Produk Ekspor Potensial Indonesia Ini Banyak Dicari di AS

Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu negara tujuan utama produk-produk ekspor Indonesia setelah China dan Jepang. Namun tidak banyak yang tahu, ada beberapa produk yang memiliki potensi besar untuk diekspor ke Negeri Paman Sam itu.

Selain produk tekstil, elektronik, karet, minyak kelapa sawit, hasil hutan, alas kaki, otomotif, udang, kakao, dan kopi, AS juga masih membutuhkan produk lainnya yang jumlahnya tidak sedikit. Ini adalah kesempatan bagi para pelaku UKM di Indonesia untuk mulai merambah AS sebagagi negara tujuan ekspor. Nah, simak dulu yuk 6 produk potensial yang dibutuhkan pasar AS berikut ini, Senin (13/06/2016):

  1. Kulit dan Produk Kulit
Salah satu produk kulit adalah ikat pinggang. Foto: wikipedia
Salah satu produk kulit adalah ikat pinggang. Foto: wikipedia

Permintaan AS akan kebutuhan kulit dan produk kulit terbilang cukup tinggi. Barang yang banyak dibutuhkan misalnya tas dan ikat pinggang. Meski begitu, tingkat ekspor produk kulit yang belum menjadi produk siap pakai masih tergolong sangat rendah. Terlebih lagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Italia, Brazil, Meksiko, Kanada, dan Argentina.

Masih jarangnya produk ini di pasar AS merupakan peluang bisnis tersendiri sehingga para pelaku UKM diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini.

  1. Tanaman Herbal
Kunyit adalah salah satu tanaman herbal. Foto: wikipedia
Kunyit adalah salah satu tanaman herbal. Foto: wikipedia

Permintaan tanaman herbal di AS terus meningkat dari tahun ke tahun. Produk tanaman herbal yang masuk ke pasar AS umumnya didominasi oleh tanaman obat yang biasanya digunakan sebagai bahan makanan seperti jahe dan kunyit. Ini merupakan kesempatan yang bagus bagi para petani kunyit di Indonesia untuk memasuki pasar AS karena kebutuhan akan kunyit dan jahe terbilang tinggi di sana.

  1. Minyak Atsiri
Minyak atsiri bisa digunakan untuk aromatheraphy. Foto: wikipedia
Minyak atsiri bisa digunakan untuk aromatheraphy. Foto: wikipedia

Minyak atsiri merupakan salah satu jenis minyak yang menimbulkan wewangian khas. Minyak jenis ini dapat digunakan dalam berbagai industri, mulai dari industri pangan, industri perawatan diri dan rumah, hingga industri kimia aromatik. Biasanya, minyak atisir digunakan untuk memasak, pengharum ruangan, pijat, perawatan kulit, dan aromaterapi.

Kebutuhan minyak atsiri di pasar AS cukup tinggi. Pemasok utama minyak atsiri di AS didominasi oleh India, Prancism Brazil, Meksiko, China, dan Argentina. Meskipun jumlah minyak atsiri di Indonesia sangat melimpah, namun Indonesia sejauh ini hanya menyokong 6-8% dari total kebutuhan minyak atsiri di AS.

Baca juga: Peluang! Jerman Masih Butuh Gula Kelapa Asal Indonesia

  1. Ikan
Ikan kerapu banyak diminati. Foto: wikipedia
Ikan kerapu banyak diminati. Foto: wikipedia

Sebagai salah satu negara yang dua per tiga wilayahnya terdiri dari lautan, produksi perikanan Indonesia terbilang sangat melimpah. Sebagian besar hasil laut Indonesia didominasi oleh berbagai macam jenis ikan seperti ikan kakap, kerapu, kerang-kerangan, teripang,  lobster, dan rumput laut.

Melimpahnya hasil laut Indonesia ini merupakan peluang yang bagus untuk memasuki pasar AS karena 90% total kebutuhan perikanan AS berasal dari produk impor. Meski menjadi salah satu eksportir terbesar untuk produk fish fillets atau potongan ikan yang tidak bertulang, Indonesia belum menjadi eksportir utama produk perikanan AS. Indonesia harus bersaing dengan China dan Ekuador sebagai eksportir ikan nila. Filipina, Vietnam, dan Kanada sebagai eksportir ikan tuna dan Vietnam sebagai eksportir ikan lele.

  1. Kerajinan Tangan
Produk-produk kerajinan tangan. Foto: wikipedia
Produk-produk kerajinan tangan. Foto: wikipedia

Kebutuhan akan barang seni kerajinan tangan di AS cukup tinggi. Bahkan dalam 3 tahun terakhir selama masa resesi, nilai impor kerajinan tangan dari China, Meksiko, India, dan Italia terus meningkat. Di AS Produk kerajinan tangan yang dibutuhkan sangat beragam dan biasanya digunakan untuk menghias interior rumah. Selain itu, permintaan akan produk kerajinan tangan akan meningkat saat memasuki Halloween atau Hari Raya Natal.

Ekspor produk kerajinan tangan buatan Indonesia ke AS masih terbatas pada beberapa kategori, seperti kategori patung dan ornamen dari kayu, batu atau hiasan untuk bangunan, keranjang anyaman dari bahan tumbuhan, serta patung dan ornamen lain-lainnya. Banyaknya pelaku UKM yang berkecimpung di bidang pembuatan kerajinan tangan di Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru negeri seharusnya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memasuki pasar AS.

  1. Rempah-rempah
Rempah-rempah dari Indonesia. Foto: wikipedia
Rempah-rempah dari Indonesia. Foto: wikipedia

Selama 50 tahun terakhir, konsumsi rempah-rempah di AS mengalami peningkatan sebanyak tiga kali lipat. Impor tertinggi produk rempah-rempah di AS dipegang oleh lada kemudian diikuti vanili dan kayu manis. Ketiga rempah-rempah tersebut hampir selalu digunakan dalam setiap masakan di AS.

Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir dari U.S. Department of Agriculture, produk rempah-rempah yang semakin banyak dikonsumsi ialah lada dan paprika. Salah satu importir lada bagi AS ialah Indonesia. Meski demikian, dari tahun ke tahun impor lada ke AS mengalami penurunan. Selain lada dan kayu manis, produk rempah-rempah yang diimpor dari Indonesia yakni vanili, pala, bunga pala, cengkeh, dan kunyit. Peluang ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia agar meningkatkan ekspor produk rempah-rempah ke Indonesia mengingat sejak zaman penjajahan, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah terbaik di dunia.

Baca juga: Agar Produk UKM Laku Terjual di Arab Saudi, Simak 5 Tips Ini

 

Penulis      : Erlin Dyah Pratiwi

Editor        : Wiji Nurhidayat

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *