Insight

14 Cara Membuat Katalog Produk yang Menarik untuk Bisnis B2B

Kalau dijelaskan secara sederhana, katalog produk itu kumpulan informasi tentang produk yang ditawarkan bisnis, biasanya berisi foto, spesifikasi, deskripsi, dan juga harga.

Tapi di dunia B2B, fungsi katalog ternyata lebih dari itu. Ia bisa menjadi kesan pertama sebelum pelanggan benar-benar tertarik dan mengajukan penawaran. Dalam beberapa kasus, katalog bahkan bisa jadi satu-satunya bahan pertimbangan awal.

Berbeda dengan B2C yang kadang impulsif, buyer B2B cenderung lebih hati-hati. Mereka biasanya membandingkan beberapa supplier, membaca detail produk, dan memikirkan risiko jangka panjang.

Di titik ini, katalog yang rapi dan mudah dipahami bisa jadi pembeda. Meskipun produknya mirip, katalog yang baik malah bisa menonjolkan setiap produk tersebut.

Jadi, bagaimana katalog yang bagus itu? Kita bisa lihat jika kategori itu bagus atau tidak berdasarkan informasinya yang jelas, visual yang membantu, dan isi katalog yang jelas dan tidak bertele-tele.

Jika tidak, besar kemungkinan pelanggan tidak tertarik sama sekali.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memulai membuat katalog produk. Ikuti langkah-langkah ini agar Anda tahu harus memulai dari mana.

1. Mengetahui Kebutuhan Target Audiens

brainstorming ide katalog produk B2B.
Katalog yang baik biasanya dimulai dari perencanaan konten yang matang.

Percuma jika katalog dibuat tapi tidak jelas ditujukan untuk siapa.

Di dunia B2B, ada begitu banyak audiensnya yang berbeda-beda, seperti:

  • Kontraktor: fokus ke ketahanan dan aplikasi lapangan
  • Purchasing: memprioritaskan harga & stok
  • Engineer: membutuhkan detail teknis

Kalau tidak ditentukan dari awal, katalog hanya akan menampilkan produk tanpa punya target audiens yang jelas.

2. Memahami Gaya Desain yang Disukai Target Audiens

proses desain katalog menggunakan software.
Tools desain membantu membuat katalog lebih profesional.

Tidak semua pelanggan butuh desain yang menohok.

Dalam banyak kasus, justru desain sederhana lebih disukai karena pelanggan akan lebih cepat memahami. Sebaliknya, terlalu banyak ornamen hanya akan membuat informasi tenggelam dan tidak tersampaikan kepada pelanggan.

Di sini kita bisa lihat estetika berlebihan tidak menjamin untuk memikat pelanggan.

3. Menyesuaikan Isi Katalog dengan Kebutuhan Target Audiens

identifikasi target audiens dalam pembuatan katalog.
Memahami audiens membantu menentukan isi dan gaya katalog.

Setelah tahu siapa targetnya, isi katalog bisa lebih disesuaikan.

Untuk proyek, Anda bisa menampilkan contoh penggunaan nyata. Sedangkan Anda bisa menonjolkan variasi produk dan harga untuk distributor.

Ketika katalog relevan, Anda bisa merasakan dampaknya.

3. Memilih Tema dan Warna yang Sesuai dengan Identitas Bisnis

pemilihan warna untuk desain katalog produk.
Warna yang konsisten membantu memperkuat identitas brand.

Warna sering dianggap detail kecil, tapi sebenarnya cukup berpengaruh.

Oleh karena itu, gunakan warna brand yang menarik, gaya yang konsisten, dan utamakan kesederhanaan desain agar katalog menjadi tidak terlalu ramai. Katalog yang terlalu penuh warna kadang justru membuat informasi sulit ditangkap.

Selalu utamakan informasi dan gunakan desain untuk menyampaikan informasi tersebut.

4. Menyusun Layout yang Rapi dan Mudah Dipahami

layout katalog produk yang rapi dan terstruktur.
Layout yang jelas memudahkan buyer memahami informasi dengan cepat.

Memilih layout mungkin salah satu faktor paling yang sering terlewatkan.

Pelanggan biasanya tidak membaca katalog dari awal sampai akhir. Mereka hanya tertuju pada bagian-bagian teretentu.

Jadi, gunakan spacing yang cukup, pisahkan informasi dengan jelas, hindari menumpuk informasi terlalu banyak dalam satu halaman.

Ada banyak pilihan layout yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi secara efektif. Kalau pelanggan merasa repot dengan katalog Anda, katalog Anda perlu perbaikan.

5. Menambahkan Gambar Produk yang Berkualitas

penggunaan produk di lapangan.
Foto penggunaan memberi konteks nyata bagi pelanggan.

Foto produk sering dianggap pelengkap, padahal bisa jadi penentu.

Anda tidak harus menyewa studio untuk mendapatkan foto dengan kualitas yang baik. Yang paling penting Anda mempunyai foto yang jelas dan menunjukkan bentuk asli. Tambahkan juga foto penggunaan di lapangan dan detail yang terperinci.

Hindari menggunakan foto yang blur, karena ini menghalangi pelanggan membayangkan produk.

6. Menyajikan Informasi Produk Secara Jelas dan Lengkap

seseorang sedang mengetik deskripsi produk dalam katalog digital.
Copywriting yang tepat membantu menjelaskan value produk.

Pelanggan B2B biasanya cukup detail.

Mereka selalu ingin tahu spesifikasi, material, ukuran, dan fungsi. Kalau informasinya kurang, biasanya mereka akan tanya lagi. Dan itu bisa memperlambat proses.

Di sinilah pentingnya katalog Anda. Katalog yang baik dapat langsung menjawab semua pertanyaan pelanggan hanya dengan sekali lihat.

7. Menyertakan Deskripsi Produk yang Menarik dan Meyakinkan

penulisan deskripsi produk dalam katalog.
Deskripsi yang spesifik lebih membantu dibanding kalimat umum.

Deskripsi produk sering terlalu formal atau terlalu umum, seperti:

  • “Produk berkualitas tinggi”
  • “Penawaran harga terbaik”
  • ‘Kualitas nomor satu”

Kalimat seperti ini sebenarnya tidak salah, tapi juga tidak terlalu membantu.

Sebaliknya, Anda bisa menggunakan kata-kata yang lebih menarik, seperti:

  • “Cocok untuk penggunaan outdoor karena tahan terhadap cuaca”
  • “Pilihan tepat untuk penggunaan berulang”
  • “Dinding kayu untuk meningkatkan dekorasi dengan bahan yang tahan lama”

Para pelanggan akan lebih menganggap produk yang dijual cocok untuk mereka.

8. Menambahkan Testimoni atau Rekomendasi

merekomendasikan katalog kepada orang lain.
Rekomendasi pelanggan membantu katalog Anda dikunjungi lebih banyak orang.

Kepercayaan itu besar pengaruhnya.

Testimoni, portofolio proyek, atau pengalaman sebelumnya bisa membantu mengurangi keraguan dan memberi rasa aman.

Oleh karena itu, kumpulkan pengalaman pelanggan sebanyak-banyaknya untuk Anda manfaatkan menjadi nilai jual di dalam katalog produk Anda.

9. Menambahkan Produk Baru dan Menghapus yang Tidak Relevan

proses review katalog produk secara berkala.
Review rutin membantu memastikan semua informasi tetap akurat dan up-to-date.

Katalog yang tidak update sering jadi masalah tanpa disadari. Akibatnya, pelanggan bisa memahami informasi dan bingung dengan produk yang sudah tidak tersedia.

Selalu perbarui produk secara berkala agar pelanggan Anda bisa mempromosikan produk Anda.

10. Memperbarui Harga dan Ketersediaan

memperbarui status ketersediaan produk.
Informasi stok yang akurat membantu buyer mengambil keputusan lebih cepat.

Harga dan stok itu dinamis.

Kalau tidak diperbarui, dampaknya bisa miskomunikasi dan turunnya kepercayaan

Dan biasanya, ini baru terasa setelah ada komplain.

11. Menyediakan Versi Digital

Digital membantu menjangkau lebih banyak calon pelanggan.

Sekarang, sebagian besar katalog dibuka lewat WhatsApp, email, dan website. Artinya file harus ringan, mudah dibuka di HP, dan tidak terlalu “berat desain”

Kalau file terlalu besar, kadang bahkan tidak sempat dibuka.

12. Menggunakan Media Sosial dan Website

halaman profil perusahaan dalam katalog.
Profil perusahaan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Katalog yang bagus tapi tidak terlihat hanya akan membuang-buang waktu Anda.

Coba manfaatkan website, marketplace, platform seperti Indotrading.

13. Mengirimkan ke Calon Pelanggan

sales menggunakan katalog saat meeting.
Katalog menjadi alat bantu utama saat presentasi ke calon pelanggan.

Katalog bisa jadi alat follow-up yang cukup efektif.

Misalnya:

  • Setelah meeting
  • Setelah inquiry
  • Saat mengenalkan produk baru

Kadang, ini justru jadi momen yang menentukan.

14. Kampanye Iklan untuk Meningkatkan Visibilitas

katalog membantu proses closing deal.
Katalog yang jelas dapat mempercepat proses closing.

Kalau ingin lebih luas, katalog bisa dipakai untuk:

  • Iklan digital
  • Landing page
  • Campaign tertentu

Tidak harus besar. Yang penting tepat target.

Kesimpulan

Katalog produk bukan sekadar pelengkap.

Ia sering menjadi:

  • Representasi bisnis
  • Alat komunikasi
  • Pendukung keputusan

Karena pada akhirnya, katalog yang efektif bukan yang paling “niat”, tapi yang paling memudahkan pelanggan mengambil keputusan.

Jadilah supplier kami dengan bergabung membership dari Indotrading.

To Top