi, atau menyimpan air penyiraman. Di sektor industri, drum ini menjadi wadah cairan seperti sabun, deterjen, dan bahan kimia lain yang kompatibel dengan HDPE.
Karena kedap udara dan ringan, drum biru juga banyak dirakit menjadi pelampung untuk rakit, dermaga apung, atau keramba ikan. Ada pula yang memanfaatkannya sebagai tempat sampah atau komposter.
Drum Baru atau Bekas?
Drum bekas memang lebih murah, tetapi pastikan Anda tahu isi sebelumnya. Drum bekas bahan kimia sebaiknya tidak dipakai untuk air minum, bahan pangan, atau pakan ternak, karena residunya bisa tertinggal meski sudah dicuci bersih. Untuk kebutuhan air minum atau pangan, pilih drum baru yang berlabel food grade.
Saat membeli, cek juga ketebalan dan bobot drum. Drum yang lebih berat biasanya lebih tebal dan awet. Periksa kondisi tutup serta seal-nya supaya tidak bocor saat dimiringkan atau diangkut.
Jika Anda membutuhkan drum dalam jumlah banyak untuk usaha, bandingkan harga dari berbagai pemasok melalui halaman jual drum plastik di Indotrading.





