Dubai Butuh Banyak Produk Ini, Peluang Bagi Pengusaha RI

Dubai menjelma menjadi negara paling modern di kawasan Timur Tengah. Kini, Dubai tidak hanya menjadi kota kosmopolitan namun juga berubah sebagai salah satu pusat perdagangan tersibuk di dunia.

Modernnya Kota Dubai, juga didukung dengan pendapatan masyarakat Dubai yang cukup tinggi. Pendapatan per kapita masyarakat Dubai lebih dari US$ 21.000. Maka tidak heran, bila sebagian besar produk impor diserap oleh pasar lokal.

Baca juga: UKM RI yang Ingin Masuk Pasar Rusia, Lakukan 5 Hal Ini

Konsumen lokal tidaklah seluruhnya masyarakat Dubai. Para wisatawan dan pengunjung lainnya menyumbang kontribusi besar dalam penyerapan pasar lokal. Harus diketauhi, jumlah penduduk Dubai hanya 1,2 juta jiwa. Sementara wasatawan yang masuk angkanya 5 kali lipat atau hampir 6 juta setiap tahun. Angka itu belum termasuk pebisnis dari berbagai negara.

Salah satu sudut kota Dubai yang modern/Dok: Wikipedia
Salah satu sudut kota Dubai yang modern/Dok: Wikipedia

Maka tidak mengherankan bila kita melihat banyak gedung tinggi dan hotel mewah yang dibangun di Dubai. Tingginya angka pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Dubai, seharusnya jeli dilihat pengusaha asal Indonesia. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI Dubai), Jumat 17/6/2016) mendata, ada sejumlah produk yang sangat dibutuhkan Dubai. Produk-produk ini sudah bisa diproduksi di Indonesia dalam jumlah yang cukup besar.

Pembangunan ratusan properti di Dubai membutuhkan jutaan unit perlengkapan bangunan. Kemudian, dari sisi interior bangunan, Dubai sangat membutuhkan produk seperti mebel, tekstil, dekorasi ruangan dan kerajinan tangan. Selain itu ada produk lainnya yang sangat dibutuhkan Dubai, yaitu makanan halal. Dubai sangat menginginkan produk makanan olahan yang diimpor sudah memiliki sertifikat halal dan bisa dipertanggung-jawabkan oleh negara yang bersangkutan. Anda sebagai pelaku usaha kecil menengah (UKM) berbasis handycraft dan produk makanan olahan, berita ini bisa menjadi peluang bagi Anda untuk memasarkannya ke Dubai.

Baca juga: ‘Menikmati Sedapnya Berbisnis Kopi di Jerman’

Dengan meningkatnya kualitas dan harga yang tetap bersaing, produk-produk kerajinan dan makanan olahan Indonesia nampaknya akan tetap menjadi primadona di pasar Dubai. Sedangkan khusus bagi tekstil dan produk tekstil yang selama menjadi komoditi unggulan ekspor Indonesia ke Dubai, harus bersaing keras dengan produk China, India serta Korea Selatan.

Itulah Dubai, siapa yang kuat bersaing silahkan bertarung di arena yang bebas hambatan. Kalau ingin berhasil, jangan hanya menjadi pedagang keliling internasional yang hanya mengharapkan uang tiket dan hotel kembali. Jadilah pengusaha Indonesia yang memiliki daya tempur kuat melakukan penetrasi lebih dalam ke pasar internasional.

 

Penulis   : Wiji Nurhayat

Editor     : Wiji Nurhayat

0 Comments Lihat semua →


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *