Sosok Inspiratif

4 Siasat Cermat dan Tepat Mengelola Keuangan dari Anwar Zaenudin

financial planning

Apakah rekan Indopreneurs sudah dapat mengelola keuangan dengan cermat dan tepat? Mengelola keuangan tentu tidak boleh dianggap remeh karena membutuhkan kedisiplinan dan kecermatan. Kesalahan dalam mengelola keuangan akan mengakibatkan kondisi finansial yang buruk sehingga akan berimbas bagi masa depan yang berakhir dengan penyesalan. Lantas, bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat bagi masa depan?

Di tengah kemajuan dunia digital dan kemudahan sistem belanja e-commerce, para konsumen dihadapkan pada permasalahan tentang pengendalian keuangan. Banyaknya e-commerce yang muncul seringkali membuat para konsumen tergoda untuk berbelanja dan berperilaku semakin komsumtif. Jika tidak dapat menyikapi hal ini dengan cermat, keseimbangan pos pemasukan dan pos pengeluaran akan menjadi terganggu. Gangguan tersebut akan membuat kondisi finansial anda tidak sehat. Dengan demikian, perlu kecerdasan dalam mengatur keuangan, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak terlalu bagus seperti saat ini. Menurut Anwar Zaenudin, Executive Vice President Commonwealth Bank Indonesia, ada 4 siasat cermat dalam mengelola keuangan:

  1. Bagi Keuangan Menjadi Pos-Pos Tertentu

pos-pos keuangan

Dengan membagi keuangan menjadi pos-pos tertentu, rekan Indopreneurs akan tahu  untuk apa saja uang tersebut dihabiskan.  Membagi uang ke dalam pos-pos juga dapat melatih kedisiplinan dalam menggunakan uang anda. Bagilah uang anda menjadi beberapa pos seperti biaya hidup, biaya tabungan, biaya investasi, biaya kesehatan, dan  rekreasi.

Baca juga : Ingin Investasi Logam Mulia? 4 Langkah Praktis Ini Wajib Dicoba

Biaya hidup biasanya meliputi biaya kos atau kontrakan atau cicilan rumah, biaya listrik, biaya air, biaya makan, biaya pulsa dan internet, dan lain sebagainya. Biaya tabungan misalnya tabungan untuk untuk keperluan haji/umrah atau membeli rumah. Biaya investasi misalnya investasi reksadana dan investasi Logam Mulia. Biaya kesehatan meliputi iuran biaya BPJS Kesehatan. Sementara itu, biaya rekreasi dapat berupa biaya jalan-jalan ke Yogyakarta atau ke Singapura.

Dalam membagi-bagi uang ke dalam pos-pos ini, bersikaplah secara bijak dan realistis. Berilah alokasi dana dari pos yang paling tinggi skala prioritasnya ke pos yang paling rendah skala prioritasnya. Sebagai contoh, anda membagi penghasilan anda 50% untuk biaya hidup, 20% untuk biaya tabungan, 10% untuk biaya investasi, 10% untuk biaya kesehatan, dan 10% untuk biaya rekreasi.

 

  1. Sisihkan Dana Cadangan

dana cadangan

Manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Untuk berjaga-jaga dari kemungkinan buruk yang dapat terjadi, rekan Indopreneurs perlu menyiapkan dana cadagan. Dana cadangan idealnya berjumlah minimal enam kali lipat total pengeluaran selama sebulan. Jika total pengeluaran kebutuhan anda selama sebulan sebanyak 3 juta rupiah, dana cadangan yang harus anda punya setidaknya 18 juta rupiah.

Nantinya, dana cadangan ini dapat dipergunakan saat anda atau keluarga tiba-tiba sakit parah atau terkena musibah sehingga membutuhkan biaya besar atau tiba-tiba harus kehilangan pekerjaan. Kita tentu tidak ingin hal-hal seperti itu terjadi, tetapi mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, bukan?

 

  1. Kurangi Beberapa Pos Pengeluaran

mengurangi pos pengeluaran

Saat ini kita terlalu dimanjakan kemudahan bertransaksi dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan ini secara tidak langsung dapat memicu tingginya tingkat konsumsi yang menyebabkan kita semakin konsumtif. Untuk mengatasi hal ini, rekan Indopreneurs tampaknya harus mengurangi beberapa pos pengeluaran yang tidak begitu penting.

Jika anda sudah membeli baju dan sepatu bulan kemarin, tidak perlu membeli barang yang sama kembali di bulan ini. Sama halnya ketika smartphone yang anda pakai masih tampak baik-baik saja, anda tidak perlu gegabah membeli smartphone model terbaru yang harganya lebih mahal. Lebih baik, uang tadi anda gunakan untuk tabungan atau investasi masa depan.

Baca juga : 5 Investasi Ini Cocok untuk Orang Bergaji di Bawah 5 juta

 

  1. Fokus kepada Rencana Masa Depan

rencana masa depan

Jika ditanya tentang rencana masa depan, tentu semua orang akan memiliki bayangan rencana masa depan yang berbeda-beda. Rencana masa depan memang perlu persiapan secara matang. Baik rencana jangka pendek, maupun jangka panjang, perlu diperhitungkan dengan cermat. Rekan Indopreneurs juga harus mengamankan sejumlah dana demi tercapainya cita-cita tersebut.

Jika rekan Indopreneurs menginginkan sebuah rumah idaman sebagai rencana masa depan, mulailah menabung secara tetap setiap bulan. Dalam dua tahun, rekan indopreneurs nanti sudah dapat membayar Down Payment (DP) harga rumah dan tinggal membayar cicilannya tiap bulan. Jika ingin membeli rumah KPR, rekan Indopreneurs bisa menyisihkan pendapatan setiap bulan dan kemudian dibelikan Logam Mulia (LM). Menabung Logam Mulia (LM) memiliki keuntungan tahan inflasi serta mudah digadaikan atau dijual kembali. Setelah dua tahun, anda dapat menukarkan Logam Mulia tersebut dengan sebidang tanah dan mulai membangun rumah sedikit demi sedikit.

Nah, tidak sulit bukan mengelola keuangan dengan tepat? Asal disiplin dan cermat, mandiri secara finansial dan masa depan cerah akan menjadi milik anda. (erlin)

To Top