Insight

10 Cara Membuat Landing Page yang Menghasilkan Konversi

landing page B2B untuk menghasilkan konversi.

Landing page yang tepat dapat meningkatkan conversion dan meningkatkan konversi. Artikel ini membahas strategi praktis yang bisa langsung diterapkan untuk bisnis B2B.

Landing page B2B adalah halaman yang dibuat dengan tujuan untuk mengubah pengunjung menjadi konversi.

Kedengarannya simpel, tapi praktiknya sering tidak sesederhana itu.

Berbeda dengan halaman website biasa yang cenderung informatif, landing page biasanya lebih fokus dan tidak banyak distraksi. Arahnya jelas agar pengunjung diharapkan melakukan satu aksi tertentu yang berujung pada konversi.

Di dunia B2B, leads itu penting, bahkan bisa dibilang titik awal dari hampir semua proses penjualan. Jarang ada yang langsung beli. Biasanya dimulai dari mengisi form atau mengirim email.

Masalahnya, cukup banyak bisnis industri yang sebenarnya sudah punya traffic yang tinggi dengan pengunjung yang ramai, namun tidak sebanding dengan jumlah leads yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Ini membuktikan bahwa jumlah pengunjung tidaklah cukup jika landing page tidak benar-benar “bekerja” atau tidak.

1. Memahami Masalah Pelanggan Anda

Landing page yang baik dimulai dari memahami masalah pelanggan.

Kenyataanya, banyak landing page B2B terlalu cepat membahas tentang hal-hal seperti:

  • fitur
  • spesifikasi
  • keunggulan

Padahal, pelanggan belum tentu membutuhkan itu. Mereka biasanya datang dengan masalah dulu, seperti supplier yang sering telat kirim, alat-alat yang cepat rusak, atau stok yang seringkali habis ketika tingginya permintaan.

Landing page yang terasa efektif biasanya tidak langsung membahas produk atau keunggulannya. Anda bisa menyambut pengunjung Anda di landing page dengan memahami situasi dan persoalan mereka

Inilah yang bikin mereka lanjut baca.

2. Melakukan Riset Pasar

analisis data pasar industri.
Data pasar membantu memahami tren dan kebutuhan industri.

Riset pasar sering terdengar seperti sesuatu yang besar dan formal. Padahal kalau dipikir-pikir, insight paling jujur justru sering datang dari hal sederhana, seperti:

  • chat WhatsApp
  • email inquiry
  • obrolan tim sales

Anda bisa meriset pasar dengan interaksi Anda dengan pelanggan. Pertanyaan-pertanyaan mereka tentang apakah stok Anda tersedia atau apakah Anda bisa kirim produk Anda di hari itu juga bisa menjadi petunjuk.

Kumpulkan sebanyak mungkin tentang hasil interaksi Anda agar landing page Anda memuat konten yang relevan.

3. Membuat User Persona

diskusi dalam pembuatan user persona.
User persona membantu memahami siapa target utama landing page.

User persona membantu kita membayangkan orang-orang seperti apa yang sedang mengunjungi landing page kita.

Tanpa ini, landing page Anda menjadi terlalu umum, yang mana dapat mengakibatkan tidak relevan untuk siapa pun.

Oleh karena itu, cari tahu siapa yang paling mendominasi landing page Anda. Dari sini, Anda bisa tahu apa yang bisa tampilkan, seperti detail teknis, paket harga dan langganan, atau solusi dan efisiensi.

4. Mendesain Landing Page dengan Efektif

desain landing page yang bersih dan profesional.
Desain sederhana membantu fokus pada pesan utama.

Desain landing page sangat berperan penting seperti ini.

Anda cukup membuat desain landing page yang simpel dengan gaya yang rapi dan profesional. Pastikan desainnya mudah dibaca oleh siapa saja yang mengunjungi landing page dan bisa langsung dipahami.

Hindari desain landing page yang terlalu banyak warna, animasi yang berlebihan, atau elemen yang tidak jelas fungsinya apa. Ini semua hanya akan membuat pengunjung merasa terganggu dan bingung.

5. Menggunakan Pesan yang Singkat dan Jelas

mengunjungi landing page yang mempunyai pesan jelas.
Pesan yang singkat membantu pengunjung langsung memahami isi halaman.

Pesan utama sebaiknya langsung dipahami dengan mudah dan meyakinkan semua orang.

Oleh karena itu, gunakan kalimat seperti “Supplier Balok Kayu untuk Kebutuhan Konstruksi”. Kalimat ini langsung bisa menjelaskan keunggulan produk Anda yang dapat mendorong siapa saja yang membaca untuk mencari tahu lebih lanjut tentang produk Anda.

Hindari kalimat yang terlalu umum seperti “Solusi terbaik untuk bisnis Anda”. Kalimat ini terlalu umum dan tidak membuat pengunjung tertarik sama sekali.

6. Mengandalkan Call-to-Action (CTA) yang Menarik

tombol call to action pada landing page.
CTA menjadi titik utama untuk mengarahkan user melakukan aksi.

CTA sering terlihat kecil, tapi efeknya bisa besar, terutama untuk ke penjualan.

Buatlah desain CTA yang dapat ditemukan di dalam landing page Anda dengan kata-kata yang dapat membuat pengunjung tergerak hatinya untuk melakukan aksi lebih lanjut, seperti:

  • “Request Penawaran Sekarang”
  • “Konsultasi Gratis”

Gunakan satu tombol CTA yang paling berpotensi untuk menghasilkan konversi. Hindari tombol CTA yang terlalu banyak yang hanya membuat pengunjung ragu mau klik yang mana.

7. Memanfaatkan Formulir Online

formulir kontak pada landing page.
Formulir menjadi titik awal interaksi dengan calon pelanggan.

Formulir online itu penting karena proses konversi bisa lebih cepat tanpa harus menghubungi supplier terlebih dahulu.

Masalahnya, sering kita temukan formulir yang terlalu banyak meminta data-data seperti:

  • nama
  • email
  • nomor
  • perusahaan
  • jabatan
  • Detail-detail lain

Formulir seperti dapat membuat pengunjung kewalahan, yang mana mereka tidak ingin melanjutkan proses konversi lebih lanjut.

Maka dari itu, buatlah formulir yang lebih efektif dengan meminta data-data seperti:

  • nama
  • kontak
  • kebutuhan

Anda bisa meminta data sisanya di proses selanjutnya.

8. Memuat Konten yang Berkualitas

penulisan konten berkualitas untuk landing page.
Konten yang jelas dan relevan membantu meningkatkan kepercayaan pengunjung.

Orang cenderung mau melakukan pembelian jika ada keuntungan yang mereka dapatkan.

Oleh karena itu, tawarkan timbal balik seperti:

  • katalog produk
  • daftar harga
  • konsultasi singkat

Kelihatannya sederhana, tapi ini bisa meningkatkan konversi dengan efektif.

9. Melakukan A/B Testing

perbandingan dua versi landing page.
A/B testing membandingkan dua versi halaman untuk melihat mana yang lebih efektif.

Tidak semua landing page langsung tepat sasaran dengan sekali percobaan.

Hal ini umum terjadi. Anda tidak perlu khawatir jika landing page yang Anda buat tidak membuahkan hasil. Cukup dengan bereksperimen dengan headline, CTA, dan layout yang berbeda. Prioritaskan mana elemen landing page yang harus diperbaiki dan lakukan perubahan yang diperlukan.

Di sinilah perubahan kecil Anda bisa memberikan hasil yang cukup signifikan.

10. Menganalisa Performa Landing Page

analisis performa landing page.
Data membantu mengevaluasi efektivitas landing page.

Anda perlu memperhatikan hasil waktu kunjungan, bounce rate, dan conversion rate dari landing page Anda.

Dari sini, mulai terlihat pola landing page tersebut. Anda bisa melihat bagian mana yang tidak jelas atau apakah CTA tidak efektif.

Kemudian, Anda bisa mengoptimalkan landing page agar menunjang performa dan menarik lebih banyak pengunjung.

Kesimpulan

Landing page bukan sekadar halaman tambahan, tapi ia juga bisa menjadi alat untuk mengubah traffic jadi peluang.

Kalau dilakukan dengan benar, landing page bisamen ingkatkan konversi, mempercepat proses sales, dan membuat bisnis lebih stabil dari sisi leads.

Untuk konversi yang lebih tinggi, Anda bisa bergabung menjadi premium supplier dan meningkatkan penjualan di Indotrading.

To Top