Isi Pembahasan Artikel
Di bisnis industri, SEO sering kali diposisikan sebagai “pelengkap”. Fokus utama biasanya tetap di sales, relasi, atau proyek. Itu masuk akal.
Tapi kalau diperhatikan lebih dekat, ada satu channel yang kadang kurang dimaksimalkan: pencarian di Google.
Menariknya, cukup banyak pelanggan yang justru memulai dari sana. Mereka tidak langsung kontak supplier. Mereka cari dulu spesifikasi, perbandingan, atau sekadar memastikan opsi yang ada.
Di titik ini, keyword mulai terasa penting. Tanpa keyword yang tepat, website Anda tetap online, tapi kehadiran Anda tidak tidak terlihat.
Riset keyword sendiri sebenarnya tidak selalu serumit yang dibayangkan. Tools memang banyak, dari yang gratis sampai yang cukup mahal. Namun, teknik dan cara berpikirnya justru lebih menentukan dibanding tools-nya.
Artikel ini memberikan cara riset keyword dengan pendekatan yang tepat untuk B2B.
1. Mengidentifikasi Produk atau Servis Utama

Langkah awalnya sederhana, yaitu dengan benar-benar memahami produk sendiri.
Masalahnya, banyak supplier yang sering melewatkan ini. Awalnya memang kedengaran sepele, tapi satu produk bisa punya banyak istilah, seperti:
- “valve” kadang disebut “katup industri”
- “pompa air” bisa juga muncul sebagai “pompa sentrifugal”
Oleh karena itu, lakukan pemetaan keyword dari produk atau jasa yang Anda tawarkan ke khalayak ramai. Jika tidak, keyword yang dipilih cenderung keliru.
2. Melakukan Riset Target Audiens dan Perilaku Pencarian

Berikutnya, coba lihat siapa mayoritas pelanggan yang mencari produk Anda, baik itu engineer, purchasing, atau bahkan supplier yang lain.
Menariknya, mereka sering pakai bahasa yang berbeda.
Engineer cenderung menggunakan istilah yang teknis, seperti “pompa centrifugal stainless steel spesifikasi”. Sedangkan, supplier memakai istilah yang lebih mudah dipahami, seperti “supplier pompa industri terpercaya”.
Dengan mengenali siapa yang mencari produk atau jasa Anda, Anda bisa menentukan keyword yang akan digunakan.Anda bisa mendapatkan berbagai keyword ini melalui interaksi Anda dengan pelanggan, pertanyaan yang sering Anda dapatkan, atau bahkan obrolan Anda dengan tim sales.
3. Menganalisa Tren dan Keyword Kompetitor

Kehadiran kompetitor itu bisa menguntungkan Anda dalam menentukan target keyword yang Anda gunakan ke dalam bisnis Anda.
Analisa berbagai judul produk, artikel, dan isi konten merek dalam menjelaskan dan mempromosikan produk atau jasanya. Anda bisa melihat pola keyword yang mereka maksimalkan, yang mana ini sangat berguna untuk pengumpulan keyword.
Dengan riset kompetitor, Anda juga bisa menemukan keyword yang malah belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh mereka. Oleh karena itu, manfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya.
4. Menggunakan Long-Tail Keyword

Keyword pendek memang banyak digunakan. Namun, keyword seperti ini menjadi terlalu umum, seperti:
- “mesin”
- “alat industri”
Tipe keyword ini memang mempunyai traffic yang besar, tapi konteksnya terlalu luas. Hal ini yang mengakibatkan keyword ini tidak selalu bisa diandalkan.
Untuk mendukung keyword pendek, Anda sangat direkomendasikan untuk menggunakan long-tail keyword, seperti:
- “pompa air industri 2 inch untuk limbah”
- “genset 5000 watt”
Keyword yang cenderung lebih panjang ini memang terlihat lebih jarang digunakan, tapi justru orang-orang yang menggunakan keyword ini mempunyai niat untuk membeli.
Jadi, keyword yang panjang berpeluang untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa Anda.
5. Menggabungkan Keyword Berbasis Lokasi

Untuk bisnis yang berbasis lokasi, manfaatkan keyword yang menunjukkan di mana Anda berada.
Anda bisa gunakan keyword seperti ini:
Keyword ini biasanya dicari oleh orang-orang yang membutuhkan vendor di daerah tertentu. Apalagi, volume keyword ini ternyata lebih besar untuk segmen yang lebih khusus.
6. Memahami Niat Pelanggan dalam Mencari Produk

Setiap pelanggan itu unik. Mereka mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dengan cara menggunakan keyword yang tidak sama.
Bagian ini bisa menjadi hal yang menantang Anda. Keyword tidak hanya soal kata, tapi juga niat di baliknya.
Ada beberapa funneling yang menunjukkan niat pelanggan, seperti:
- Informational: masih cari info
- Commercial: mulai membandingkan
- Transactional: sudah siap beli
Idealnya, konten Anda tidak hanya fokus ke satu jenis saja.
7. Memanfaatkan Tools untuk Riset Keyword

Untuk menggunakan keyword yang sesuai, Anda harus mengumpulkan keyword sebanyak-banyaknya terlebih dahulu. Namun, hal ini bisa memakan waktu Anda.
Oleh karena itu, gunakan berbagai tools yang bisa memudahkan Anda, seperti SEMrush atau Ahrefs. Ini dapat membantu Anda dalam mengumpulkan keyword dengan jumlah yang banyak.
Anda bisa menggunakan lebih dari satu tools untuk menganalisa volume, relevansi, dan tingkat kesulitan keyword. Membandingkan satu keyword dengan tools yang berbeda dapat meyakinkan Anda mana keyword yang terbukti ampuh, dan mana yang tidak menjamin untuk digunakan.
Lebih dari itu, Anda bisa mendapatkan rekomendasi keyword yang hanya bisa Anda dapatkan di tools tertentu. Jadi, Anda tidak perlu membatasi diri Anda.
8. Menggabungkan Keyword Secara Organik

Keyword diutamakan untuk berada di judul, heading, dan deskripsi. Masalahnya, keyword tidak bisa optimal kalau Anda terlalu memaksakan keyword tersebut untuk bisa muncul.
Selalu ingat bahwa yang mengunjungi konten Anda itu manusia, bukan Google. Penggunaan kalimat yang tidak rapi hanya akan membuat mereka tidak dapat membaca apa yang coba Anda sampaikan dengan mudah.
Oleh karena itu, Anda bisa melakukan riset keyword terlebih dahulu, lalu Anda bisa memutuskan mana keyword yang utama dan mana keyword yang bisa menjadi pendukung, seperti:
Keyword utama:
“pompa air industri”
Keyword pendukung:
- “pompa limbah”
- “pompa kapasitas besar”
- “pompa tekanan tinggi”
Pendekatan ini membantu Anda membuat konten terasa lebih natural dan tidak berulang-ulang di satu keyword saja.
9. Mengoptimalkan Gambar dan Video

Ini bagian yang sering diremehkan.
Elemen-elemen seperti nama file gambar, alt text, dan judul video bisa membantu dalam mengembangkan bisnis Anda dari sisi media.
Contoh:mesin-bor-industrial.jpg
Lakukan ini secara konsisten, dan akan merasakan dampak positifnya.
10. Memperbarui Keyword Terus-Menerus

Menggunakan keyword adalah proses yang terus diperbaiki.
Oleh karena itu, selalu update judul, tambah paragraf, dan perbaiki struktur jika diperlukan. Ini sangat berdampak pada performa halaman bisnis Anda.
Anda juga bisa melakukan riset keyword lagi dengan berbagai tools yang Anda gunakan. Selalu pantau traffic, keyword, dan perilaku user terkini agar keyword yang Anda gunakan bisa selalu relevan.
Di sini, Anda bisa tahu mana keyword yang perlu diperbarui dan mana keyword yang masih bisa digunakan.
Kesimpulan
Riset keyword mungkin terlihat sederhana, tapi sebenarnya cukup menentukan arah SEO.
Tanpa keyword yang tepat, konten sulit ditemukan dan traffic cenderung stagnan. Terlebih lagi, perilaku pencarian berubah dan kompetitor juga terus bergerak.
Jadi strategi keyword memang perlu terus disesuaikan.






