Pameran Electric, Power dan Renewable Energy & Pembangkit Listrik paling Bergengsi & Komprehensif Akan Segera Digelar

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Selain memiiki SDM yang banyak, Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang melimpah. Dan didukung sebagai salah satu penghasil minyak, gas, dan batu bara terbesar di dunia. Hal ini sesunguhnya modal untuk Indonesia menjadi negara yang lebih besar.

Dilansir dari Kompas.com sejak tahun 2000 dan tahun 2003, konsumsi minyak bumi Indonesia melebihi produksi sehingga menjadikan Indonesia sebagai importir minyak bumi. Disisi lain, Indonesia pun belum memiliki cadangan penyangga energi lain yang dapat memberikan jaminan pasokan dalam waktu tertentu apabila terjadi kondisi krisis dan darurat energi.

Doc: news.indotrading.com

Untuk menghindari krisis energi pemerintahpun terus berupaya melakukan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk digunakan sebagai sumber energi pembangkit. Selain karena memiliki harga keekonomian yang tinggi, potensi EBT di Indonesia pun terbilang melimpah sehingga perlu dimaksimalkan pemanfaatannya.

Dukungan pengembangan EBT pun datang dari Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) melalui Sekretaris Executive MKI, Bambang Hermawanto. Bambang mengatakan peran swasta sangat ditunggu dalam pengembangan EBT.

“Pengembangan EBT tentunya kita dukung, termasuk aspek ketenagalistrikan terutama program penurunan emisi dengan konvensional resource minyak, batu bara dan gas disamping antara EBT dan konvensional dari sisi emisi,” Ujar Bambang.

Doc: news.indotrading.com

Ketentuan tarif yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2017 tentang tarif listrik berbasis energi terbarukan mengusung tarif yang bisa diakses masyarakat.

“Kita dorong agar investasi EBT bisa kondusif karena kebutuhan energi alternatif semakin mendesak  demi mencapai target bauran EBT sekitar 23 persen pada 2025,” ungkap Bambang.

Berkaitan dengan hal itu Pamerindo Indonesiapun menggelar pameran Electric, Power dan Renewable Indonesia 2017 yang diharpkan dapat menjadi wadah dalam memperknalkan teknologi baru yang bisa menjadi solusi bagi para industri terkait dalam pemanfaatan energi listrik.

Doc: news.indotrading.com

“Tahun ini kita memiliki conference selama dua hari akan kita fokuskan pada inovasi teknologi baru yang ramah lingungan,” terang Bambang.

Pameran ini sendiri akan segera hadir pada tanggal 6 hingga 9 september 2017 mendatang yang akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini merupakan platform yang ideal sebagai penyedia sarana industri terbarukan, kebutuhan listrik dan pembangkit listrik bagi sektor industri.

Project Director Pamerindo Indonesia Wiwiek Roberto mengatakan dukungan program pemerintah tidak hanya dalam pemanfaatan energi baru terbarukan, namun juga electric dan power sehingga dapat dijadikan satu platform dimana dapat mempertemukan pengambil keputusan dengan para industrinya.

“Pameran ini selalu dinanti, respon pengunjung ditahun lalu luar biasa, dan kami harapkan tahun ini pengunjungnya meningat sekitar 20.500 pengunjung selama 4 hari pameran di banding dua tahun sebelumnya,” ungkap Wiwiek.

Doc: news.indotrading.com

Akan ada lebih dari 914 perusahaan dari 39 negara atau region baik lokal maupun luar negeri, termasuk 7 pavilion seperti China, Germany, Korea-KEMC, Korea-KOEMA, Singapore, Taiwan (TEEMA) dan Turkey dalam 17.500 sqm area pameran. Dengan hadirnya brand besar semakin melengkapi kebutuhan para steakholder akan industri electric, power dan renewable.

Dalam pemeran Elecric, Power & Renewable Energy Indonesia 2017 juga turut menghadirkan beragam penyedia kebutuhan industri sektoral terkemuka antara ain ABB, Altrak 1978, Chint Indonesia, Guna Elektro, Himel, JJ Lapp Cable, KMI Wire, Legrand, MTU, Sahabat Indonesia, Schneider, Siemens, Tamco, Voksel, Electric, Sucaco, CG Power, Tekhnik Unggul Listrindo dan Pura Mayungan.

Penulis: Kumi Lailla

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *